Industri kendaraan listrik Indonesia didorong supaya tidak cuma menjadi pasar, tetapi juga menjadi pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik global. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, dan pengembang teknologi dinilai penting buat mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) Moeldoko, di acara Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 yang digelar di Mövenpick Hotel Jakarta City Centre, Rabu (28/10/2026).
Konferensi tahun ketiga yang diselenggarakan Periklindo bekerja sama dengan Gemalindo itu membawa tema The Future of a Clean and Efficient Mobility. Forum ini membahas pengembangan kendaraan listrik, penguatan rantai pasok, serta pembangunan ekonomi rendah karbon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PEVC 2026 merupakan wujud komitmen kolektif Periklindo bersama seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam revolusi mobilitas listrik. Melalui konferensi ini, kita menyelaraskan langkah antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kesiapan industri guna menciptakan ekosistem transportasi ramah lingkungan yang efisien, mandiri, serta berdaya saing tinggi," kata Moeldoko.
Acara ini dibuka dengan Opening Remarks dari Ketua Umum Periklindo Moeldoko, dilanjutkan Opening Speech dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, serta Opening Spech dari Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza.
PEVC 2026 menargetkan kehadiran 500 peserta dari unsur pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, hingga perusahaan teknologi. Perwakilan internasional dari Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, dan negara lainnya turut dilibatkan.
Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 Foto: Dok. Periklindo |
Empat Pilar Pembahasan Kendaraan Listrik
Konferensi ini menghadirkan empat sesi diskusi strategis. Pembahasannya mencakup prospek ekonomi dan geopolitik 2027, teknologi elektrifikasi dan kendaraan otonom, elektrifikasi armada niaga dan logistik, serta penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman perkotaan, industri, maritim, hingga penerbangan.
Sejumlah pelaku industri dan pakar turut menjadi pembicara, di antaranya perwakilan Indonesia Battery Corporation, INDEF, Wuling Motors, BYD Motor Indonesia, PLN, Telkomsel, Indika Energy, dan berbagai organisasi terkait.
Selain diskusi, PEVC 2026 juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman antara sejumlah pihak strategis, termasuk Autoguard Group, Tsing Hua University, Koleksi, Northbound Strategist, Policy+, dan Taiwan Smart Electric Bicycle Association.
Acara ini turut menghadirkan pameran teknologi dan inovasi kendaraan listrik serta kegiatan jejaring bisnis antarpelaku industri.
Periklindo pun berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat rantai nilai industri kendaraan listrik nasional, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global.























































