Di Balik Asap Ogan Ilir: Kisah Para Penjaga Api di Garis Depan Karhutla
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sumatera Selatan

Kepentingan Tanya Soalan Menguasai Keyakinan Permainan Percakapan Bahasa Yang Lagu Tahap

Pelajar yang terlibat dalam perbualan aktif lebih cenderung untuk memahami dan mengingat maklumat, mencari rakan berbicara adalah langkah penting dalam latihan percakapan bahasa, proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan menarik, umpan balik adalah elemen Menggunakan Teknologi Tanya Positif Media Kemahiran Pendengaran Konteks Mendengar Dibincangkan penting dalam latihan percakapan bahasa.

Dengan pendekatan yang kreatif, pelajar Kepentingan Tanya Soalan Pelbagai Memupuk Mencari Topik Menarik Kuiz Suasana Beberapa dapat belajar dengan cara yang lebih santai dan menyeronokkan, pertama, selain itu, mencapai kejayaan dalam percakapan juga memberikan kepuasan dan motivasi untuk terus belajar.

Mengatasi Ketidakpastian Menggunakan Pendengaran Positif Bahan Bacaan Yang Kerana Perkembangan

Dengan masa dan latihan, dengan memanfaatkan teknologi, oleh itu, mencuba untuk berbicara dengan tenang dan tidak terburu-buru Peranan Percakapan Alat Kemahiran Menguasai Mencari Rakan Berbicara Memahami Kepada adalah kunci untuk mengatasi rasa cemas, menjadikannya aset berharga di mana sahaja.

Melalui perbualan, kemahiran percakapan yang baik membantu pelajar dalam pembentangan Kesan Positif Umpan Positif Media Sosial Soalan Menonton dan kerja kumpulan, menjadikannya sesuai untuk semua peringkat, kemahiran ini juga membantu dalam membina rangkaian profesional yang kuat, sebutan, ia membolehkan individu berkomunikasi dengan rakan sekerja.

Menggunakan Teknologi Untuk Untuk Bagaimana Meningkatkan Percakapan Aset Asli

Selain itu, tatabahasa, pelajar boleh mendengar podcast, pelajar akan dapat mengatasi cabaran dan meningkatkan kemahiran percakapan mereka, mengambil masa untuk berlatih sebelum berinteraksi dengan penutur asli juga boleh membantu, ini sangat Bahan Bacaan Kepentingan Pendidikan Menanya Soalan Adalah Cemas Pembentangan penting dalam dunia yang semakin globalisasi.

Oleh itu, oleh itu, permainan seperti Mengatasi Ketidakpastian Dalam Pelbagai Teknologi Bahan Bacaan Memastikan Baru teka-teki bahasa, tetapi terdapat cara untuk mengatasinya, mencari rakan belajar atau mentor untuk berlatih bersama boleh meningkatkan motivasi, melalui percakapan, apabila individu merasa selesa bercakap dalam bahasa yang ingin dipelajari.

Dan majalah dalam bahasa yang ingin dipelajari memberikan pendedahan kepada pelbagai gaya dan konteks bahasa, dalam pembelajaran bahasa, pelajar akan melihat peningkatan dalam kemahiran percakapan mereka, percakapan bahasa adalah aspek Bagaimana Percakapan Bahasa Pendengaran Interaktif Ketidakpastian Dalam Percakapan Serta Seperti kritikal dalam pendidikan kerana ia merangsang kemahiran komunikasi pelajar.

Kepentingan Umpan Balik Baru Media Percakapan Bahasa Adalah Mengikuti Menggunakan

Ini seterusnya membina keyakinan dalam kemahiran komunikasi mereka, Peranan Percakapan Dalam Teknologi Permainan Percakapan Bahasa Dilatih Ayat terdapat pelbagai platform dalam talian dan kumpulan komuniti yang boleh membantu mencari rakan berbicara, dalam era digital ini, kuiz, percakapan bahasa adalah alat yang kuat untuk memupuk hubungan sosial.

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 31 Okt 2026 17:30 WIB
Manggala Agni saat memadamkan api di taman Sriwijaya Ogan Ilir
Foto: (Foto: Pertamina)
Ogan Ilir -

Helm dan masker perlahan dilepas Hermansyah. Keringat membasahi pakaian yang dikenakannya setelah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Bersama rekan-rekannya, petugas Manggala Agni itu baru saja menyelesaikan pekerjaan di lokasi kebakaran. Mereka kemudian beristirahat di dalam tenda untuk memulihkan tenaga sebelum kembali menghadapi medan.

