Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan Anggota DPR dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengembangkan industri kreatif. Secara maraton digelar pelatihan di 10 lokasi bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek Novita Hardini mengatakan kolaborasi bersama kementerian dilakukan untuk membantu daerah melalui aktivasi desa kreatif.
Upaya pengembangan industri kreatif sejalan dengan penetapan Kabupaten Trenggalek sebagai Kata Kreatif (Kabupaten/Kota Kreatif) di bidang seni pertunjukan. Kata Kreatif merupakan program unggulan dari Kemenekraf yang bertujuan untuk menggali mengembangkan dan mewadahi potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus menemukan rumus baru perekonomian. Salah satunya adalah dengan pendekatan yang kreatif, apapun itu bidangnya," kata Novita saat membuka kegiatan pelatihan di Jajar Gumregah.
Menurutnya salah satu rangkaian kolaborasi tersebut adalah aktivasi desa kreatif melalui pelatihan bagi para pelaku ekonomi kreatif di 10 desa di Trenggalek.
"Hari ini kita ingin memberikan pelatihan ekonomi kreatif kepada teman-teman pelaku ekonomi kreatif. Bagaimana membangun desa wisata yang bisa menghasilkan potensi ekonomi yang besar, dengan cara-cara kreatif," jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut pihaknya menghadirkan narasumber dari para pelaku UMKM maupun pengelola pariwisata yang telah berkembang dan berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Pihaknya berharap dengan pelatihan tersebut SDM ekonomi kreatif di Trenggalek bisa tumbuh dengan baik dan mampu membawa dampak ekonomi maupun sosial.
Tidak hanya itu, kegiatan kolaborasi tersebut juga bakal melakukan pendampingan berkelanjutan, mempermudah akses ekonomi dan perluasan pasar pagi pelaku UMKM.
Novita menyebut di wilayah Trenggalek salah satu industri kreatif yang berpotensi untuk maju adalah seni pertunjukan. Ia berharap dengan tata kelola dan sumberdaya yang mumpuni, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi ekonomi kreatif.
"Untuk aktivasi desa kreatif, kami mendorong 157 desa bisa mengaktifkan desa kreatif karena memang Kabupaten Trenggalek Alhamdulillah menjadi kabupaten/kota kreatif," imbuhnya.
Industri kreatif tidak hanya sebatas pada kesenian tradisional. Namun, perkembangan teknologi turut meningkatkan industri kreatif digital, salah satunya gim. Dengan strategi pengelolaan yang tepat gim juga bisa dikreasikan menjadi even bernilai ekonomi bagi anak muda.
"Saya ingin mendorong bagaimana aktivasi gaming, kemudian seni peran, seni musik, ini lahir di setiap desa-desa yang ada di Kabupaten Trenggalek," kata Novita.
Dikonfirmasi terpisah Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Tony Widianto, menyambut baik program kementerian tersebut. Pihaknya menilai peningkatan kapasitas bagi para pelaku jasa wisata, even maupun pelaku UMKM akan bermanfaat untuk menunjang aktivitas usahanya di bidang kreatif.
"Kami menyambut baik program ini karena linier dengan program Kabupaten/Kota Kreatif. Ini sangat membantu kami di tengah keterbatasan anggaran," kata Tony.
Dalam program Kabupaten/Kota Kreatif ada tiga unggulan dari Kabupaten Trenggalek yaitu seni pertunjukan, seni kriya dan kuliner.
"Tapi yang paling diunggulkan adalah seni pertunjukan. Parameternya saking banyaknya pertunjukan yang digelar mulai dari desa hingga level kabupaten," imbuhnya.























































