CEO Aprilia Massimo Rivola membalas pernyataan Marc Marquez soal dugaan perintah tim atau team order di MotoGP. Rivola menyindir balik Ducati dengan menyebut mereka lebih dulu melakukan strategi tersebut di Australia.
Aprilia belakangan jadi sorotan terkait dugaan penggunaan team order saat berupaya merebut gelar juara dunia MotoGP untuk pertama kalinya. Isu tersebut mencuat setelah sprint race MotoGP Malaysia, kala Marco Bezzecchi menyalip Ai Ogura pada menit-menit akhir buat merebut posisi ketiga. Keduanya kemudian juga terlibat tabrakan dalam balapan utama.
Dikutip dari DAZN, Marquez menilai Ogura berusaha mempertahankan posisinya di depan agar tidak kehilangan peluang podium. Namun Ogura juga tak bisa berada di depan Bezzecchi, karena itu artinya bakal mengurangi poin Bezzecchi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ogura berusaha tetap berada di depan saya, karena jika tidak, dia akan kehilangan podium. Dia tak bisa ada di posisi antara saya dan Bezzecchi, karena dia akan mengambil poin darinya (Bezzecchi)," ungkap Marquez yang finis di posisi kedua sprint race MotoGP Malaysia 2026.
Pernyataan tersebut direspons oleh Rivola. Bos Aprilia itu melontarkan sindiran keras kepada Marquez dan Ducati.
"Sejujurnya, apa yang dikatakan Marc tidak terlalu menarik minat saya," katanya kepada DAZN.
"Juga karena saya pikir mereka memainkan strategi tim (team order) di rumah, bersama keluarga mereka," sambung Rivola.
Sindiran Rivola merujuk pada sprint race MotoGP Australia di Phillip Island. Saat itu Alex Marquez mengakui tak akan mengambil risiko buat menyalip kakaknya, Marc Marquez, demi meraih kemenangan.
Andai Alex berhasil menang dan Marc finis di belakangnya, Marquez seharusnya meninggalkan Australia dengan keunggulan tujuh poin atas Jorge Martin dari Aprilia, bukan 10 poin.
Kini, keunggulan Marquez bertambah menjadi 44 poin setelah memenangi Grand Prix Malaysia. Martin sendiri harus mundur karena cedera pergelangan tangan. Sementara itu, Bezzecchi tertinggal 67 poin dari Marquez, yang berpeluang mengunci gelar juara dunia di Qatar.
Ducati Jelaskan Sikap soal Team Order
General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna turut memberikan tanggapan mengenai polemik team order. Gigi menegaskan bahwa pabrikan memang bisa memberikan arahan kepada pebalap, tetapi tetap harus menghormati keselamatan dan hak masing-masing pebalap.
"Ini adalah olahraga dan, pertama-tama, kita harus menghormati semua pebalap yang berlomba dan mempertaruhkan nyawa mereka di atas sepeda motor," terang Dall'Igna.
"Jelas bahwa para produsen dapat meminta sesuatu, tetapi mereka harus berhenti di titik di mana rasa hormat kepada individu dan kepada pengendara," sambungnya.
Gigi juga menyinggung hubungan keluarga Marc dan Alex Marquez yang dinilai membuat situasi lebih mudah ditangani.
"Kami sudah pernah melakukan ini; Marc dan Alex bersaudara, jadi mungkin itu bikin segalanya lebih mudah. Yang kami sampaikan kepada para pebalap kami adalah supaya tidak terlibat masalah dengan pebalap dari merek yang sama, dan sejauh ini, selain di awal kejuaraan, semuanya berjalan sangat lancar," tukas Gigi.























