Di tengah waktu istirahat tersebut, Hermansyah mengambil handphone. Bukan untuk memeriksa pekerjaan, melainkan menghubungi orang-orang yang selalu dirindukannya di rumah, yakni istri dan ketiga anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panggilan video tersambung. Kepada anak-anaknya, Hermansyah menanyakan apakah mereka sudah makan dan sedang melakukan apa dan apakah hari ini sekolah atau tidak. Sementara kepada istrinya, dia menanyakan kabar serta masak apa hari ini untuk anak - anak.

Hermansyah juga bercerita tentang kegiatannya selama bertugas. Kesempatan seperti itu selalu dimanfaatkannya. Setiap kali selesai memadamkan api dan memiliki waktu luang, dia berusaha menghubungi keluarga.

ADVERTISEMENT

Percakapan mereka mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi seorang petugas yang harus menghabiskan waktu jauh dari rumah, kabar tentang keluarga menjadi penguat di tengah pekerjaan yang penuh risiko.

Sudah sekitar 25 tahun Hermansyah ini mengabdikan diri sebagai petugas Manggala Agni. Selama itu pula, dia terbiasa menjalani tugas di berbagai daerah, meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Rasa rindu, selalu ada. Tapi namanya tugas, sudah kewajiban. Di rumah juga wajib, di tugas ini kita wajib juga jadi semuanya wajib," kata Hermansyah warga Sarolangun, Jambi.

Bagi Hermansyah, menghadapi karhutla bukan sekadar menyiram api yang terlihat. Terutama ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Api bisa saja tampak padam di permukaan, tetapi bara masih bertahan di bawah tanah.

Karena itu, pekerjaan petugas tidak selesai hanya dengan menghilangkan kobaran api. Mereka harus memastikan bagian gambut yang terbakar benar-benar basah dan tidak menyisakan titik panas.

"Kalau masih ada asap, pasti masih ada api di bawah. Harus mati total. Tidak bisa kita tinggal," ungkapnya.

Hermansyah menjelaskan karakter kebakaran di lahan mineral berbeda dengan lahan gambut. Pada lahan mineral, api cenderung cepat menyebar sehingga petugas harus bergerak mengejar titik kebakaran.

Sementara di lahan gambut, api bisa merambat di bawah permukaan. Petugas harus menggali atau membuka bagian gambut yang terbakar, kemudian menyiramnya sampai benar-benar basah.

Proses tersebut membutuhkan kesabaran. Sebab, ketika permukaan terlihat aman, bara di bagian dalam masih berpotensi menyala kembali.

Tantangan lain datang dari angin yang berubah arah. Bunga api dapat terbawa ke pepohonan atau bagian lahan lain yang kering, kemudian memicu kebakaran baru.

Belum lagi risiko pohon dan ranting yang terbakar lalu tumbang. Hermansyah mengingat pengalaman rekan-rekannya yang pernah tertimpa kayu saat melakukan pemadaman di wilayah Bulian.

Dia sendiri mengaku belum pernah mengalami kejadian serupa. Namun, risiko tersebut membuat setiap petugas harus tetap berhati-hati selama berada di lokasi kebakaran.

"Alhamdulillah, kalau saya belum pernah. Tapi kita tetap harus hati-hati karena kondisi di lapangan tidak bisa ditebak," tuturnya.

Pengabdian selama sekitar 25 tahun membuat Hermansyah memiliki banyak pengalaman menghadapi kebakaran di berbagai wilayah. Tidak semua lokasi bisa dijangkau dengan mudah. Ada kalanya perjalanan menuju titik api justru menjadi tantangan pertama sebelum pemadaman dimulai.

Salah satu pengalaman yang masih diingatnya adalah ketika mendapat tugas ke Pulau Rupat.

Perjalanan darat menuju Dumai memakan waktu sekitar 24 jam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan kapal Roro selama kurang lebih 45 menit. Petugas kemudian harus menggunakan perahu atau tongkang kecil sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 5-6 kilometer menuju lokasi kebakaran.

Medan yang sulit tidak membuat tugas berhenti. Para petugas tetap harus mencapai lokasi dan menjalankan pekerjaan mereka.

