Kulit buah dan sisa sayuran tak harus langsung dibuang ke tempat sampah. Bahan organik tersebut bisa diolah menjadi eco enzyme melalui proses fermentasi dengan campuran gula dan air.
Pembuatan eco enzyme kerap diperkenalkan sebagai salah satu cara memanfaatkan sampah organik rumah tangga. Bahan-bahannya relatif mudah ditemukan, tetapi proses pembuatannya membutuhkan takaran yang tepat dan waktu fermentasi yang cukup.
Lantas, bagaimana cara membuat eco enzyme di rumah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan untuk Membuat Eco Enzyme
Bahan dasar eco enzyme terdiri dari sisa buah dan sayuran, gula atau molase, serta air. Gula dapat menggunakan gula merah atau molase (tetes tebu) sesuai bahan yang tersedia.
Sisa buah dan sayuran yang digunakan sebaiknya masih segar. Hindari bahan yang sudah busuk, keras, makanan yang telah dimasak, serta sisa bahan hewani.
Berikut bahan dan perlengkapan yang perlu disiapkan:
- 5 jenis bahan organik (kulit buah atau potongan sayuran segar).
- Gula atau molase.
- Air.
- Wadah plastik yang bersih dan diutamakan bermulut lebar.
- Kenali Takaran Eco Enzyme 1:3:10
Salah satu panduan yang banyak digunakan dalam pembuatan eco enzyme adalah perbandingan 1:3:10. Artinya, satu bagian gula atau molase dicampur dengan tiga bagian sisa buah dan sayuran serta sepuluh bagian air.
Sebagai contoh, jika menggunakan 300 gram gula atau molase, bahan organik yang dibutuhkan sekitar 900 gram dan air sebanyak 3 liter.
Takaran tersebut merupakan panduan berdasarkan berat gula dan bahan organik serta volume air. Pastikan masih tersedia ruang kosong di dalam wadah karena proses fermentasi dapat menghasilkan gas.
Cara Membuat Eco Enzyme di Rumah
Setelah bahan dan perlengkapan tersedia, proses pembuatan dapat dilakukan melalui tahapan berikut.
1. Siapkan bahan organik
Potong kulit buah dan sisa sayuran menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah dimasukkan ke dalam wadah. Gunakan bahan yang masih segar dan tidak tercampur sisa makanan matang atau bahan hewani.
2. Larutkan gula atau molase dengan air
Masukkan air dan gula atau molase ke dalam wadah yang bersih, lalu aduk hingga gula larut. Sisakan ruang kosong di bagian atas wadah untuk mengantisipasi pembentukan gas selama fermentasi.
3. Masukkan kulit buah dan sayuran
Tambahkan bahan organik sesuai perbandingan yang digunakan. Pastikan seluruh bahan terendam dalam cairan agar tidak ada bagian yang mengering di permukaan.
4. Tutup wadah dengan memperhatikan pembentukan gas
Gunakan wadah yang sesuai untuk fermentasi. Jangan mengisi wadah hingga penuh atau menutupnya secara kaku tanpa memperhitungkan tekanan gas. Gas yang menumpuk dapat menyebabkan wadah menggembung, bocor, atau pecah.
Ikuti panduan fermentasi yang aman untuk jenis wadah yang digunakan. Hindari membuka wadah secara tiba-tiba ketika tekanan diduga telah menumpuk.
5. Simpan dan tunggu proses fermentasi
Simpan wadah di tempat bersuhu ruang yang terlindung dari sinar matahari langsung. Lama fermentasi yang umum digunakan dalam panduan eco enzyme adalah minimal tiga bulan atau sekitar 90 hari.
Selama proses berlangsung, perhatikan kondisi wadah dan pastikan tidak terjadi kebocoran. Jangan mencicipi cairan hasil fermentasi untuk memeriksa keberhasilannya.
Karakteristik hasil fermentasi dapat dipengaruhi oleh jenis bahan, takaran, kebersihan, suhu penyimpanan, dan kondisi proses. Karena itu, lama fermentasi saja tidak cukup untuk memastikan keamanan produk.
Cairan yang tampak normal atau memiliki aroma asam juga tidak otomatis bebas dari kontaminasi. Jika muncul pertumbuhan jamur yang tidak dikenali, bau busuk menyengat, atau tanda kerusakan wadah, maka proses fermentasi dapat dikatakan gagal dan tidak dapat digunakan.
Simak Video "Video: Budidaya 'Belatung' Maggot untuk Bersih-bersih Sampah Organik"
[Gambas:Video 20detik](amf/up)


























































