Kasus perburuan Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) di Sukabumi menyisakan pengakuan janggal dari si pemburu. Dia mengira elang itu adalah ayam hutan.
FLIGHT: Protecting Indonesia's Birds, organisasi nirlaba yang berfokus pada advokasi hukum dan perlindungan burung liar di Indonesia, mendesak jajaran kepolisian untuk turun tangan mengusut tuntas aksi perburuan terhadap burung elang brontok.
Direktur Eksekutif FLIGHT: Protecting Indonesia's Birds, Marison Guciano, menilai pengakuan si pemburu yang mengira satwa dilindungi itu sebagai ayam hutan, adalah hal yang janggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menurut saya, itu ada kejanggalan kalau mereka bilang elang brontok itu ayam hutan. Sebenarnya mereka tahu itu elang, tidak masuk akal kalau mereka sampai tidak tahu," tegas Marison.
Kecurigaan itu diperkuat oleh barang bukti senjata senapan angin yang disita petugas dari tangan pelaku. Dari pengamatannya, senjata tersebut menggunakan amunisi berkaliber cukup besar yang lazim dipakai untuk memburu satwa berukuran sedang hingga besar.
"Senapan itu dengan peluru yang cukup besar. Bukan hanya untuk burung kecil penyanyi. Walaupun dalihnya untuk babi hutan, senapan jenis itu juga bisa digunakan untuk menembak satwa liar lain seperti siamang, lutung, bahkan beruang," papar Marison.
Dia pun meminta kepolisian dan penyidik tidak berhenti pada surat pernyataan bermaterai yang diteken di hadapan aparatur desa dan kecamatan. Polisi didorong menyelidiki kemungkinan bahwa para pelaku merupakan pemburu profesional yang sudah berulang kali beraksi di kawasan hutan Sukabumi.
"Harus diinvestigasi lebih dalam oleh aparat penegak hukum, apakah ini baru pertama kali atau sudah sekian kali dan baru ketahuan karena videonya viral? Bisa jadi mereka para pemburu profesional yang sengaja masuk hutan untuk memburu satwa dilindungi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, video yang memperlihatkan sejumlah pria sedang mencabuti bulu elang brontok yang mati di jalur perkebunan karet PTPN I Agrabinta viral di media sosial.
Para pelaku terdengar berkelakar menyebut burung elang brontok itu sebagai "ayam hutan" yang hendak disantap.
"Ayam hutan, ayam hutan. Mantap, pesta-pesta, bakar-bakaran," celoteh suara di dalam rekaman video sambil disambut tawa rekannya.
Para pelaku yang mencabuti bulu sayap elang juga berseloroh bahwa ukuran burung pemangsa tersebut sangat besar. Saking besarnya, ia menyebut dagingnya cukup untuk memberi makan warga dua rukun tetangga.
"Buat dua RT-eun ieu mah lah (cukup buat dua RT ini mah)," celetuk salah seorang pria di hadapan rekannya yang sibuk mengabadikan momen itu lewat ponsel.
--------
Artikel telah naik di detikJabar.




























































