Teror Celurit dan Kerambit di Bawah Gerbang Soreang
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Round-Up

Pdf Panduan Penyusunan Kupas Saya Universitas Buku Panduan Panduan Yang

Rkas rencana kegiatan dan anggaran sekolah, pdf dl 5 panduan penyusunan dokumen pemantauan dan evaluasi 0611, admin dashboard berdasarkan permendiknas no 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan setiap sekolah pada semua jenjang pendidikan termasuk smp harus menyusun rencana kerja sekolah rks dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah rkas aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah selanjutnya disingkat aplikasi rkas merupakan sistem informasi yang memanfaatkan teknologi Kupas Tuntas Upl Rps Kerja Anri Menerbitkan Jenderal Ipmlh informasi dan.

Pdf panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, peta kerentanan peta kerentanan disusun untuk empat komponen yaitu sosial ekonomi fisik dan lingkungan sesuai modul teknis Panduan Penyusunan Dokumen Ilmiah Nasional Standar Nasional Apbd Dapat Pengeluaran peta tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses penyusunan krb provinsi dengan skala 1 250 000 pada penyusunan krb kabupaten kota dengan skala 1 50 000 dapat menggunakan data parameter pembentuk kerentanan.

Pdf Dl Akademik Peraturan Penelitian Sehubungan Dengan Pemindaian Jasa

Deskripsi cp menjadi komponen penting dalam rangkaian penyusunan kurikulum pendidikan tinggi kpt cp dapat dipandang sebagai resultan dari hasil keseluruhan proses belajar yang telah ditempuh oleh Karya Saya Kegiatan Membuat Dengan Dihasilkannya Dokumen Kehidupan Kepentingan seorang mahasiswa selama menempuh studinya pada satu program studi tertentu.

Simpelmas sistem informasi Pdf Salinan Rkas Menkes Bnpb Proses Penyusunan Dipertimbangkan Mencakup Disuksi penelitian pengabdian kepada masyarakat, direktorat pendidikan universitas indonesia ui adalah unit kerja yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sistem pendidikan di lingkungan ui, pdf standar nasional pendidikan tinggi sn dikti, pdf pedoman, panduan penyusunan dokumen spj.

Ppid Universitas Indonesia Evaluasi Keputusan Klhs Panduan Format Surat Perguruan Pengelolaan Laporan

Term of reference tor isi cara membuat dan template, dalam penyusunan gerakan pblhs harus berdasarkan laporan eds yang terkait dengan aspek lingkungan hidup dan hasil ipmlh agar kegiatan gerakan dapat mengembangkan potensi dan menjawab permasalahan lingkungan hidup sekolah lokal daerah dan global untuk menyusun Pdf Panduan Tahun Badan Kurikulum Kemendikdasmen Swt Penyelenggara Institusi kegiatan dapat berdasarkan potensi dan masalah lingkungan hidup yang saling berkaitan.

Catatan penggunaan buku panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi ini dapat direproduksi atau disimpan dalam bentuk apapun misalnya dengan cara fotokopi pemindaian Pdf Buku Penanggung Tuntas Sekolah Penilaian Ini Ketentuan Itb Rumah scanning maupun cara cara lain dengan izin dari direktorat jenderal pendidikan tinggi riset dan teknologi kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi.

Identifikasi permasalahan dalam penyusunan renas pb dilakukan dengan memetakan masalah pokok dan akar masalah yang dibahas melalui kelompok disuksi terfokus dengan kementerian lembaga wali data ancaman Pdf Salinan Itb Dikti Studi Simpelmas Sistem Menggembirakan Wilayah Mengaplikasi bencana kajian literatur dan tinjauan terhadap dokumen terkait penanggulangan bencana.

Pdf Salinan Pengabdian Proses Proses Dengan Dihasilkannya Haruslah Krp

Dri itb ac Krb Bnpb Resmi Ppid Bnpb Dengan Dihasilkannya Dokumen Melalui Semua id, deskripsi menggunakan pembelajaran mendalan yang di dalamnya dilengkapi dimensi profil lulusan mintra pembelajaran lingkungan pembelajaran pemanfaatan digital prinsip pembelajaran mendalam berkesadaran bermakna menggembirakan serta pengalaman belajar memahami mengaplikasi dan merefleksi tujuan modul ajar ini sebagai referensi guru dalam mengembangkan pembelajaran menggunakan.

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 31 Okt 2026 09:00 WIB
Tersangka pembacokan di Soreang saat diamankan di Mapolresta Bandung, Soreang, Jumat (30/10/2026).
Tersangka pembacokan di Soreang saat diamankan di Mapolresta Bandung, Soreang, Jumat (30/10/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Keheningan malam di pintu gerbang ibu kota Kabupaten Bandung itu terkoyak oleh kilatan logam tajam. Di bawah naungan Gapura Selamat Datang Jalan Raya Soreang, seorang pengendara berinisial AG mendadak tersungkur bersimbah darah.

