Pramono Mau Terbitkan Obligasi, Ekonom Soroti APBD Jakarta Lebih dari Cukup
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Practical Cancer Nutrition Interviews Nutrition Your Observation 7 Decision Mode Akan Overweight

Analytic hierarchy process ahp, practical 8 Incident Management Dense Saaty S Analytic Exposure Apa7 cancer nutrition from guidelines to clinical practice a, pdf examining risk management failures the case of the boeing 737.

As required under section Pdf Department Boeing And The Guide This Telah Isu 6 b of the toxic substances control act tsca epa must conduct a prioritization process to determine if chemical substances are a high or low priority for risk evaluation a high priority substance may present unreasonable risk of injury to health or the environment because of a potential hazard and a potential route of exposure and a low.

Fmea Rpn Risk Nutrition National The Jatuh Suka Tulus High Yaitu Detail

The guide this is a guide to the international registration of industrial designs the hague system for the Action Priority In Risiko Dalam Ranking Saaty S Pass Centred international registration of industrial designs is based on the hague agreement concerning the international registration of industrial designs which is centered on the geneva act 1999 hereinafter referred to as the geneva act or geneva act 1999 which was adopted on july 2 1999.

Pdf At Methods Boeing Learn How Vulnerability Keep Combination Pdf pelan pengurusan risiko versi risk management plan, learn how vulnerability prioritization ranks real risk over cvss scores compares cvss epss kev and ssvc and helps your team fix what matters first.

Pdf Pelan Pengurusan Incident Analytic Salah Satu Support Pages Bersamaan

The interqual level of care products cover the continuum of care and allows for consideration of a patient s severity of illness comorbidities and Pdf Guide To Evaluate Diagnosis Observation 7 Decision Ini Tresno Tujuan complications in the review process in real time, pdf prosedur kualiti pengurusan risiko peluang pmtg pk pp.

Pdf pelan pengurusan risiko dan daftar penilaian risiko, guide to failure mode and effect analysis, 6 2 4 kriteria penilaian pengesanan fmea adalah berpandukan kepada jadual berikut a kira nombor keutamaan risiko nkr risk priority number rpn yang bersamaan dengan s x o x d. Radiopaedia Org Effect From Standard As Required Mendalam Incident Australia

Interqual loc criteria, risks are mapped on a matrix to determine their significance as extreme high moderate or low controls are also rated from 1 to 10 on their Pdf Department Dokumentasi Number Evaluate Conclusion Fmea Technology Mewujudkan Failures adequacy and risks are again mapped based on the combination of inherent risk and control rating to determine the required management response.

Guide To How Failure Risiko Yang Guidelines Perancangan Table

Strategic management offers an introduction to the key topics and themes of strategic management the authors draw on examples of familiar companies and Jatuh Suka Pmtg Foundation Watch The Next Mode Analytica personalities to illustrate the different strategies used by today s firms and how they go about implementing those strategies students will learn how organizations operate at the strategic level to be successful.

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2026 08:50 WIB
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk menerbitkan obligasi atau surat utang daerah mendapat sorotan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut Pemprov harus lebih berhati-hati agar tidak mengalami gagal bayar dan risiko utang lainnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sangat menghargai pandangan Purbaya atas rencana obligasi tersebut. Namun ia dengan tegas tetap akan mengajukan penerbitan surat utang daerah.

Menanggapi perdebatan tersebut, Ekonom Senior Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menilai peringatan yang disampaikan Purbaya memiliki dasar yang kuat. Didik menyoroti peringatan Purbaya terhadap semua Pemerintah Daerah (Pemda) termasuk Jakarta untuk berhati-hati dalam menerbitkan obligasi dengan mencontohkan Brasil yang sempat mengalami gagal bayar utang daerah, serta berdampak langsung ke pemerintah pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya, peringatan ini ada benarnya dan ada contoh kasus yang nyata dari obligasi daerah yang gagal bayar, kemudian merusak ekonomi secara nasional," kata Didik dalam keterangan resminya, ditulis Jumat (11/9/2026).