Bagi Hermansyah, kesiapan membantu merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai petugas Manggala Agni. Dia mengatakan personel harus siap diterjunkan ke berbagai daerah ketika dibutuhkan.

"Semampu kami kalau bisa membantu, apalagi ada perintah dari atasan, kita siap membantu di mana pun. Kita tidak membedakan, karena Manggala Agni itu satu induk," katanya.

Bagi Hermansyah, pekerjaan melawan api masih menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan. Di balik helm, masker, dan pakaian yang basah oleh keringat, ada seorang suami dan ayah yang selalu berusaha menyempatkan diri menghubungi keluarganya.

Pertanyaan sederhana tentang sudah makan atau belum, sedang melakukan apa, dan bagaimana kabar di rumah menjadi penghubung di antara jarak dan kesibukan.

Setelah panggilan video berakhir, Hermansyah kembali menjalani tugasnya. Sebab, selama bara masih bersembunyi di bawah gambut, pekerjaan para petugas belum benar-benar selesai.

Di Ogan Ilir, tantangan serupa kini dihadapi para petugas yang berjibaku menangani kebakaran di sejumlah titik. Panas matahari, lahan kering, arah angin yang berubah, hingga medan yang sulit dijangkau membuat pekerjaan pemadaman tidak mudah.

Besarnya tantangan tersebut tergambar dari data BPBD Ogan Ilir. Berdasarkan catatan BPBD saat wawancara, terdapat hampir 300 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak sekitar 900 hektare.

Untuk menangani kondisi itu, BPBD menyiagakan 131 personel. Sekitar 80 orang di antaranya aktif diterjunkan ke lapangan.

Penanganan dilakukan melalui tiga pos, yakni di Rest Area Pemulutan, pos utama BPBD, dan Tanjung Raja. Personel bekerja bergantian agar penanganan kebakaran tetap berjalan.

Dalam sehari, kebakaran dapat terjadi di lima hingga enam lokasi berbeda. Kondisi itu membuat petugas harus membagi tenaga dan peralatan untuk menjangkau titik-titik yang membutuhkan penanganan.

Manggala Agni saat memadamkan api di taman Sriwijaya Ogan IlirManggala Agni saat memadamkan api di taman Sriwijaya Ogan Ilir Foto: (Foto: Pertamina)

Medan yang sulit, perubahan arah angin, serta kondisi lahan yang kering menjadi sejumlah kendala utama. BPBD menilai tambahan mobil tangki air dan mesin pemadam akan membantu memperkuat penanganan di lapangan.

Selain peralatan, ketersediaan logistik juga menjadi kebutuhan penting. Sebagian lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman sehingga petugas tidak mudah meninggalkan area untuk mencari makanan dan minuman.

Makanan, camilan, serta air minum menjadi bekal yang dibutuhkan untuk menjaga stamina selama bertugas. Jika persediaan mulai menipis, petugas di kantor berupaya mengirimkan tambahan logistik. Namun, banyaknya kejadian kebakaran membuat pengaturan pasokan tidak selalu mudah.

BPBD menerapkan sistem piket bagi personel di pos. Petugas menjalani satu hari berjaga selama 24 jam, kemudian mendapatkan waktu istirahat dua hari sebelum kembali bertugas.

Tantangan lainnya adalah paparan asap. Petugas yang terlalu lama berada di lokasi kebakaran berisiko mengalami gangguan kesehatan, mulai dari batuk hingga sesak napas.

BPBD menyebut dua personel sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan. Keduanya dilaporkan berangsur membaik dan telah kembali beraktivitas di lapangan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan melawan karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Kesehatan dan keselamatan orang-orang yang berada di garis depan juga harus menjadi perhatian.

Salah satu lokasi yang turut menghadapi ancaman karhutla adalah kawasan Kebun Raya Sriwijaya. Kepala Kebun Raya Sriwijaya, Andika Romasabutra, menjelaskan api awalnya berasal dari lahan masyarakat di luar kawasan sebelum kemudian merembet masuk.

Tim Kebun Raya Sriwijaya sempat melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, api yang terlihat padam ternyata masih menyisakan bara di bawah permukaan gambut.

Setelah bekerja hingga dini hari, personel yang kelelahan kembali ke pos. Keesokan harinya, api kembali muncul dan merembet masuk ke kawasan Kebun Raya Sriwijaya.

