Toyota makin serius mengembangkan mesin hybrid. Di tengah popularitas mobil listrik yang terus meningkat, pabrikan Jepang itu justru menyiapkan generasi terbaru mobil hybrid dengan konsumsi bahan bakar yang diklaim jauh lebih irit!
Toyota menjanjikan teknologi hybrid terbarunya bisa menghemat konsumsi BBM hingga 15% dibandingkan model saat ini. Teknologi tersebut akan mengandalkan mesin bensin 1.500 cc empat silinder segaris yang dirancang khusus untuk mendukung elektrifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesin 1.5 liter naturally aspirated (NA) itu nantinya menggantikan mesin 1.500 cc tiga silinder dan 1.800 cc empat silinder yang digunakan Toyota saat ini. Mesin tersebut juga dirancang untuk bisa digunakan pada sistem hybrid maupun plug-in hybrid (PHEV).
Toyota Hybrid. Foto: Doc. Toyota |
Toyota memastikan, peningkatan efisiensi tak hanya berasal dari mesin baru. Motor listrik yang lebih ringan dan ringkas juga akan membantu mengurangi bobot keseluruhan sistem penggerak. Selain itu, Toyota mengoptimalkan gesekan mekanis, manajemen panas, kehilangan energi listrik, hingga hambatan aerodinamika kendaraan.
Selain mesin 1.500 cc, Toyota juga menyiapkan mesin 2.000 cc empat silinder yang lebih bertenaga. Kedua mesin generasi terbaru itu diperkirakan mulai dipasarkan pada tahun depan.
Dikutip dari Auto News, Toyota memperkirakan bisa meraup pendapatan hingga US$ 1,7 miliar atau nyaris Rp 30 triliun per tahun dari penjualan sistem penggerak hybrid generasi terbaru kepada produsen otomotif lain. Subaru dan Mazda berpotensi menjadi pelanggan, mengingat keduanya telah menjalin kerja sama powertrain dengan Toyota.
Satu Platform untuk Hybrid dan Mobil Listrik
Toyota Hybrid. Foto: Doc. Toyota |
Toyota juga menyiapkan strategi platform multi-pathway untuk kendaraan generasi berikutnya. Melalui strategi ini, mobil hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni (EV) akan dikembangkan menggunakan satu platform yang sama.
Menurut Toyota, penggunaan platform bersama bisa menekan biaya pengembangan sekaligus meningkatkan efisiensi produksi. Pabrikan juga bisa lebih fleksibel menyesuaikan komposisi produksi berdasarkan permintaan pasar.
Toyota memastikan penggunaan satu platform tidak akan mengorbankan karakter masing-masing kendaraan. Versi hybrid dan listrik murni diklaim tetap memiliki ruang kabin serta siluet bodi yang sama.
Menariknya, kemasan mesin dan sistem hybrid yang lebih ringkas memungkinkan desain kap mesin lebih rendah. Hal ini memberikan keleluasaan bagi desainer untuk menciptakan proporsi kendaraan yang lebih dinamis.
























































