Kasus penyadapan ilegal tengah menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka. Sasaran penyadapan mulai dari Presiden Prabowo Subianto, sejumlah tokoh politik, hingga pengusaha.
Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menjelaskan bahwa penyadapan telah dilakukan sejak 2025 tanpa prosedur yang diatur dalam aturan internal Polri.
"Ada periode tahun 2025 hingga 2026 para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur seperti diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Perkap Nomor 5 Tahun 2010," kata Asep, dikutip dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep mengatakan ada beberapa nomor yang dimasukkan ke LIMS atau Lawful Interception Management System tanpa melalui verifikasi. Kemudian nomor-nomor tersebut disadap tanpa adanya proses penegakan hukum berdasarkan undang-undang.
Selain Listyo Sigit, dua nama lain yang terseret kasus yakni Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso. Ketiganya disangkakan dengan Pasal 258 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Menilik kasus ini, bagaimana sebenarnya HP bisa ketahuan sedang disadap?
6 Ciri HP Terkena Sadap Menurut Pakar IT
1. Suara yang Tidak Biasa
Ahli IT UM Surabaya (Umsura) Taufiqurrahman mengatakan bahwa suara yang bocor selama panggilan telepon perlu diwaspadai. Terlebih jika suara tersebut terdengar seperti dari jarak jauh.
Suara seperti ini juga bisa dicek dengan meletakkan ponsel lain di dekat HP kita. Jika masih ada suara yang tidak biasa, berarti ada orang lain yang mendengarkan panggilan telepon kita.
"Jika ada suara statis atau suara jauh yang masuk melalui ponsel selama percakapan, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa HP sedang diintai," ujarnya, dikutip dari laman UM Surabaya.
2. Ada Masalah saat Mematikan HP
Biasanya ketika telepon selesai, panggilan bisa ditutup dengan normal. Namun, ketika panggilan telepon tiba-tiba sulit dimatikan atau kurang responsif, patut diwaspadai. Ini perlu pengecekan terhadap sensor dan jika semuanya normal, maka ada dugaan penyadapan.
"Saat mematikan telepon, periksa untuk melihat apakah penonaktifan gagal atau apakah lampu latar tetap menyala, bahkan setelah kita menyelesaikan proses penonaktifan. Jika itu masalahnya, pelakunya bisa jadi perangkat lunak berbahaya," terang Taufiq.
3. Tagihan Paket Data yang Tidak Wajar
Adanya peningkatan tagihan paket data yang tidak wajar atau paket data yang sangat cepat habis, juga perlu diwaspadai. Penggunaan teks atau data yang cepat habis bisa jadi tanda seseorang telah meretas telepon.
"Jika kita baru saja mengunduh aplikasi baru yang menggunakan banyak data, itu bisa menjadi alasan yang sah untuk penggunaan data yang tiba-tiba meningkat," ujar lulusan S1 Sistem Informasi dari Universitas Narotama Surabaya tersebut.
4. Baterai Berkurang Drastis
Dalam penggunaan normal, baterai biasanya akan berkurang sesuai penggunaan. Namun, jika tiba-tiba baterai menjadi cepat berkurang dan terjadi terus-menerus, maka perlu diwaspadai.
Sebab jika ponsel disadap, aktivitas HP sedang direkam lalu dikirimkan ke pihak ketiga. Prosesnya bisa membuat baterai menjadi cepat berkurang.
5. Ada SMS Tidak Biasa
Ada banyak pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal setiap hari. Jika ini terjadi, maka jangan pernah membalas atau membuka link yang ada di SMS tersebut.
Apalagi jika pesan teks berisi angka, simbol, atau karakter acak, hal tersebut adalah fitur remote control perangkat lunak mata-mata yang bekerja dengan mengirimkan pesan teks kode rahasia ke HP.
"Pada beberapa kasus ini dapat dilihat jika perangkat lunak tidak bekerja dengan benar dan terjadi secara teratur," ungkap Taufiq.
6. Adanya Aktivitas Aneh
Taufiq menekankan bahwa cara mudah mengetahui apakah HP kita disadap adalah dengan memperhatikan layar. Jika ada 'pergerakan' yang tiba-tiba terjadi di dalam HP, seperti mengunduh aplikasi sendiri, artinya ada yang sedang menyadap.
"Jika menyala, mati, menyala, atau mengunduh aplikasi dengan sendirinya, artinya perangkat HP sedang dikendalikan oleh peretas," tutupnya.
(faz/nwk)






























































