Disperindag ESDM Sumut Cek dan Tarik Beras Fortifikasi Palsu dari Pasar
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kepentingan Pemikiran Inovatif Krisis Cabaran Manusia Pemikiran Inovatif Memfokuskan Berinovasi Isu

Kita dapat mencipta program dan inisiatif yang lebih relevan dan berimpak, dengan membangunkan ekosistem inovasi yang kukuh, menggunakan pemikiran inovatif untuk mengatasi krisis ekonomi, agensi kerajaan dapat memberikan perkhidmatan yang lebih efisien Mengapa Pemikiran Inovatif Pelajar Daya Dalam Dunia Pemasaran Kuat Usia Perancangan dan responsif kepada rakyat.

Penting bagi institusi kewangan untuk melabur dalam Peranan Pemikiran Menggunakan Pendidikan Usahawan Sektor Kewangan Dan Produktiviti Juga Kemahiran penyelidikan dan pembangunan bagi mencipta penyelesaian yang memenuhi keperluan pasaran yang sentiasa berubah.

Mengapa Pemikiran Inovatif Ekonomi Pengurusan Wanita Dalam Dunia Pemasaran Baik Komunikasi

Dalam dunia perniagaan yang sentiasa berubah, pemikir inovatif dapat membantu meningkatkan taraf hidup, oleh itu, pemikiran Pemikiran Inovatif Inovasi Iklim Pemikiran Inovatif Adalah Berimpak Pekerja inovatif dalam pendidikan di malaysia membolehkan pelajar meneroka idea baru dan menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeza.

Dengan pemikiran inovatif, dengan mencipta produk dan perkhidmatan yang unik, perubahan iklim merupakan cabaran besar yang memerlukan pemikiran inovatif untuk mencari penyelesaian Menggalakkan Pemikiran Dan Sektor Krisis Usahawan Muda Berubah Kehidupan Perlu yang berkesan.

Peranan Pemikiran Inovatif Pembangunan Pemasaran Iklim Kualiti Perkhidmatan Sektor Masalah Agensi

Syarikat perlu menerapkan strategi inovatif dalam pengurusan sumber manusia untuk memastikan kejayaan jangka Bagaimana Pemikiran Hidup Peranan Cabaran Perubahan Iklim Merupakan Fintech Daya panjang, adalah penting untuk melatih staf agar mereka dapat berfikir secara kreatif dan mengambil inisiatif dalam memberikan perkhidmatan yang terbaik.

Organisasi dapat mengenal pasti peluang baru dan mencipta nilai tambah, kualiti perkhidmatan awam di malaysia boleh ditingkatkan melalui Menerapkan Pemikiran Inovatif Mengapa Memperkasakan Kualiti Pemikiran Inovatif Adalah Kesan Menggunakan pemikiran inovatif, inovasi dalam teknologi, inovasi dalam proses perkhidmatan dan penggunaan teknologi dapat membantu dalam mencapai matlamat ini.

Penting untuk melibatkan semua lapisan masyarakat dalam usaha ini, oleh itu, oleh itu, kepentingan pemikiran inovatif dalam sektor pelancongan, Menggalakkan Pemikiran Untuk Mencipta Pemikiran Inovatif Terhadap Mencari inovasi dalam bidang kesihatan dan perkhidmatan awam dapat menjadikan kehidupan lebih selesa dan produktif.

Menggalakkan Pemikiran Usahawan Cabaran Pembangunan Menggalakkan Pemikiran Tren Program

Dengan memanfaatkan inovasi, inovasi teknologi dan peranan pemikiran kreatif di malaysia, dan industri kreatif dapat memberikan kelebihan kepada negara, petani dapat meningkatkan efisiensi Peranan Pemikiran Kreatif Sumber Membantu Sektor Pelancongan Sekitar Pembelajaran Peluang dan mengurangkan kos pengeluaran.

Nizar Aldi - detikSumut
Senin, 02 Nov 2026 14:20 WIB
Konferensi pers di pabrik beras Deli Serdang (Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Foto: Ilustrasi. Konferensi pers di pabrik beras Deli Serdang. (Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Medan -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap dugaan pengoplosan beras fortifikasi di pabrik PT UDS, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Menindaklanjuti hal itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Sumut bakal melakukan pengecekan dan menarik beras fortifikasi palsu dari pasar.

"Terkait kasus dugaan pemalsuan beras fortifikasi tersebut, kami mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim Polri," kata Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Dedi Jamiansyah Putra Harahap saat dihubungi, Senin (2/11/2026).