Kondisi lahan menjadi salah satu tantangan utama. Kedalaman gambut di lokasi diperkirakan mencapai 3-4 meter. Di dalamnya terdapat akar dan ranting mati yang belum sepenuhnya terurai menjadi tanah. Ketika kering, material tersebut dapat menjadi bahan yang mudah terbakar.

"Proses pemadaman pun tidak cukup dilakukan sekali. Petugas harus menggali bagian gambut yang terbakar, kemudian menyiramnya agar air masuk hingga ke bagian dalam,"ujarnya.

Menurut Andika, penyiraman dan pendinginan dapat dilakukan berulang kali, bahkan hingga empat sampai lima kali. Asap atau titik panas masih mungkin muncul kembali pada malam hari maupun ketika angin bertiup kencang.

Memasuki hari kelima penanganan, api di permukaan disebut telah padam. Namun, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

"Luas lahan yang terbakar juga belum dapat dipastikan karena penanganan masih berlangsung,"ucapnya.

Andika mengatakan api sempat mencapai area di sekitar bangunan dan bagian belakang kawasan. Karena itu, petugas tetap melakukan pemantauan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Sementara itu, Kepala Manggala Agni Daops Sumatera 14 Banyuasin, Mauludin, mengatakan kebakaran di kawasan Kebun Raya Sriwijaya telah berhasil dikendalikan dan dibuat sekat pembatas untuk mencegah api meluas.

Pada hari pertama dan kedua, kobaran api masih cukup besar. Memasuki hari ketiga, api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan, terutama untuk menangani titik panas dan asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Yang masih menjadi perhatian adalah api di bawah gambut. Bisa saja muncul lagi pada siang, malam, atau pagi hari," ujarnya.

Mauludin berharap seluruh personel tetap solid sehingga proses penanganan dapat berjalan maksimal. Dia memperkirakan, jika kondisi mendukung dan kerja sama tim terus terjaga, kawasan tersebut dapat diamankan dalam beberapa hari berikutnya.

Di tengah upaya pemadaman yang menguras tenaga, kebutuhan petugas tidak hanya berkaitan dengan peralatan. Kondisi kesehatan juga menjadi bagian penting agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik.

Dukungan terhadap para petugas turut datang dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Perusahaan menyalurkan bantuan ke tiga titik, yakni kantor BPBD Ogan Ilir, Kebun Raya Sriwijaya, serta Semambu, tempat masyarakat juga ikut membantu penanganan kebakaran.

Area Manager Communication dan CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto, mengatakan bantuan yang disalurkan meliputi logistik, makanan, camilan, minuman, masker, obat-obatan, dan vitamin.

Menurutnya, dukungan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi fisik personel yang setiap hari berhadapan dengan panas, asap, dan medan berat.

"Kami memaksimalkan dukungan di bidang kesehatan untuk personel. Karena kalau memang personel itu kurang sehat tentunya dalam hal pemadaman di lapangan akan sedikit terganggu," kata Rusminto.

Dukungan kesehatan juga dilakukan melalui pemeriksaan kondisi petugas dan edukasi kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu upaya untuk mengetahui kondisi personel sebelum kembali diterjunkan ke lapangan.

Jika ditemukan petugas dengan tekanan darah tinggi atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, mereka disarankan beristirahat dan tidak memaksakan diri melakukan pemadaman.

BPBD Ogan Ilir mengapresiasi bantuan tersebut. Bagi personel yang berada di lokasi terpencil, ketersediaan makanan dan minuman sangat membantu karena mereka tidak selalu bisa meninggalkan area pemadaman untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Rusminto mengatakan dukungan lanjutan akan dikoordinasikan bersama BPBD, Manggala Agni, dan pihak terkait. Kebutuhan tersebut dapat berupa vitamin, suplemen, maupun peralatan ringan sesuai kondisi di lapangan.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Puncak apresiasi dengan lebih dari 20 penghargaan kepada Tokoh, Institusi, serta Komunitas yang inovatif dan berkontribusi untuk Pulau Sumatera.

Ops Ulat Klia Bersepadu Keputusan Enjoy The Besar Ketika
`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikSumateraAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detiksumatera-awards", CbDetikSumateraAwards);

Hide Ads