Polisi mengamankan sopir Innova pelaku tabrak lari yang menewaskan pemotor di Ketandan, Banguntapan, Bantul. Kepada polisi, pria inisial H (41) itu mengungkap alasannya memilih kabur.
"Terhadap yang bersangkutan sudah kami ambil keterangan, mengaku dalam kondisi sadar, tidak mengantuk. Namun demikian, kondisinya panik karena setelah terjadi benturan itu banyak masyarakat mendatangi," kata Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Ritma Jayanti kepada wartawan di Polres Bantul, Sabtu (31/20/2026) sore.
Pengemudi mobil Toyota Innova bernomor polisi B 1845 WZ mengaku hendak mencari tempat sepi. Namun, H akhirnya dikejar warga dan berhasil diamankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang bersangkutan mengaku panik sehingga berusaha mencari tempat yang lebih sepi awalnya. Mencari tempat yang lebih aman, seperti itu," ujarnya.
"Tapi akhirnya kejar-kejaran dengan warga. Untuk itu kami juga sangat mengucapkan terima kasih sekali kepada warga masyarakat yang mungkin tadi malam kebetulan ada di TKP, sekitar TKP ataupun yang membantu mengamankan yang bersangkutan," ucapnya.
Diketahui, H menabrak pemotor di Jalan Wonosari hingga tewas pada Jumat (30/10) pukul 20.00 WIB. Korban adalah pria pengendara Honda Beat bernomor polisi AB 4471 BX berinisial NA (24).
Tabkrakan terjadi saat H bermaksud belok ke kanan atau ke arah utara dari timur. Namun H melewati marka dan masuk ke jalur berlawanan hingga menabrak NA.
Usai menabrak NA, H kabur hingga dikejar warga sampai Gedongkuning. Meski sudah diperiksa, H masih berstatus saksi.
"Kalau untuk sampai dengan kami bertemu dengan rekan-rekan, statusnya masih sebagai saksi karena kami masih perlu melengkapi keterangan saksi-saksi yang di TKP belum hadir semua," katanya.
"Tapi setelah semuanya sudah lengkap, apabila alat bukti sudah terpenuhi, kami lakukan gelar perkara untuk proses selanjutnya," lanjut Ritma.

































