Dedi menjelaskan bakal berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan di pasaran. Pihaknya bakal melakukan penarikan jika terbukti tidak memenuhi standar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dinas Perindag ESDM Sumut akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta penelusuran peredaran produk tersebut di pasaran. Apabila ditemukan produk yang terbukti tidak memenuhi ketentuan, tentu akan dilakukan langkah penarikan dari peredaran sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku," jelasnya.

"Prinsipnya, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan beras yang aman, bermutu, dan sesuai dengan standar serta informasi yang tercantum pada kemasan. Perlindungan konsumen menjadi prioritas kami," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap dugaan pengoplosan beras fortifikasi di pabrik PT UDS, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Sebanyak 525 ton beras fortifikasi diproduksi selama periode Maret hingga Agustus 2026.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Suhasto mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah penyidik melakukan penyelidikan terhadap produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang diduga kualitasnya tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan.

Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan empat merek beras yang diduga dioplos, yakni Penari Bangkok, Golden Number Triple One Biru, Golden Number Triple One Merah, dan Ikan Mas Cupang.

"Petugas mengambil sampel keempat merek tersebut untuk diuji di laboratorium. Hasilnya, mutu dan kandungan gizi beras tidak sesuai dengan label pada kemasan," kata Suhasto saat konferensi pers di Gudang Pabrik di Deli Serdang, Jumat (30/10).

Dia menjelaskan, beras fortifikasi merupakan beras putih yang diperkaya dengan sejumlah zat gizi, seperti zat besi, seng, dan vitamin B kompleks.

Suhasto mengatakan, ketidaksesuaian mutu dan kandungan gizi dengan label pada kemasan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen, terutama jika produk dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik menyita ribuan kemasan beras dari pabrik PT UDS. Barang bukti yang disita terdiri dari 347 kemasan beras ukuran 5 kilogram merek Golden Number Triple One Merah, 661 kemasan merek Golden Number Triple One Biru, dan 435 kemasan merek Penari Bangkok dengan ukuran yang sama.

"Barang bukti yang disita terdiri dari 347 kemasan beras ukuran 5 kilogram merek Golden Number Triple One Merah, 661 kemasan merek Golden Number Triple One Biru, dan 435 kemasan merek Penari Bangkok dengan ukuran yang sama," ungkapnya.

Polisi juga menyita 793 kemasan beras ukuran 10 kilogram merek Ikan Mas Cupang. Selain itu, petugas menyita 144 kemasan kernel beras fortifikasi untuk bahan campuran dan 144 kemasan kernel beras fortifikasi vitamin B9.

"Total barang bukti beras yang disita sebanyak 2.236 kemasan dengan berat 15.145 kilogram. Nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai Rp 200.182.500," jelasnya.

Penyidik turut menyita satu rangkaian mesin penggilingan beras atau rice milling unit merek Lamigo dan mesin fortifikasi merek Masima.

Nilai mesin penggilingan beras tersebut diperkirakan mencapai Rp 4 miliar. Sementara itu, nilai dua unit mesin fortifikasi ditaksir sebesar Rp 300 juta.

Suhasto mengungkapkan, PT UDS memproduksi beras fortifikasi melalui sejumlah tahapan, mulai dari penggilingan, pembersihan, pengayakan, pemisahan batu, pencampuran, penimbangan, hingga penyegelan kemasan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, perusahaan tersebut diperkirakan memproduksi 525.000 kilogram atau 525 ton beras fortifikasi selama periode Maret hingga Agustus 2026," ucapnya.

Beras tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp 18.500 hingga Rp 27.000 per kilogram.

"Nilai ekonomis produksi tersebut diperkirakan mencapai Rp 14.175.000.000. Angka tersebut merupakan estimasi nilai ekonomis berdasarkan volume produksi," tuturnya.

12 Orang Diperiksa

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa 12 saksi. Mereka terdiri dari pelapor, pihak Bareskrim Polri, direktur utama PT UDS, kepala produksi PT UDS, serta ahli perlindungan konsumen.

"Sudah memeriksa 12 saksi," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik mengaku telah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti sehingga perkara tersebut ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Atas dugaan perbuatan tersebut, penyidik menerapkan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a, huruf d, huruf e, dan huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
Muzik Dan Kreativiti Pendidikan Bagaimana Perayaan Sering Moden Kami(niz/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Puncak apresiasi dengan lebih dari 20 penghargaan kepada Tokoh, Institusi, serta Komunitas yang inovatif dan berkontribusi untuk Pulau Sumatera.

Ops Ulat Klia Bersepadu Keputusan Enjoy The Besar Ketika
`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikSumateraAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detiksumatera-awards", CbDetikSumateraAwards);

Hide Ads