Melewatkan kebiasaan minum air putih setelah bangun tidur bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan sederhana untuk menurunkan risiko batu ginjal. Menurut ahli urologi Arthur L. Burnett, MD, MBA, FACS, salah satu cara paling sederhana untuk mencegah batu ginjal adalah dengan minum air putih, dimulai sejak pagi hari.
Tetap terhidrasi membantu mencegah urine menjadi terlalu pekat. Sebab, urine yang terlalu pekat dapat meningkatkan risiko pengendapan zat-zat tertentu hingga membentuk batu ginjal.
Namun, minum segelas air putih pada pagi hari saja tidak cukup. Memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari juga penting, disertai penerapan kebiasaan sehat lainnya. Sejumlah ahli urologi menjelaskan bagaimana kebiasaan minum air pada pagi hari dapat membantu mengurangi risiko batu ginjal serta kebiasaan sederhana lainnya yang dapat mendukung kesehatan ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang Minum Air Bisa Meningkatkan Risiko Batu Ginjal?
Dikutip dari laman Eating Well, saat seseorang tidak mendapatkan cukup cairan hingga mengalami dehidrasi, tubuh akan berusaha menghemat air dengan mengurangi produksi urine. Akibatnya, urine menjadi lebih pekat dan konsentrasi zat-zat yang dapat memicu pembentukan batu ginjal meningkat.
Jika zat-zat tersebut menumpuk, kristal dapat terbentuk dan seiring waktu berkembang menjadi batu ginjal.
"Tubuh mengalami dehidrasi setelah tidur sepanjang malam," jelas spesialis urologi lainnya, Prasanna Sooriakumaran, M.A., B.Med.Sci., B.M.B.S., M.R.C.S., Ph.D., FRCS, FEBU, USMLE.
"Jika seseorang tidak minum cukup cairan saat terjaga, urine akan menjadi lebih pekat dengan zat-zat kimia pembentuk batu, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat," tambah Sooriakumaran.
Minum air putih segera setelah bangun tidur menjadi salah satu cara sederhana untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah berjam-jam tidak minum selama tidur.
Meski demikian, upaya menjaga hidrasi tidak berhenti pada pagi hari. Minum air setelah bangun tidur sebaiknya menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.
Kebiasaan Pagi Lainnya yang Dapat Mendukung Kesehatan Ginjal
Memulai hari dengan segelas air putih merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan ginjal. Selain mencukupi kebutuhan cairan, pilihan makanan saat sarapan juga dapat membantu membangun kebiasaan yang menurunkan risiko batu ginjal.
Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:
1. Perhatikan Asupan Garam saat Sarapan
Beberapa menu sarapan, seperti bacon, sosis, dan sandwich kemasan, umumnya mengandung natrium cukup tinggi.
"Pola makan tinggi natrium meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Hal ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal berbasis kalsium," jelas Sooriakumaran.
2. Konsumsi Buah dan Sayuran yang Kaya Air
Semangka, mentimun, jeruk, dan stroberi memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Buah-buahan bisa dikonsumsi sebagai pelengkap sarapan, sementara sayuran dapat ditambahkan ke dalam omelet.
Meski demikian, konsumsi makanan tersebut tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan minum air putih secara teratur sepanjang hari untuk membantu mengurangi risiko batu ginjal.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, terutama bagi mereka yang pernah mengalami batu ginjal. Karena itu, Burnett menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mengetahui jumlah air yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
3. Sertakan Makanan Kaya Kalsium
Mencukupi kebutuhan kalsium dari makanan dapat membantu mengurangi risiko jenis batu ginjal tertentu. Kalsium dapat mengikat oksalat di saluran pencernaan sehingga mengurangi jumlah oksalat yang diserap tubuh dan akhirnya masuk ke urine.
Beberapa pilihan makanan kaya kalsium untuk sarapan antara lain yoghurt, keju cottage, susu sapi, atau susu nabati yang telah difortifikasi kalsium.
Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 1.000-1.200 miligram kalsium per hari, bergantung pada usia dan jenis kelamin.

























































