Kualitas udara di Kota Palembang, kembali memburuk pada Sabtu (31/10/2026). Setelah sehari sebelumnya berada pada kategori sedang sepanjang hari, kualitas udara Palembang kini masuk kategori tidak sehat. Tertinggi angka konsentrasi partikulat halus (PM2.5) 96,6 µg/m³.
"Berdasarkan data pemantauan kualitas udara di Stasiun PM2.5 Musi 2, kondisi udara tidak sehat sudah terjadi sejak pukul 00.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 77,3 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Sabtu (31/10/2026).
Selanjutnya, angka PM2.5 sempat turun menjadi 68,9 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB. Namun, satu jam kemudian kembali meningkat menjadi 94,6 µg/m³. Angka tersebut terus naik menjadi 96,1 µg/m³ dan 96,6 µg/m³, sebelum akhirnya turun ke angka 81,5 µg/m³.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki pagi hari, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 76,2 pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut kemudian kembali naik menjadi 79,4 µg/m³ satu jam kemudian.
"Dan pukul 08.00 WIB tadi menjadi 62,8 µg/m³. Kategorinya masih dalam status tidak sehat," ujar Wandayantolis.
Dia menyebut, kondisi ini menunjukkan kualitas udara di Palembang mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.
"Rata-rata angka PM2.5 kemarin tercatat 52,4 µg/m³ atau dalam kategori sedang, sedangkan hari ini 61,15 atau kategori tidak sehat" ungkapnya.
"Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan," imbuhnya.



























































