Tasya Farasya sempat bikin heboh karena rumahnya yang belum setahun dihuni sudah muncul banyak retakan. Publik pun mempertanyakan siapa kontraktor yang dipercaya Tasya Farasya untuk membangun rumah tersebut.
Kontraktor tersebut adalah PT Hashimawira Bersaudara (HWB), perusahaan properti dan jasa kontraktor yang sudah beroperasi sejak 1994. Mereka melayani pengerjaan rancang bangun rumah, kantor, gedung, gudang, dan lain-lain. Selain pengerjaan fisik bangunan, kontraktor ini juga bisa melakukan desain untuk interior.
Berdasarkan pernyataan dari PT Hashimawira Bersaudara, kerja sama dengan Tasya Farasya dimulai dari Mei 2022. Pada saat itu, kontraktor diminta merenovasi rumah 2 lantai Tasya Farasya berdasarkan desain dari konsultan arsitek yang sudah disiapkan. Di tengah perencanaan tersebut, ada perubahan rencana. Rumah tersebut ingin dibangun menjadi 4 lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah survei lapangan dan diskusi mendalam, rencana tersebut berkembang menjadi pembongkaran total bangunan lama untuk dibuat konstruksi baru bangunan 4 lantai," tulis Hashimawira Bersaudara di Instagram @hashimawirbersaudara, dilihat detikcom Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) struktur dan dinding penyekat semua ruangan, dana yang dibutuhkan Rp 5.352.068.107 atau Rp 5,3 miliar. Luas bangunannya adalah 1.678,85 meter persegi.
Singkat cerita, setelah rumah dikerjakan selama 3 tahun, Tasya Farasya mengajukan pemutusan kontrak sepihak pada September 2025. Waktunya di bulan yang sama dengan jadwal sidang perceraian pertama Tasya Farasya dengan mantan suaminya Ahmad Assegaf, 24 September 2025.
"Pada awal September 2025, HWB menerima instruksi dari owner untuk menghentikan seluruh pekerjaan di lapangan karena proyek akan dialihkan ke kontraktor lain. Atas dasar pemutusan kerja sama sepihak tersebut, HWB selanjutnya menyusun Berita Acara Serah Terima (BAST) yang kemudian disampaikan kepada pihak owner untuk dibahas dan ditandatangani bersama setelah disetujui oleh kedua belah pihak. Akan tetapi pihak owner dan wakilnya hingga saat ini tidak pernah menanggapi BAST tersebut," tutur mereka.
Selama proses pembuatan surat tersebut, Hashimawira Bersaudara meminta agar rumah tersebut tidak dikerjakan dulu oleh kontraktor baru. Dalam salah satu surat yang dikirimkan kepadaTasya Farasya, disebutkan bahwa pihak yang akan melanjutkan pembangunan Fay Studio.
Hashimawira Bersaudara juga sempat menawarkan ingin tetap ikut dalam pembangunannya atau mengawasi sisa pekerjaan. Sebab, ada beberapa yang belum selesai, terutama soal Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP).
"Kami pun menyarankan dan menawarkan diri untuk tetap melakukan pekerjaan atau setidaknya pengawasan sisa pekerjaan khususnya MEP yang belum selesai berikut dengan pemeliharaannya untuk menghindari timbulnya masalah pada instalasi MEP apabila dialihkan kepada pihak lain. Selain itu, kami akan tetap membantu jika ada kendala atau masalah dalam hal struktur dan kebocoran," tulis HWB dalam surat yang bertanggal 17 Oktober 2025 yang ditujukan untuk kontraktor baru rumah Tasya Farasya.
Sebelumnya, diberitakan Tasya Farasya mengungkapkan banyak retakan muncul di rumahnya yang diduga karena kesalahan pembangunan. Ia menyebut biaya renovasi ini bisa menghabiskan ratusan hingga miliaran rupiah.
"Eh, eh kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi nggak sih? Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran lho. Hooh. Ah gila can't wait hambur-hamburkan uangku," kata Tasya Farasya dilihat detikcom dalam unggahan Instagram @tasyafarasya, Sabtu (24/10/2026).
Kabar ini sontak menarik perhatian netizen. Tidak sedikit yang menyarankan untuk menuntut pihak yang membangun rumah tersebut sebagai pertanggungjawaban. Namun, ibu 2 anak tersebut tidak berniat membawa kasus ini ke jalur hukum. Sebagai gantinya, ia akan menuntut itu di akhirat.
"Makasih temen-temen semuanya atas masukannya. Untuk menuntut pihak bersangkutan, tapi aku bukan orang seperti itu, aku nggak akan tuntut, aku tuntut di akhirat aja," ujarnya.
Tasya Farasya kini menunjuk kontraktor baru, PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS) untuk pengecekan dan perbaikan. Direktur Utama dan Pemilik PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS) Wiryawan Chandra mengungkapkan timnya sedang melakukan proses investigasi struktural pada kondisi bangunan. Ia mengumpulkan data lapangan dan laporan teknis untuk menentukan langkah perbaikan.
"Tim engineering kami sedang melakukan pengumpulan data lapangan, yang selanjutnya akan dilengkapi dengan kajian teknis. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi kondisi struktur bangunan serta perencanaan langkah perbaikan yang paling tepat untuk rumah Tasya," kata Wiryawan kepada detikProperti, Senin (26/10/2026).
Rumah Tasya Farasya Foto: Instagram @tasyafarasya |
Ia juga membandingkan gambar akhir kondisi konstruksi saat selesai dibangun dari kontraktor yang dulu membangun rumah dengan hasil audit yang dilakukan timnya. Ia pun menemukan struktur yang terpasang tidak sesuai dengan gambar yang dilaporkan oleh kontraktor lama.
"Posisi yang kita cek di sini kenyataannya kan ini jaraknya 13 cm (130 mm) harusnya kan di sini jaraknya 100 (mm). Terus ini diameter 16 tapi yang terpasang 15,36," ujar Wiryawan kepada Tasya yang dikutip dari Instagram @tasyafarasya.
Kesalahan konstruksi lainnya juga ditemukan di rumah Tasya, seperti besi sengkang yang seharusnya berdiameter 10 mm tapi yang terpasang justru berdiameter 7,39 mm. Begitu pun dengan tulangan utama pada bangunan yang seharusnya D16 (16 mm) tapi yang terpasang berdiameter 15,36 mm. Kondisi ini tidak sesuai dengan as-built drawing atau gambar teknis proyek konstruksi yang dibuat kontraktor sebelumnya.
Selain itu, ditemukan kayu bekisting yang terdapat di beberapa titik. Sebagai informasi, kayu bekisting berfungsi sebagai cetakan sementara untuk menampung, membentuk, dan menahan adukan beton cair saat proses pengecoran. Ketika beton sudah mengeras maka kayu harus dilepas.
"Ada kayu bekisting yang nggak dibongkar dan ketemunya nggak di satu titik, tapi ada di beberapa titik. Dibongkar ya dan ketemu di situ," jelas Wiryawan.






























































