Lemak perut yang menumpuk bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk menguranginya, dokter menyarankan konsumsi makanan sehat berikut ini.
Lemak yang menumpuk di perut tak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga bisa meningkatkan risiko penyakit serius. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penumpukan lemak visceral yang berada jauh di dalam rongga perut.
Untuk menguranginya, pola makan sehat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Seorang dokter mengungkap beberapa jenis makanan yang bisa membantu mengendalikan lemak perut sekaligus menjaga kesehatan jantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Fox News (30/10/2026), berikut tiga rekomendasinya yang bisa dicoba sehari-hari.
1. Protein Rendah Lemak
Ilustrasi dada ayam Foto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk |
Protein rendah lemak menjadi salah satu pilihan makanan yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi lemak perut.
Menurut dokter penyakit dalam asal New York, Dr. Michael Aziz, makanan tinggi protein dapat memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa menambah terlalu banyak kalori.
Sumber protein rendah lemak yang bisa dikonsumsi antara lain dada ayam tanpa kulit dan telur. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan tinggi protein dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.
Namun, Aziz mengingatkan bahwa konsumsi protein secara berlebihan juga memiliki risiko kesehatan, termasuk batu ginjal.
American Heart Association menjelaskan bahwa daging merah umumnya mengandung lebih banyak lemak jenuh dibandingkan ayam tanpa kulit, ikan, dan protein nabati.
Bagi yang tidak mengonsumsi daging, ada aklertnatif lainnya seperti edamame, tempe, dan tahu yang tinggi protein.
2. Sayuran dan Buah-buahan
Ilustrasi buah-buahan. Foto: Getty Images/Dziuba Volodymyr |
Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan juga dianjurkan bagi orang yang ingin mengurangi lemak perut. Aziz menjelaskan bahwa sayuran umumnya rendah kalori dan kaya serat sehingga membantu memberikan rasa kenyang.
Selada dan aneka salad bisa menjadi pilihan. Agar kandungan gizinya lebih lengkap, salad dapat dipadukan dengan sumber protein rendah lemak serta lemak sehat.
Selain sayuran, Aziz menyarankan konsumsi buah-buahan yang memiliki sifat anti peradangan dan kandungan gula relatif rendah, seperti buah beri.
Harvard Medical School juga merekomendasikan apel, buah jeruk, ceri, dan persik sebagai pilihan buah yang mengandung senyawa bermanfaat untuk membantu mengatasi peradangan.
Buah-buahan tersebut mengandung vitamin C dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh. Konsumsi sayuran dan buah secara bervariasi juga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
3. Lemak Sehat
Alpukat Foto: Getty Images/ASMR |
Meski sering dihindari ketika menjalani diet, tidak semua jenis lemak berdampak buruk bagi tubuh. Aziz justru menjelaskan bahwa lemak sehat memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan berat badan.
"Selama beberapa dekade, kita dianjurkan menghindari lemak dan menjalani diet rendah lemak. Padahal, banyak jenis lemak yang sebenarnya baik untuk tubuh," ujar Aziz.
Ia menyarankan konsumsi lemak dalam jumlah secukupnya setiap kali makan agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
Salah satu jenis yang direkomendasikan adalah lemak tak jenuh tunggal, yang bisa ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, dan kacang kenari.
Selain memperhatikan asupan lemak, Aziz menyarankan minum air putih yang cukup. Teh hijau dan kopi juga bisa dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Ia turut mengingatkan pentingnya membatasi asupan karbohidrat olahan dan makanan tinggi gula. Makanan tersebut cenderung membuat tubuh lebih mudah lapar karena tidak bisa memberikan rasa kenyang dalam waktu lama.
Simak Video " Ahli Gizi Beri Aturan Konsumsi Gula Per Harinya untuk Cegah Diabetes"
[Gambas:Video 20detik](sob/adr)





























































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan