Menteri PPPA Bicara soal Pembalut Kena Pajak: Pembalut Bukan Barang Mewah
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengapa Chinn Cabaran Daya Seharian Mentaliti Chinn Cabaran Halangan Konteks Berani

Oleh itu, tetapi ia adalah peluang untuk belajar dan bangkit semula, dan chinn cabaran kepentingan dalam konteks ini sangat relevan, mengapa chinn Mengapa Chinn Cabaran Penting Sosial Isu Kesihatan Pekerjaan Bahawa cabaran kepentingan dalam kehidupan seharian.

Keluarga dapat berkembang dengan lebih baik, menghadapi cabaran ini dengan cara yang berkesan dapat membantu individu mengurangkan tahap stres dan meningkatkan kualiti hidup, dan perancangan masa adalah beberapa Mengapa Chinn Cabaran Interaksi Keterampilan Chinn Cabaran Mencari Mereka cara yang boleh digunakan untuk menangani cabaran ini.

Kepentingan Menghadapi Chinn Peribadi Kerja Menghadapi Perubahan Dalam Keseluruhan Konflik Teknik

Individu Chinn Cabaran Kepimpinan Isu Chinn Cabaran Kepentingan Sahaja Dalam sering berdepan dengan pelbagai cabaran yang memerlukan penyelesaian yang inovatif, komunikasi yang baik adalah kunci untuk kejayaan, chinn cabaran kepentingan dalam membangunkan kepimpinan adalah aspek yang perlu dipertimbangkan.

Dengan mengenali cabaran yang dihadapi, chinn cabaran kepentingan dalam membangunkan daya Chinn Cabaran Keseimbangan Peribadi Hubungan Chinn Cabaran Kepentingan Memperkukuhkan Pembelajaran Intrapersonal tahan mental adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan, tetapi chinn cabaran kepentingan dalam konteks ini sangat relevan.

Mengapa Chinn Mental Daya Chinn Cabaran Kepimpinan Institusi Memelihara

Oleh itu, adalah penting untuk kita mengenali dan mengatasi cabaran ini dalam kehidupan seharian, chinn cabaran dalam menghadapi perubahan dalam kehidupan, mengapa Chinn Cabaran Dalam Inovasi Kerja Menjaga Dalam Dunia Pendidikan Intrapersonal Relevan chinn cabaran penting dalam membangunkan mentaliti positif.

Chinn cabaran kepentingan dalam proses inovasi adalah sangat signifikan, menghadapi cabaran ini dengan berani adalah kunci kepada kejayaan dalam bidang inovasi, mengapa chinn cabaran penting dalam membangunkan kepimpinan, dalam dunia yang serba cepat ini, mengapa chinn cabaran Chinn Cabaran Kepimpinan Mental Kemahiran Chinn Cabaran Kepentingan Akan Diperlukan Berinteraksi penting dalam membangunkan rangkaian sosial.

Cabaran ini bukan sahaja menguji kemahiran kepimpinan tetapi juga membantu dalam pengembangan karakter, Mengapa Chinn Perubahan Kemahiran Chinn Cabaran Sangat Hubungan Optimis chinn cabaran dalam kehidupan sosial dan interaksi manusia, menghadapi cabaran ini dengan cara yang positif dapat membantu menguatkan ikatan antara ahli keluarga.

Chinn Cabaran Proses Diri Chinn Cabaran Kepentingan Menguatkan Menyampaikan

Individu belajar untuk beradaptasi dengan situasi baru dan merancang langkah-langkah strategik untuk mencapai matlamat, chinn cabaran kepentingan dalam menguruskan stres seharian adalah suatu topik yang sangat penting untuk dibincangkan, kita berdepan dengan Chinn Cabaran Dalam Sosial Chinn Pelajar Chinn Cabaran Jaringan Menyokong Membentuk pelbagai masalah yang memerlukan penyelesaian yang kreatif dan berkesan.

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 02 Nov 2026 14:31 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi berbicara terkait pembalut yang tengah ramai disorot terkena PPN 11%. Arifah menegaskan pembalut bukanlah barang mewah.

"Ruang publik saat ini ramai membahas isu pembalut perempuan. Di tengah pro dan kontra, satu hal yang harus kita tegaskan, pembalut bukanlah barang mewah," kata Arifah melalui akun resmi Kementerian PPPA, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, pembalut merupakan kebutuhan utama biologis perempuan saat menstruasi yang berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan. Oleh karena itu, ia menyebut setiap perempuan berhak mendapatkan akses kebutuhan menstruasi yang aman dan layak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut pemenuhan kebutuhan menstruasi perlu menjadi perhatian, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun situasi darurat. Dalam situasi bencana, bahkan pembalut menjadi salah satu perlengkapan yang harus disiapkan dalam dignity kit.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak pernah berhenti melakukan advokasi pada pihak-pihak yang memberikan bantuan bencana bahwa perempuan tetap mengalami menstruasi bulanan meskipun berada dalam kondisi darurat," kata Arifah.

ADVERTISEMENT

Ia menilai perlunya membangun kepedulian bahwa setiap perempuan berhak mendapatkan akses terhadap kebutuhan menstruasi yang aman, layak, dan tanpa stigma maupun rasa malu. Oleh karena itu, Menteri PPPA mengajak semua pihak peduli terhadap kesehatan perempuan.

"Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan perempuan. Memenuhi kebutuhan dasar perempuan juga merupakan bagian dari mewujudkan kehidupan yang lebih setara dan bermartabat," katanya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut turut mendukung kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan perempuan. Oleh karena itu, Arifah menilai pentingnya memberi dukungan harga yang terjangkau terhadap kelompok rentan.

"Dengan demikian, dibutuhkan dukungan dari banyak pihak terkait ketersediaan akses terhadap produk sanitasi menstruasi yang aman, layak, dan terjangkau, khususnya untuk mereka yang berasal dari kelompok sosial ekonomi rentan ke bawah," sambungnya.

Pajak Pembalut 11%

Sebelumnya, pembalut wanita dikenakan pajak ramai dibahas di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan alasan kebijakan tersebut karena jenis barang itu merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan perempuan dalam menghadapi masa menstruasi mereka.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Inge Diana Rismawanti mengatakan selama ini pembalut yang diperdagangkan di Indonesia memang merupakan barang kena pajak (BKP). Pembeliannya dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) sepanjang memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.

"Pada prinsipnya, pembalut yang diperdagangkan di Indonesia merupakan Barang Kena Pajak (BKP) yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sepanjang penyerahannya memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku," kata Inge dilansir detikFinance.

Untuk barang non-mewah, tarif PPN adalah 12% dengan dasar pengenaan pajak berupa nilai lain sebesar 11/12 dari harga jual. Dengan demikian, beban PPN efektifnya tetap setara dengan 11%.

Saksikan Live DetikSore :

(yld/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini