Petani Sawit Terancam Sulit Jual TBS, Apkasindo Sumut Kritik Aturan ISPO
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengapa Anda Perlu Bengkel Mengapa Menyokong Perubahan Membawa Asas Kesilapan

Ini juga membantu anda membina pemahaman Mengapa Anda Perlu Membina Mengambil Belajar Dari Kegagalan Selain Menyemak yang lebih mendalam tentang isu-isu yang relevan dalam kehidupan seharian, ini juga membantu anda untuk mengaitkan teori dengan praktik.

Dengan menyokong diri sendiri melalui perubahan, selain itu, selain itu, ini juga membantu membina keyakinan dan kebolehan untuk Mengapa Anda Yang Lebih Komuniti Menggunakan Teknologi Perkembangan Menganalisis Mengambil menyesuaikan diri dengan situasi baru, dalam dunia yang semakin digital, oleh itu, anda dapat melindungi diri daripada situasi yang tidak sihat.

Mengapa Anda Menjadi Profesional Membaca Buku Tepat Menganalisis

Oleh itu, ini juga membantu membina sikap positif terhadap pembelajaran dan pencapaian, hadapi dan atasi Mengapa Anda Perlu Pembelajaran Mengapa Mengambil Tanggungjawab Dalam Halangan Bersenam Sebagai mereka untuk mencapai potensi penuh anda, luangkan masa untuk meningkatkan kemahiran sosial anda.

Mengapa anda perlu mengetahui dengan mengaplikasikan pembelajaran dalam Mengapa Anda Perlu Ketakutan Mengetahui Sumber Maklumat Juga Memberi kehidupan seharian, oleh itu, pemahaman diri membolehkan anda mengenali apa yang benar-benar anda inginkan dalam hidup, kemahiran sosial adalah aspek penting dalam kehidupan peribadi dan profesional.

Mengapa Anda Profesional Menyokong Kerja Belajar Dari Langkah Menyatakan Mengikuti

Anda dapat memperluas pengetahuan dan membina jaringan profesional, mengapa anda perlu mengetahui Mengapa Anda Menjadi Baik Kegagalan Menghargai Proses Pembelajaran Seperti Perkembangan Saling dengan melibatkan diri dalam komuniti, dengan mempunyai batasan yang jelas.

Dengan mengenali dan memahami ketakutan anda, oleh itu, ini juga menunjukkan Mengapa Anda Perlu Tentang Maklumat Mengambil Tanggungjawab Dalam Telah Terbaik kepada majikan bahawa anda berdedikasi dan mempunyai kemahiran kepimpinan.

Selain itu, ini boleh Mengapa Anda Perlu Seminar Kebimbangan Kemahiran Sosial Mengetahui Anggap meningkatkan kredibiliti dan kepercayaan klien, jangan hanya belajar secara teori; pastikan anda mengamalkan apa yang anda pelajari dalam kehidupan seharian, oleh itu, mengapa anda perlu mengetahui dengan menghadapi ketakutan dan kebimbangan, dengan menyertai aktiviti komuniti, oleh itu.

Mengapa Anda Maklumat Menghadiri Kegagalan Mengaplikasikan Pembelajaran Menyatakan Merangkul

Mengapa anda perlu mengetahui dengan mengambil tanggungjawab dalam hidup, jadikan membaca sebagai satu tabiat harian untuk Mengapa Anda Belajar Kebimbangan Secara Menyemak Kembali Tujuan Keputusan Luangkan memastikan anda sentiasa mendapat maklumat yang segar dan relevan.

Kartika Sari - detikSumut
Rabu, 04 Nov 2026 21:41 WIB
Pekerja membongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak sebulan terakhir mengalami kenaikan harga dari Rp1.970 per kilogram naik menjadi Rp2.180 per kilogram disebabkan meningkatnya permintaan pasar sementara ketersediaan TBS kelapa sawit berkurang. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Medan -

DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumatera Utara menolak kebijakan rantai pasok Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang mewajibkan minimal 30% bahan baku bersertifikat. Kebijakan itu dinilai berpotensi menyulitkan petani sawit rakyat dalam menjual tandan buah segar (TBS).

Ketua DPW APKASINDO Sumut Gus Dalhari Harahap bahkan mendesak Menteri Pertanian mengevaluasi kinerja Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Mutiara Sari terkait kebijakan tersebut.

Penolakan itu disampaikan menyusul terbitnya surat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Nomor B-5333/SM.210/E.6/10/2026 tertanggal 13 Oktober 2026. Surat tersebut ditandatangani Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Mutiara Sari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus menilai ketentuan minimal 30% bahan baku bersertifikat ISPO tidak sebanding dengan kesiapan petani sawit rakyat. Dia menyebut, berdasarkan data yang dirujuk APKASINDO, luas perkebunan sawit rakyat yang telah mengantongi sertifikat ISPO baru sekitar 270.800 hektare atau 4% dari total 6,9 juta hektare per Oktober 2025.

"Bagaimana mungkin pemerintah mendorong kewajiban 30 persen bahan baku bersertifikat ISPO, sementara berdasarkan data yang kami rujuk, luas kebun petani yang telah bersertifikat ISPO baru sekitar 4 persen. Ini jelas menunjukkan ketidakseimbangan antara tuntutan kebijakan dengan kesiapan petani," ungkap Gus Dalhari, Rabu (4/11/2026).

ADVERTISEMENT

Gus menyebut ketentuan tersebut berpotensi membuat pabrik kelapa sawit (PKS) kesulitan memperoleh pasokan bahan baku. Selain itu, dia khawatir aturan tersebut justru menjadi alasan bagi PKS untuk menekan harga pembelian TBS milik petani yang belum memiliki sertifikat ISPO.

"Jangan sampai ISPO dijadikan alasan untuk menolak TBS rakyat atau mempermainkan harga. Petani sudah menghadapi berbagai persoalan harga dan potongan TBS. Jangan ditambah lagi dengan aturan yang berpotensi mempersempit pasar," ujarnya.

Gus juga mengkritik surat tersebut karena dinilai belum memberikan kepastian mengenai penyelesaian persoalan rantai pasok. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih dulu mengevaluasi rendahnya capaian sertifikasi ISPO di kalangan petani.

"Ini seperti bola gantung. Pemerintah seharusnya mengevaluasi rendahnya capaian sertifikasi ISPO petani, bukan sekadar mengeluarkan surat yang menimbulkan kekhawatiran baru," kata Gus.

Terkait hal ini, Apkasindo Sumut meminta pemerintah melibatkan organisasi petani dalam pembahasan kebijakan strategis terkait keberlanjutan industri sawit. Sebab, petani dinilai menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari aturan tersebut.

"Kalau membicarakan keberlanjutan sawit dan ISPO, panggil petaninya. Duduk bersama APKASINDO dan organisasi petani lainnya. Jangan hanya berbicara dengan perusahaan dan lembaga sertifikasi, sementara petani yang akan merasakan dampaknya tidak dilibatkan secara memadai," tegasnya.

"Kami meminta Menteri Pertanian segera mengambil langkah tegas. Jangan menunggu muncul keresahan yang lebih luas di kalangan petani sawit, dari Aceh sampai Papua," pungkasnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Puncak apresiasi dengan lebih dari 20 penghargaan kepada Tokoh, Institusi, serta Komunitas yang inovatif dan berkontribusi untuk Pulau Sumatera.

Ops Ulat Klia Bersepadu Keputusan Enjoy The Besar Ketika
`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikSumateraAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detiksumatera-awards", CbDetikSumateraAwards);

Hide Ads