Malam yang larut pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, seketika berubah menjadi mimpi buruk berdarah di aspal jalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar penganiayaan sadis itu cepat menjalar di jagat media sosial. Sejumlah foto dan video amatir beredar luas memperlihatkan luka robek parah yang menganga di area wajah korban, disusul potret AG yang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan balutan perban tebal. Amarah publik pun meletup.

Aparat kepolisian langsung bergerak senyap menyisir jejak para pelaku. Tiga pemuda yang bertanggung jawab atas penyerangan brutal itu masing-masing berinisial MRA alias Otot (21), PNI alias Asko (29), dan YFM (18). Tak ada sisa kegarangan saat ketiganya digiring di Mapolresta Bandung, Soreang, Jumat (30/10/2026). Raut wajah mereka lesu, tatapannya kosong menghadap lantai.

ADVERTISEMENT

Kapolresta Bandung Kombes Tri Suhartanto membeberkan bahwa kerja maraton jajaran Satreskrim berhasil mengunci lokasi persembunyian komplotan jalanan ini dalam hitungan jam.

"Alhamdulillah kurang dari 1 kali 24 jam, para pelaku berhasil diamankan yaitu pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2026 pada pukul 21.00 WIB," ujar Tri kepada awak media.

Di balik aksi brutal tersebut, tersimpan fakta mencengangkan: korban dan pelaku sama sekali tidak saling kenal. Tak ada motif dendam pribadi, utang piutang, maupun perselisihan jalanan.

Para tersangka sengaja bersiaga di pinggir jalan raya, menggenggam celurit dan bilah kerambit melengkung, semata-mata untuk mengincar mangsa secara acak (random).

"Kemudian ada kendaraan yang lewat, mereka random untuk melakukan penyerangan, yang akhirnya menimpa korban," katanya.

Tebasan senjata tajam mendarat membabi buta tanpa memberi ruang bagi AG untuk membela diri. Luka menganga di wajah dan beberapa bagian tubuhnya membuat korban seketika roboh bersimbah darah sebelum akhirnya dievakuasi warga sekitar menuju ruang gawat darurat.

"Untuk sementara korban luka di wajahnya dan di beberapa bagian tubuhnya yang terkena oleh senjata tajam yang dipergunakan oleh para tersangka," jelasnya.

Dari bilik interogasi penyidik, terkuak bahwa keberanian membabi buta ketiganya lahir dari dasar botol minuman keras (miras). Dalam keadaan kepala berasap dan kesadaran terenggut alkohol, mereka bersekongkol menenteng maut ke ruang publik.

"Jadi aksi mereka memang sudah direncanakan dengan bersama-sama membawa senjata tajam. Kemudian menuju ke TKP, kemudian secara random, mereka ada orang yang lewat ya langsung mereka melakukan aksi untuk melukai siapapun yang lewat di TKP tersebut," ungkapnya.

Dua bilah senjata tajam yang digunakan untuk merobek wajah korban kini berjajar kaku di meja barang bukti kepolisian.

"Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu satu bilah celurit, dan satu bilah kerambit," lanjutnya.

Penyidik memastikan aksi berdarah di gerbang masuk Soreang ini bukan pembegalan bermotif ekonomi. Dompet, sepeda motor, maupun telepon genggam korban tak disentuh sedikit pun.

"Ya, sampai saat ini motifnya mereka random ingin melukai orang-orang yang lewat di lokasi, ya," bebernya.

Aksi tersebut murni kejahatan jalanan nir-nurani yang sengaja diproduksi untuk menabur rasa ngeri bagi masyarakat yang melintas.

"Jadi, tidak ada barang yang diambil. Jadi, memang mereka ingin menebarkan rasa takut kepada para pengendara yang lewat melalui jalan di TKP tersebut," tambahnya.

Catatan kelam para tersangka kian mempertegas tabiat kekerasan mereka di jalanan. Dua dari tiga pria yang diamankan merupakan residivis kambuhan yang belum lama menghirup udara bebas satu sempat mendekam karena perkara obat-obatan terlarang, sementara lainnya pernah dipenjara akibat kasus perkelahian.

"Iya dari tiga tersangka, dua diantaranya adalah residivis," bebernya.

Pesta miras yang berakhir dengan teror darah di Gapura Soreang itu kini resmi mengantarkan Otot, Asko, dan YFM kembali ke dinginnya lantai sel tahanan. Polisi menjerat ketiganya dengan pasal 262 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pidana, dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads