Wali Kota Medan Rico Waas menceritakan pengalaman seorang warga yang ingin berobat namun ditolak oleh salah satu rumah sakit di Medan. Ia kemudian memerintahkan Dinkes Medan untuk memanggil rumah sakit tersebut.
"Kemarin juga ada beberapa kasus laporan yang kami temukan langsung di sapa warga. Di mana seorang ibu membawa pasien, yaitu suaminya, merasa sepertinya tertolak oleh satu rumah sakit. Nah, kami langsung memanggil rumah sakit tersebut, si Ibu, anggota dewan, bersama Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasikan permasalahannya," ujar Rico saat diwawancarai di Medan, Jumat (30/10/2026).
Rico mengatakan, dari pertemuan dengan pihak rumah sakit, diketahui permasalahannya ada di komunikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku pelayanan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di Kota Medan masih harus diperbaiki. Khususnya di bagian penerimaan pasien.
"Nah, yang terpenting adalah bagaimana mengkomunikasikannya. Mengkomunikasikan dari rumah sakit kepada pasien dan sistemnya, sehingga masyarakat bisa memahami. Masyarakat dalam kondisi sakit, panik, ini kan benar-benar harus diberikan penterjemahan komunikasi bahasa yang baik. Sehingga benar-benar harus bisa dirangkul," katanya.
Menurut politisi Partai NasDem ini, petugas di rumah sakit-rumah sakit di Kota Medan masih banyak yang belum melayani dengan ramah dan komunikasi yang jelas. Ia juga menyinggung terkait perlunya pelatihan komunikasi bagi petugas di RS.
"Kadang-kadang mungkin bahasanya tidak dimengerti oleh masyarakat. Akhirnya masyarakat merasa tersakiti, gitu kan. Kok kami ditolak? Ini penting sekali pelatihan SDM ini, kami tentunya akan mengevaluasi dan juga pada rumah sakit-rumah sakit harus benar-benar bisa berkomunikasi dengan baik," ungkapnya.
Dikatakan Rico, pihaknya juga menerima masukan dari DPRD soal pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada layanan Universal Health Coverage (UHC).
"Terkait satgas atau segala apa yang kita butuhkan itu kami menerima aspirasi tersebut. Tapi pelayanan memang harus ditingkatkan. Ini yang salah satu yang perlu kita garisbawahi. Artinya manpower, ya, bagaimana SDM yang di bagian frontline-nya ini benar-benar bisa menterjemahkan pelayanannya seperti apa sih? Bagaimana sih melayani UHC? Bagaimana sih fungsi-fungsi UHC ini? Apa sih yang harus dilakukan?" pungkasnya.



























































