Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi. Pada hari ini, daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam ras turun, daging sapi, minyak goreng premium dan sederhana, gas elpiji 3 kg, telur ayam kampung, cabai keriting, cabai rawit, cabai besar, bawang merah, bawang putih naik.
Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Update Harga Sembako Sabtu 31 Oktober 2026
Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Sabtu 31 Oktober 2026 pukul 09.43 WIB, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.
- Beras Premium: Rp 15.064/kg
- Beras Medium: Rp 13.076/kg
- Gula Kristal Putih: Rp 17.511/kg
- Minyak Goreng Curah: Rp 20.405/kg
- Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 22.325/liter
- Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 19.147/liter
- Minyak Goreng Minyakita: Rp 15.886/liter
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp 135.961/kg
- Daging Ayam Ras: Rp 34.631/kg
- Daging Ayam Kampung: Rp 67.223/ekor
- Telur Ayam Ras: Rp 23.621/kg
- Telur Ayam Kampung: Rp 46.409/kg
- Susu Kental Manis (Bendera): Rp 12.272 (370 gr/kl)
- Susu Kental Manis (Indomilk): Rp 12.257 (370 gr/kl)
- Susu Bubuk (Bendera): Rp 41.591 (400 gr/dos)
- Susu Bubuk (Indomilk): Rp 40.528 (400 gr/dos)
- Jagung Pipilan Kering: Rp 8.182/kg
- Garam Bata: Rp 2.033/buah
- Garam Halus: Rp 9.565/kg
- Cabai Merah Keriting: Rp 45.277/kg
- Cabai Merah Besar: Rp 36.122/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 53.721/kg
- Bawang Merah: Rp 28.070/kg
- Bawang Putih (Sinco/Honan): Rp 28.604/kg
- Gas Elpiji 3 Kg: Rp 20.177
Berdasarkan harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, yang mengalami penurunan signifikan hanya daging ayam ras turun Rp 1.038 atau 2,91 persen dan daging ayam kampung turun Rp 2.856 atau 4,08 persen, telur ayam ras turun Rp 105 atau 0,44 persen.
Sementara itu, daging sapi paha belakang naik Rp 1.180 atau 0,88 persen, minyak goreng kemasan premium naik Rp 300 atau 1,36 persen, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 318 atau 1,69 persen, dan gas elpiji 3 kg naik Rp 315 atau 1,59 persen.
Kemudian, telur ayam kampung naik Rp 635 atau 1,39 persen, cabai keriting naik Rp 1.349 atau 3,07 persen, cabai besar naik Rp 522 atau 1,47 persen, dan cabai rawit naik Rp 222 atau 0,41 persen, bawang merah naik Rp 363 atau 1,31 persen, bawang putih naik Rp 177 atau 0,62 persen.
Faktor Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.
- Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
- Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
- Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
- Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
- Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
- Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
- Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.
Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.
(irb/hil)























































