Proyek pemasangan kabel listrik bawah tanah di Thailand malah membuka jejak sejarah. Pekerja di Kota Phitsanulok menemukan fondasi tembok kota kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 500 tahun.
Fondasi tembok kuno itu ditemukan di Jalan Maha Thammaracha. Wali Kota Phitsanulok, Sirichin Hanphithakphong, bersama perwakilan Kantor Seni Rupa Sukhothai kemudian meninjau langsung lokasi.
Mereka kemudian memutuskan untuk menghentikan penggalian untuk melindungi peninggalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gunung 'Bahtera Nuh' mulai Dibor |
Melansir Thaiger, Selasa (3/11/2026) dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fondasi tersebut merupakan bagian dari sisi selatan tembok Kota Lama Phitsanulok.
Tembok itu diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Borommatrailokkanat, pada awal periode Kerajaan Ayutthaya. Raja tersebut pernah tinggal di Phitsanulok selama 25 tahun saat memimpin peperangan melawan Kerajaan Lanna.
Pada masa pemerintahannya, Phitsanulok sempat berfungsi sebagai ibu kota Kerajaan Ayutthaya. Tembok tanah peninggalan era Sukhothai kemudian diperkuat dengan bangunan pertahanan dari batu bata.
Penemuan tembok kota tua berusia lebih dari 500 tahun. (Pemerintah Kota Phitsanulok) |
Sebagian besar bagian atas tembok dibongkar pada awal periode Rattanakosin. Pembongkaran dilakukan untuk mencegah pasukan musuh memanfaatkan tembok sebagai benteng pertahanan.
Pembangunan jalan dan kawasan perkotaan juga membuat banyak bagian tembok tersebut hilang. Meski begitu, bagian tembok kota kuno yang masih cukup utuh dapat ditemukan di Wat Pho Yan, Phitsanulok.
Setelah penemuan tersebut, Wali Kota Sirichin memerintahkan penghentian sementara penggalian. Pemkot Phitsanulok akan bekerja sama dengan instansi pelestarian cagar budaya untuk menyusun rencana perlindungan fondasi tembok kuno itu.
Mereka juga akan bertemu dengan Kantor Seni Rupa 6 di Sukhothai dan Kantor Perbendaharaan Provinsi Phitsanulok. Pertemuan tersebut membahas cara melindungi temuan sejarah itu tanpa menghambat pembangunan di kawasan tersebut.
Salah satu usulan yang muncul adalah memasang penanda di permukaan jalan untuk menunjukkan lokasi tembok kuno. Dengan cara itu, warga dan wisatawan bisa mengetahui sejarah Phitsanulok saat melintas di kawasan tersebut.
Simak juga Video 'Pemkab Badung Benahi Infrastruktur, dari Trotoar hingga Kabel Bawah Tanah':
(upd/fem)


























































