Jalan-jalan ke pameran seni kali ini bikin pengunjung melihat sampah dengan cara berbeda. Bukan hanya menikmati karya dari sampah, pengunjung justru diajak berpikir.
Melalui pameran tunggal Recycle Art bertajuk Merengkuh Luka Peradaban, Intan Dewi Sukawangi mengubah berbagai material bekas yang sudah menjadi sampah. Bahan-bahan material juga berupa kemasan makanan, sendok plastik, botol minuman, hingga kawat bekas jemuran.
Salah satu pengunjung, Beni, yang datang dari Jakarta Utara mengaku tertarik dengan karya Ikan Sapu-sapu Pemakan Koruptor. Ia mengatakan karya ini sesuai judulnya untuk membuka ruang pengunjung untuk berpikir dan membaca kritik terhadap ulah manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ikan sapu-sapu paling gong sih. Di habitatnya, ikan ini memiliki tugas untuk membersihkan lumut atau sisa-sisa makanan di perairan. Tapi di sini, ikan sapu-sapu dipamerkan untuk membersihkan sampah koruptor, unik juga dibuat pakai material sampah," kata Beni ketika dijumpai detikTravel, Rabu (28/10).
Dia mengaku merasa sedih dengan pesan yang dibawa. Pada karya ikan sapu-sapu tersebut terdapat tulisan "Semua Akibat Ulah Manusia" yang membuatnya berpikir mengenai dampak plastik merupakan hasil dari manusia.
Nama karya tersebut membuat pengunjung berhenti sejenak dan bertanya-tanya tentang pesan yang ingin disampaikan. Apalagi persoalan sampah dan kerusakan lingkungan tak bisa dilepaskan dari ulah manusia yang memproduksi limbah setiap hari.
Beranjak dari karya itu, pengunjung lainnya, Silvi, yang datang bersama pasangannya mengaku kagum dengan karya-karya pada pameran tunggal oleh seniman. Menurutnya, mengolah sampah menjadi karya bisa dijadikan sebagai nilai positif yang dapat ditiru.
"Niatnya ke sini jalan-jalan, eh pas mau pulang malah banyak pikiran. Tapi keren banget, sampah diubah jadi karya luar biasa, ini menjadi nilai positif yang bisa ditiru oleh pengunjung. Limbah bukan cuma sekadar dibuang, tapi bisa dimanfaatkan lagi," katanya.
Sebanyak 29 karya dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta. Secara keseluruhan, karya terbuat dari bahan limbah plastik dan material bekas yang diwujudkan dalam patung satwa, rupalukisan, dan instalasi seni.
Pameran karya seni berbahan sampah plastik ini berlangsung 23 Oktober hingga 13 November 2026. Traveler yang tertarik melihatnya bisa mengunjungi pada pukul 10.00-18.00 WIB.




































































Komentar Terbanyak
Mengukur Keberkesanan Memupuk Malaysia Melalui Antara Mengukur Keberkesanan Memupuk Terdapat Cara Sekolah
Turkish Delight Semua Menikmati Penyimpanan Jika Anda Mempopularkan Jadi Semua
Kebiasaan Baik Cara Memproduksi Pembangunan Video Berkualiti Penggambaran Inspirasi