Ayam Goreng Suharti punya sejarah panjang sejak 1956. Mulai dari kisah perjuangan Suharti, hubungan dengan Mbok Berek, hingga perpecahan bisnisnya.
Ayam goreng menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia. Salah satu yang namanya sudah dikenal luas adalah Ayam Goreng Suharti asal Yogyakarta.
Namun, terbaru, kabar duka datang dari pemilik pemilik asli restoran ayam goreng ini. Ibu Hj Suharti dikabarkan meninggal dunia pada usia 86 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jauh sebelum bisnisnya populer, Suharti bekerja keras sejak muda membangun usahanya. Ia berjualan keliling hingga akhirnya punya restoran yang tersebar di seluruh Indonesia.
Berikut ini 5 fakta Ayam Goreng Suharti:
Jauh sebelum memiliki restoran atas namanya sendiri, Hj. Suharti berjualan ayam goreng dengan cara berkeliling. Foto: Instagram @ayamgorengsuhartioffcial |
1. Berawal dari Jualan Keliling
Sebelum memiliki restoran besar, Suharti memulai usahanya dengan berjualan ayam goreng keliling. Perjalanan bisnisnya dimulai sekitar 1956 saat usianya 26 tahun.
Saat itu, Suharti berjualan menggunakan sepeda tua dengan membawa bakul besar berisi ayam goreng. Ia menawarkan dagangannya dari Yogyakarta hingga Surakarta.
Dalam merintis usaha tersebut, Suharti dibantu oleh sang ayah. Ia juga memanfaatkan keterampilan memasak yang dipelajari dari rumah makan keluarganya.
2. Keturunan Mbok Berek
Nama Suharti ternyata memiliki hubungan erat dengan sejarah ayam goreng legendaris Yogyakarta. Ia merupakan cucu dari Mbok Berek, sosok terkenal dalam bisnis ayam goreng.
Suharti sempat mempelajari cara membuat ayam goreng berbumbu khas keluarganya. Pengetahuan tersebut kemudian menjadi bekal untuk membangun usaha sendiri.
Meski berasal dari keluarga pengusaha kuliner, Suharti tidak sekadar mengandalkan nama besar keluarganya. Ia memilih merintis bisnis sendiri dari berjualan keliling.
3. Bisnis Pertamanya Justru Ayam Goreng Mbok Berek
Setelah menikah dengan Syahlan pada 1961, usaha Suharti semakin berkembang. Sang suami turut membantu mengembangkan bisnis ayam goreng yang dirintisnya.
Pada 1968, keduanya membeli tanah seluas sekitar 900 meter persegi di Maguwoharjo, Yogyakarta. Lokasi tersebut kemudian digunakan untuk membangun rumah makan.
Rumah makan itu mulai beroperasi sekitar 1972 dengan nama Ayam Goreng Mbok Berek. Namun, Suharti akhirnya memilih memakai namanya sendiri sebagai identitas usaha.
Bisnisnya sempat mengalami pecah kongsi. Foto: Istimewa |
4. Bisnisnya Pecah Kongsi
Suharti dan Syahlan sempat membangun bisnis ayam goreng bersama selama bertahun-tahun. Namun, perjalanan rumah tangga keduanya akhirnya berujung perpisahan.
Setelah berpisah, bisnis ayam goreng mereka berkembang menjadi dua merek berbeda. Suharti mengelola Ayam Goreng Suharti, sementara Syahlan menjalankan Ayam Goreng Ny. Suharti.
Kondisi ini membuat masyarakat mengenal dua restoran dengan nama hampir serupa. Keduanya memiliki perjalanan bisnis yang berawal dari usaha bersama.
5. Mengganti Logo dengan Wajahnya
Salah satu ciri khas Ayam Goreng Suharti adalah logo bergambar wajah seorang perempuan. Gambar tersebut merupakan foto Suharti sendiri.
Pemilihan foto tersebut bukan tanpa alasan. Suharti ingin memiliki identitas usaha yang berbeda dan tidak mudah ditiru oleh pihak lain.
Pada 1992, Suharti memperoleh hak atas nama usaha Rumah Makan Ayam Goreng Suharti. Logo wajahnya kemudian menjadi salah satu identitas yang mudah dikenali pelanggan. Sedangkan Ayam Goreng Ny. Suharti menggunakan potret ayam goreng sebagai logonya.
Namun, dilansir dari akun Instagram ayamgorengsuhartiofficial (16/5), kini usaha Ayam Goreng Suharti dan Ayam Goreng Ny. Suharti berada di bawah manajemen yang sama. Manajemen tersebut terdiri dari anak-anak hasil pernikahan Suharti dan Syahlan.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik](dfl/adr)
d’foodspot Review
Ulasan lengkap rekomendasitempat makan untukmu































































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan