Menyelesaikan studi magister (S2) dengan waktu cepat tentu menjadi impian banyak mahasiswa. Hal inilah yang dibuktikan oleh Aghnan Yarits Anggara.
Ia baru saja dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Magister Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM). Tak tanggung tanggung, Angga berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Hal menarik lainnya, ia hanya tempuh S2 dalam 1 tahun 5 bulan. Bagaimana Angga bisa menyelesaikan S2 secepat itu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalani S2 dengan Bantuan Beasiswa LPDP
Sebelum memutuskan lanjut kuliah S2, Angga memilih jadi pekerja profesional. Selama empat tahun, ia berkarier sebagai praktisi statistika di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai, Riau.
Kesehariannya bergelut dengan angka dan data, termasuk menyusun indikator ekonomi makro seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, dari situ muncul rasa penasaran yang lebih besar.
"Jika ekonomi makro membantu melihat gambaran besar perekonomian, saya ingin mempelajari dinamika pada tingkat perusahaan, pasar, dan pengambilan keputusan bisnis yang turut membentuknya," ungkap Angga, dikutip dari laman UGM, Senin (2/11/2026).
Akhirnya ia putuskan melanjutkan pendidikannya. Gayung bersambut, ia juga berhasil meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) skema tugas belajar.
Sempat Tertantang Saat Pelajari Keuangan
Angga berasal dari latar belakang sains dan statistika. Sehingga saat awal mempelajari dunia keuangan, ia sempat mengalami hambatan.
"Pengalaman menarik selama di sini adalah keberagaman para mahasiswa yang menghasilkan perspektif heterogen di kelas. Hal tersebut sangat mendorong kemampuan berpikir kritis," imbuhnya.
Namun, ia berhasil memadukan ilmu analitis statistiknya dengan keuangan. Alhasil, ia menyusun tugas akhir tentang pengaruh kapitalisasi pasar saham (market capitalization of equity) terhadap indeks harga properti di negara ASEAN-5.
Dalam penelitiannya, ia mempertimbangkan faktor kredit. Risetnya membuktikan adanya korelasi positif yang signifikan.
"Tesis ini berangkat dari pertanyaan apakah terdapat faktor makrofinansial lain selain kredit yang dapat memengaruhi harga properti di negara-negara ASEAN? Dan ternyata, market cap equity memang memiliki pengaruh positif terhadap indeks harga properti di negara-negara ASEAN-5," jelas Angga.
Sidang Tesis 12 Jam Usai Mendarat dari Jepang
Meski masa studinya sangat singkat, Angga menolak jika hanya disebut sebagai mahasiswa yang fokus di kelas saja. Ia justru aktif ikut kompetisi, organisasi, hingga konferensi global.
Ia tercatat pernah menyabet juara ketiga dalam Green Business Plan Competition berkat inovasi teh herbal berbahan dasar kulit salak. Tak hanya itu, Angga juga aktif menjadi pengurus Operations Club dan MBA Student Association (MBA SE).
Jadwalnya kian padat karena ia kerap terbang mengikuti konferensi ilmiah. Mulai dari konferensi di Solo hingga ke Fukuoka, Jepang.
Menariknya, sepulang dari Jepang, Angga langsung dihadapkan pada momen krusial studinya. Kepulanganyna bertepatan dengan jadwal sidang tesis.
"Pengalaman konferensi terakhir di Jepang cukup menantang karena jam kedatangan di Jogja hanya selisih kurang lebih 12 jam dari jadwal sidang tesis saya," kenang Angga.
Kiat Angga Jalani S2 di UGM
Menurut Angga, pencapaiannya berkuliah dengan waktu singkat ia dapat karena bisa menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi.
Selain itu, ketertarikannya yang besar terhadap ilmu yang ia pelajari membuatnya pantang menyerah selama berkuliah. Pencapaiannya hari ini juga selalu ia kembalikan pada nilai-nilai yang ditanamkan orang tua.






























































