Satu orang tewas usai mobil Mercedes Benz GLC 300 BK 23 YH menabrak lapak penjual mi balap di Kabupaten Deli Serdang. Salah satu korban bernama Suparman (68) mengungkapkan bahwa mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi saat menabrak lapak itu.
"Mobil kencang arah keluar dari perumahan," kata Suparman saat diwawancarai di rumahnya di Desa Medan Estate, Kamis (29/10/2026).
Supratman menyebut saat kejadian itu dia tengah duduk di dekat trotoar yang berada di depan RS Haji Medan itu. Sementara becak motornya berjarak sekitar 2 meter darinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, tiba-tiba Suparman melihat mobil Mercedes itu melaju dengan kecepatan tinggi saat keluar dari dalam Komplek Mutiara Residence dan langsung menabrak becak motornya. Untuk diketahui, Mutiara Residence itu berada tepat di depan rumah sakit
Setelah menabrak becak, kata Suparman, mobil terus melaju dan menabrak lapak mi balap yang berada di depan rumah sakit. Dia mengatakan becak motor miliknya ikut terseret mobil hingga nyungsep ke parit.
Akibatnya, becaknya sampai terbelah. Suparman bersyukur dirinya tidak sampai ikut tertabrak pada saat kejadian. Dia menyebut suara benturan saat kecelakaan itu sangat keras.
"Becak saya pertama kali ditabraknya. Setelah itu menabrak mi balap. Becak saya bawa mobil itu terus, makanya sampai terbagi lima becakku. Suaranya sampai ke dalam rumah sakit dengar, kencang suaranya," sebutnya.
Tak hanya menyeret becak korban, Suparman menyebut mobil mewah itu juga menabrak lapak mi balap hingga kursi dan mejanya berhamburan. Selain itu, penjual mi balap yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) bernama Sulaiman Lingga (55) dan Hanim Pane (53) serta seorang pembeli mi balap bernama Mawardi (47) ikut terjatuh ke parit.
Bahkan, korban Mawardi sampai terseret ke bawah kolong mobil. Dalam peristiwa itu, korban Mawardi meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara dua korban lainnya bernama Beltsazar Situmorang (18) dan Iknatius Siahaan (18) terlempar ke dekat lapak. Suparman mengatakan kedua orang ini tengah menunggu pesanan mi balapnya dan berdiri di dekat lapak.
"Yang jual mi balap jatuh ke parit, suami istri. Sama yang meninggal juga. Lalu, ada lagi beli, nunggu bungkusin, di situ dia kejadian. Infonya mahasiswa," jelasnya.
Sepengetahuan Suparman, korban Mawardi saat itu tengah membawa anaknya dari Aceh ke RS Haji itu untuk operasi. Lalu, pada saat kejadian, korban baru saja selesai makan mi balap dan tengah duduk di lapak mi balap itu.
"Korban (Mawardi) sudah selesai (makan) sudah dibayarnya pun. Lagi duduk main hp. Infonya anaknya operasi. Umur 13 tahun itu. Lalu, dia keluar beli makan," sebut Suparman.
Setelah kecelakaan itu, Suparman langsung berlari mendekati mobil tersebut. Sepenglihatannya, pengemudi hanya seorang diri di dalam mobil.
Dia mengungkapkan bahwa setelah kejadian ramai orang yang berkumpul di lokasi. Suparman sempat memberi peringatan ke warga karena takut massa memukuli pengemudi.
Tak lama, pengemudi keluar dari dalam mobil sambil meminta maaf dan berjanji akan bertanggungjawab. Suparman mengatakan pengemudi mobil juga ikut membantu mengevakuasi jasad korban dari bawah kolong mobil.
"Pengemudinya sebelum buka pintu dia, minta maaf dan katanya bakal bertanggung jawab," jelasnya.
Dia mengaku sudah bertemu dengan pengemudi mobil itu dI RS Haji Medan. Suparman mengklaim bahwa pengemudi juga telah menemui korban lainnya di rumah sakit dan berjanji akan bertanggungjawab.
"Iya (ketemu di RS). Iya (sama korban lainnya). Orangnya mau tanggung jawab. Iya (minta maaf)," pungkasnya.
Sebelumnya Kasat Lantas Polrestabes AKBP Widodo kecelakaan itu tepatnya terjadi di depan Rumah Sakit Umum Haji Medan Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, sekira pukul 19.30 WIB, tadi malam. Dalam peristiwa itu, ada satu orang yang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka.
Awalnya, mobil Mercedes yang dikemudikan RC (44) itu datang dari arah pos sekuriti Komplek Mutiara Residence menuju ke arah Rumah Sakit Umum Haji Medan. Lalu, saat melintas di lokasi, mobil menabrak dua penjual dan tiga pembeli mi balap yang berada di pinggir jalan.
"Mobil Mercedes GLC 300 tersebut menabrak 3 orang pembeli mi balap yang berada di pinggir dan dua orang penjual mi balap," jelasnya.
Widodo mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan CCTV di lokasi. Kini petugas kepolisian tengah mendalami penyebab kecelakaan itu.



























































