Jack Miller mengungkap 19 rider MotoGP ogah balapan di Qatar karena khawatir akan keamanan terkait konflik di Timur Tengah.
MotoGP Qatar berlangsung pekan depan. Kendati demikian, hampir semua rider disebut menolak untuk mengikuti balapan di Sirkuit Losail tersebut. Rider Pramac Yamaha Jack Miller mengungkap, 19 dari total 22 rider MotoGP menentang keikutsertaan mereka di MotoGP Qatar pekan depan. Dia juga menuding penyelenggara tak bisa menangani kekhawatiran para pebalap terkait keamanan bila balapan terus berjalan di tengah konflik panas di Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miller bilang, para pebalap telah menyampaikan sikapnya dengan jelas dan menuntut agar pihak yang penyelenggara bertanggung jawab atas keputusan tersebut.
"Saya tidak ingin pergi (ke Qatar)," ucap Miller sembari menjelaskan ada 19 pebalap dengan pendapat serupa, demikian dikutip Grande Premio.
Menurut Miller, situasi saat ini tak cocok untuk menggelar ajang olahraga internasional berskala besar. Dia juga menjelaskan bahwa para pebalap telah berusaha menunjukkan sikap kompak selama pembahasan dengan pihak penyelenggara kejuaraan. Kekhawatiran pebalap itu tak cuma mencakup pebalap itu sendiri, tapi juga mekanik, insinyur, dan staf lain yang harus berangkat ke Qatar.
Rider asal Australia itu menekankan bahwa keberatannya tak ditujukan khusus untuk Qatar, melainkan kondisi regional yang tidak stabil. Ditambah lagi, lokasi dan jadwal kegiatan MotoGP sudah diketahui publik. Para pebalap sudah meminta jaminan terkait evakuasi, dukungan medis, hingga asuransi jika situasi keamanan memburuk. Namun, Miller berpendapat bahwa perlindungan finansial tak serta merta menggantikan tanggung jawab penyelenggara dalam memutuskan keberlangsungan balapan di Qatar.
Di sisi lain, para pebalap juga dapat menghadapi sanksi finansial jika menolak untuk berpartisipasi, sehingga berpotensi berdampak pada tim. Pernyataan Miller itu muncul sebelum Yamaha mengumumkan tidak akan ikut serta dalam MotoGP Qatar.
Pabrikan asal Jepang itu mengungkap pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh perusahaan terhadap situasi di Timur Tengah. Keputusan itu berlaku untuk tim pabrikan dan satelit Yamaha. Dengan demikian empat motor Yamaha akan absen di MotoGP.
Menanggapi hal itu, MotoGP menyatakan kekecewaannya dan memperingatkan bahwa penarikan diri Yamaha bisa diganjar sanksi. Meski begitu, belum diumumkan potensi sanksi yang dimaksud karena semua keputusan berada di bawah kewenangan FIM.






















































