Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan insentif kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, juga mobil listrik murni (full EV) dan mobil hybrid. Kebijakan tersebut diharapkan membuat kendaraan elektrifikasi semakin mudah dijangkau dan digunakan oleh masyarakat luas.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengatakan insentif kendaraan listrik tidak hanya ditujukan untuk mendukung industri otomotif, tetapi juga membantu masyarakat yang ingin membeli kendaraan elektrifikasi.
"Pemerintah pasti berkomitmen bahwa insentif untuk kendaraan listrik, motor maupun mobil, apakah itu full EV maupun hybrid," bilang Faisol kepada wartawan dalam acara Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Faisol, pemerintah ingin kendaraan listrik tidak hanya menjadi pilihan bagi kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga bisa digunakan secara lebih luas.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza Foto: Luthfi Anshori/detikOto |
"Kita ingin kendaraan listrik menjadi kendaraan yang bisa digunakan secara luas oleh masyarakat," ujarnya.
Faisol menilai respons masyarakat terhadap kendaraan listrik dalam dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
"Kami melihat respons masyarakat terhadap kendaraan listrik yang luar biasa tinggi, dua tahun terakhir ini," sambung Faisol.
Data yang diolah Kementerian Perindustrian menyebut, hingga Agustus 2026 ada sekitar 541.678 unit kendaraan listrik di Indonesia mencakup kendaraan roda dua, roda tiga, dan kendaraan penumpang.
Pangsa pasar kendaraan berbasis listrik, khususnya Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV), meningkat secara signifikan. HEV naik dari 0,49% pada 2022 menjadi 9,68% pada Januari-Agustus 2026, sementara BEV melonjak dari 0,99% menjadi 16,88% pada periode yang sama.
Kata Faisol, peningkatan ini menunjukkan bahwa kebijakan dan insentif pemerintah mulai membuahkan hasil. Tren ini menjadi indikasi kuat bahwa transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia sedang berjalan ke arah yang tepat.
Faisol juga menegaskan, manfaat insentif perlu dirasakan oleh konsumen secara langsung, bukan hanya oleh pelaku industri. Dengan begitu, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi.
"Karena insentif itu bukan hanya untuk industri, tapi juga untuk masyarakat yang membeli kendaraan listrik," tuturnya.
Meski demikian, Faisol belum merinci bentuk, besaran, maupun waktu pemberlakuan insentif yang dimaksud. Pemerintah juga belum menjelaskan skema yang akan diterapkan untuk mobil listrik, motor listrik, maupun kendaraan hybrid.























