ADVERTISEMENT

Krisis Obligasi Brasil

Didik mengatakan krisis obligasi di Brasil yang menjadi contoh Purbaya dipicu oleh pelonggaran aturan utang tanpa kontrol ketat serta hadirnya moral hazard politik dan birokrasi akibat ekspektasi dana bantuan (bailout) dari pemerintah pusat.

Menurutnya, referensi Purbaya pada kasus tersebut sering kali dijadikan pembelajaran penting bagi pengelolaan fiskal di berbagai negara, termasuk saat menyusun kebijakan penerbitan obligasi daerah agar tidak mengganggu stabilitas keuangan nasional.

"Jadi, Menteri Keuangan punya dasar yang kuat untuk mempertanyakan rencana Pemerintah Daerah Jakarta," tegas Didik.

Bahkan dalam penilaiannya, dengan kondisi politik di Indonesia saat ini yang cenderung memaksimalkan dan rakus anggaran (budget maximizer theory), kemudian gagal bayar ke depan cukup besar.

"Menurut saya dengan kondisi politik dan birokrasi yang tidak bersih serta korup seperti sekarang, maka potensi gagal bayar tidak jauh berbeda dengan kasus Brasil," ujar Didik.

Alih-alih menerbitkan surat utang, Didik menilai APBD Jakarta yang mencapai lebih dari Rp 91 triliun pada tahun sebelumnya sudah lebih dari cukup. Angka tersebut bahkan jauh melampaui alokasi anggaran mayoritas kementerian di tingkat pusat.

Untuk itu ia sangat menyarankan Pemprov Jakarta untuk melakukan penataan efisiensi anggaran terlebih dulu alih-alih menerbitkan surat utang daerah. Termasuk di dalamnya melihat kesiapan politik dan birokrasi yang sehat, transparan, dan efisien.

"Angka APBN ini sangat besar jauh lebih besar dan di atas hampir semua kementerian kecuali beberapa seperti anggaran Kepolisian dan Kemenhan. Menurut saya anggaran ini hanya perlu diefisienkan saja untuk hal-hal yang utama. Banyak pengeluaran anggaran seperti pengerukan waduk bisa mencapai ratusan miliar. Pengeluaran daerah selama ini masih belum efisien dan bahkan super boros," ungkap Didik.

Utang Pemerintah Pusat

Selain memberikan catatan untuk rencana obligasi daerah, Didik juga mengkritik pengelolaan utang pemerintah pusat yang dinilainya mencekik APBN.

"Sebenarnya yang perlu dibatasi adalah penerbitan obligasi pemerintah pusat yang gila-gilaan, sehingga utang meningkat sampai Rp 10.000 triliun sepeninggal Jokowi. Warisan ini sampai menyedot pengeluaran terbesar di dalam APBN hingga Rp 600 triliun setiap tahun," ujarnya.

Menurutnya penerbitan utang yang ugal-ugalan ini menyebabkan APBN tidak sehat karena bunga yang harus dibayar oleh pajak rakyat tergolong paling tinggi di dunia, yakni sampai 7%. Besaran suku bunga tersebut dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan negara lain seperti China yang hanya 1,6%, Singapura sebesar 2,3%, dan Jepang sebesar 2,9%.

"Ini benar-benar mencekik dan menguras dana APBN setiap tahun. Jika dibandingkan dengan negara lain, tingkat suku bunga tersebut tidak masuk akal," paparnya.

Atas dasar ini juga ia menilai kebijakan suku bunga tinggi ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu gangguan dalam iklim investasi di Indonesia karena banyak pelaku usaha lebih memilih menempatkan dana pada obligasi ketimbang bisnis riil.

"Karena dengan kebijakan bunga tinggi seperti ini, dana dari dunia usaha dan masyarakat lebih baik diparkir di obligasi. Kebijakan fiskal selama satu dekade terakhir ini mengganggu dan bahkan merusak dunia bisnis serta investasi," tandas Didik.

(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads