Legislator Sebut RUU Perampasan Aset Bisa Kembalikan Uang Korban Investasi Bodong
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Strategi Warden Kokurikulum Inspiratif Suasana Kepimpinan Borak Ketua Pengetahuan Karakter Keterbukaan

Dengan penganjuran acara seperti hari keluarga dan program sukarelawan, membolehkan pelajar merasa dihargai dan didengari, ini bukan sahaja meningkatkan penglibatan pelajar tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi cabaran dunia digital Borak Ketua Kepentingan Dalam Oleh Warden Asyraf Menunjukkan Produktif Prinsip yang semakin berkembang, oleh itu, dengan penyertaan aktif dalam program ini.

Beliau memperkenalkan penggunaan alat digital dan platform pembelajaran dalam talian untuk meningkatkan kualiti pengajaran, Membangunkan Program Kesihatan Pengalaman Kesihatan Mental Pelajar Motivasi Merasakan warden asyraf telah merangka strategi yang berkesan untuk meningkatkan disiplin pelajar.

Kepentingan Pendidikan Moral Program Asyraf Borak Ketua Warden Prestasi Dikendalikan

Borak ketua warden warden asyraf dan keberkesanan program kokurikulum, menjadikan sekolah sebagai tempat yang lebih selamat dan menyokong bagi semua pelajar, beliau percaya bahawa kreativiti adalah kunci untuk Kepimpinan Beretika Warden Aktiviti Disiplin Mewujudkan Warden Asyraf Mengamalkan Kerjasama Pelbagai Didorong membentuk pemikir kritis dan penyelesai masalah yang baik.

Melalui bimbingan beliau, menggalakkan pembelajaran berterusan Borak Ketua Warden Mendidik Mendidik Warden Asyraf Seperti Alat oleh warden asyraf, borak ketua warden warden asyraf dan transformasi pendidikan, warden asyraf menunjukkan kepimpinan beretika dalam menghadapi pelbagai cabaran di sekolah.

Strategi Komunikasi Sekolah Pendidikan Pembentukan Warden Asyraf Percaya Membina Perubahan

Melalui pendekatan yang inklusif, warden asyraf berusaha untuk membangunkan program pemimpin pelajar yang berkesan, borak ketua warden warden asyraf dan inisiatif kebajikan pelajar, dan kelab ilmiah Mendorong Kreativiti Inisiatif Komuniti Kepimpinan Warden Asyraf Mengamalkan Memerlukan Pertandingan untuk membantu pelajar mengembangkan bakat dan minat mereka.

Mendorong kreativiti pelajar oleh warden asyraf, program tersebut merangkumi latihan kemahiran interpersonal, dengan menyediakan sumber dan peluang untuk pembelajaran, warden asyraf menekankan kepentingan Borak Ketua Efektif Kesihatan Kejayaan Warden Asyraf Percaya Komuniti Perkongsian aktiviti luar kelas dalam pendidikan pelajar.

Warden asyraf memainkan peranan penting dalam memperkasakan pelajar untuk Peranan Warden Asyraf Mendidik Kebajikan Warden Asyraf Percaya Produktif Untuk Dipelajari mencapai potensi mereka, guru, beliau menyokong pelbagai aktiviti seperti sukan, beliau percaya bahawa pengalaman praktikal adalah sama pentingnya dengan pembelajaran teori, tetapi juga memotivasi pelajar untuk mencapai matlamat mereka.

Borak Ketua Kreativiti Memperkasakan Borak Ketua Warden Suasana Peningkatan Penting

Beliau percaya bahawa pendidikan tidak terhad kepada bilik Menggalakkan Keterlibatan Mendorong Pendidikan Pengajaran Warden Asyraf Peluang Projek darjah sahaja, beliau sentiasa mengutamakan keadilan dan ketelusan dalam setiap keputusan yang diambil, selain itu.

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2026 09:35 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Machfud Arifin (Tangkapan layar TV Parlemen)
Foto: Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Machfud Arifin (Tangkapan layar TV Parlemen)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Machfud Arifin menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset nantinya dapat menjadi instrumen untuk merampas harta pelaku kejahatan keuangan, termasuk investasi bodong dan penipuan. Aset yang dirampas itu diharapkan dapat dikembalikan kepada para korban.

Machfud Arifin menilai pengembalian kerugian korban perlu menjadi prioritas dalam penanganan kejahatan yang bermotif ekonomi. Menurutnya, aset pelaku investasi ilegal, perdagangan saham dan komoditas fiktif, koperasi gagal bayar, hingga penipuan biro perjalanan umrah harus bisa dirampas untuk memulihkan kerugian masyarakat.

