Kawasan Jakarta Timur mulai dilirik sebagai salah satu alternatif pengembangan bisnis dan properti di wilayah ibu kota. Ketersediaan infrastruktur, akses transportasi, serta pengembangan kawasan terpadu menjadi sejumlah faktor yang dinilai dapat mendukung pertumbuhan wilayah tersebut.
Perkembangan ini turut mendorong pengembang properti untuk tidak hanya menawarkan hunian, tetapi juga menyediakan kawasan komersial dan fasilitas pendukung aktivitas bisnis. Konsep kota mandiri pun menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan kawasan di koridor timur Jakarta.
Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jakarta Timur, Alfian Dani, menilai koridor timur Jakarta memiliki peluang untuk menjadi kawasan yang kompetitif dalam menarik investasi baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koridor timur Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Di wilayah ini, Jakarta Garden City menjadi salah satu kawasan terpadu yang mempunyai potensi berkembang lebih pesat lagi ke depannya, karena ketersediaan infrastruktur lengkap, aksesibilitas mudah dan memiliki sarana transportasi yang baik, sehingga pengembangan produk residensialnya juga makin beragam," kata Alfian dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Alfian mencontohkan, salah satu kawasan yang memiliki potensi tersebut adalah Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, Jakarta Timur. Kawasan seluas 370 hektare ini dikembangkan dengan mengintegrasikan area hunian, komersial, dan berbagai fasilitas pendukung.
Potensi pengembangan kawasan tersebut juga menjadi latar belakang kerja sama strategis antara APINDO dan PT Modernland Realty Tbk selaku pengembang Jakarta Garden City. Kerja sama ini mencakup pengembangan potensi bisnis, perluasan jejaring usaha, serta penciptaan nilai tambah bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
Direktur Sales dan Marketing PT Modernland Realty Tbk, Jonson Lim, mengatakan APINDO memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha dan meningkatkan daya saing pelaku bisnis nasional.
"Hal ini sejalan dengan komitmen Jakarta Garden City dalam membangun kemitraan strategis, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung pertumbuhan aktivitas bisnis di kawasan," tuturnya.
Pengembangan kawasan terpadu menjadi salah satu strategi pengembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak hanya mencari tempat tinggal, tetapi juga kemudahan mengakses fasilitas sehari-hari.
Kerja sama Apindo dan Modernland Realty Foto: Kerja sama Apindo dan Modernland Realty |
Jonson menambahkan,i Jakarta Garden City, pengembangan dilakukan dengan menggabungkan kawasan residensial dan komersial. Keberadaan fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, hingga layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem kawasan.
Dari sisi lingkungan, pengembang menyebut lebih dari 30% area Jakarta Garden City dialokasikan untuk ruang terbuka hijau. Area tersebut mencakup taman komunitas, danau buatan, jalur sepeda, serta koridor hijau yang menghubungkan sejumlah klaster hunian.
Pengembangan ruang terbuka hijau menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam perencanaan kawasan. Selain menjadi ruang aktivitas warga, keberadaannya juga menjadi bagian dari penataan lingkungan di kawasan perkotaan.
Alfian menilai konsep kawasan terintegrasi dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan menjajaki potensi bisnis di Jakarta Timur dan sekitarnya.
"Kerja sama strategis antara APINDO & Jakarta Garden City diharapkan membawa banyak dampak positif khususnya bagi pelaku usaha, seperti saat ini yang hadir kurang lebih 100 anggota yang bisa merasakan optimisme dan manfaat langsung dari kerjasama yang terjalin," pungkas Alfian.
Jonson menambahkan, pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada penjualan unit properti, tetapi juga memperhatikan tata ruang, lanskap hijau, dan perencanaan jangka panjang.
"Saat banyak township lain berorientasi profit jangka pendek, JGC tampil sebagai kawasan yang dibangun pelan-pelan dengan kesadaran penuh terhadap pentingnya lingkungan, ruang publik, perencanaan jangka panjang, menjadi kota berkelanjutan yang hidup, hingga sebuah ekosistem urban yang terus berkembang," tutup Jonson.






























