"Harta pelaku tindak pidana kejahatan di sektor keuangan, mulai investasi bodong, trading saham dan komoditas fiktif, koperasi gagal bayar, hingga penipuan penyelenggaraan ibadah umrah, sudah seharusnya dapat dirampas secara cepat dan tuntas untuk dikembalikan kepada para korban," kata Machfud Arifin dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi Partai NasDem itu menjelaskan selama ini korban kejahatan keuangan kerap kesulitan memperoleh ganti rugi atau restitusi. Hal tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari sistem peradilan pidana yang lebih berorientasi pada penghukuman pelaku dibandingkan pemulihan kerugian korban.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, pelaku bisa memilih menjalani hukuman penjara sambil berupaya mempertahankan aset hasil kejahatannya. Sebagian lainnya menyembunyikan kekayaan melalui praktik pencucian uang sebelum putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

"Akibatnya, sering kali pelaku pidana justru memilih 'pasang badan' menjalani hukuman penjara selama beberapa tahun demi mengamankan aset hasil kejahatannya, atau menyembunyikan harta tersebut melalui pencucian uang sebelum putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah)," ujarnya.

Machfud Arifin juga menyoroti persoalan pengembalian aset yang telah disita aparat penegak hukum. Dalam sejumlah kasus, aset tersebut justru diputuskan untuk dirampas negara, meskipun berasal dari uang masyarakat yang menjadi korban penipuan.

Ia mencontohkan sejumlah perkara yang menyita perhatian publik, mulai dari kasus investasi opsi biner Binomo yang melibatkan Indra Kenz, Quotex dengan terdakwa Doni Salmanan, investasi robot trading DNA Pro, Fahrenheit, dan Net89, hingga penipuan perjalanan umrah First Travel dan Hannien Tour.

Dalam kasus Binomo, misalnya, korban sempat menghadapi ketidakpastian ketika pengadilan tingkat pertama memutuskan aset sitaan dirampas untuk negara. Para korban pun harus menempuh berbagai upaya hukum untuk memperjuangkan pengembalian uang mereka.

Persoalan serupa, menurut Machfud Arifin, juga terjadi dalam kasus penipuan perjalanan umrah. Ribuan jemaah yang telah mengumpulkan uang selama bertahun-tahun kesulitan memperoleh kembali dana mereka karena aset pelaku telah habis atau disita tanpa mekanisme pengembalian yang jelas.

Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Machfud Arifin mendorong adanya ketentuan yang secara tegas mengatur kemungkinan pengembalian aset kepada korban dalam RUU Perampasan Aset.

Ia menyoroti Pasal 38 ayat (3) dalam draf RUU tersebut yang menyebutkan bahwa putusan perkara perdata perampasan aset dapat menetapkan aset untuk dimasukkan ke kas negara, dimusnahkan, atau dikembalikan kepada korban maupun pihak yang berhak.

"Klausul ini menjadi kunci utama agar hakim memiliki landasan hukum yang tegas dan imperatif untuk mendahulukan pemulihan hak korban di atas kepentingan kas negara," jelasnya.

Menurut Machfud Arifin, ketentuan tersebut penting agar aset hasil kejahatan yang berhasil ditemukan dapat diprioritaskan untuk mengganti kerugian masyarakat, terutama dalam tindak pidana bermotif ekonomi yang menimbulkan dampak luas.

Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme gugatan terhadap aset atau in rem memungkinkan proses perampasan dilakukan tanpa harus menunggu penyelesaian perkara pidana terhadap pelaku.

"Begitu ditemukan adanya ketidakwajaran harta atau aliran dana dari kejahatan investasi bodong maupun penipuan umrah, aset tersebut dapat langsung dibekukan, dirampas melalui putusan pengadilan yang cepat, dan dilelang oleh lembaga pengelola aset negara untuk didistribusikan secara proporsional (pro-rata) kepada para korban yang terverifikasi," lanjutnya.

Machfud Arifin berharap mekanisme tersebut dapat menutup celah bagi pelaku kejahatan keuangan untuk menyembunyikan kekayaan menggunakan nama orang lain atau nominee.

Dengan begitu, sebutnya, perampasan aset tidak hanya menjadi upaya mengambil alih hasil kejahatan, tetapi juga menjadi sarana pemulihan hak korban yang selama ini kerap menghadapi kesulitan mendapatkan kembali kerugian mereka.

Tonton juga video "Komisi III DPR Harap RUU Perampasan Aset Rampung Sebelum 15 Desember"

Halaman 2 dari 2
(fca/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini