Waduk Jatiluhur yang juga dikenal dengan nama resmi Waduk Ir. H. Djuanda merupakan waduk serbaguna terbesar yang ada di Indonesia, waduk ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Purwakarta.
Waduk yang dikelilingi perbukitan ini menawarkan pemandangan alam berupa panorama perairan luas yang sangat cocok bagi detikers yang ingin mencari tempat healing, karena tak hanya alamnya yang bisa dinikmati, detikers juga bisa mengabadikan momen bersama teman atau keluarga dengan latar pemandangan waduk yang memanjakan mata dan pikiran dari hiruk pikuk dunia.
Terdapat sejumlah tempat atau spot terbaik yang bisa detikers pilih untuk menikmati panorama Waduk Jatiluhur dari berbagai sudut yang berbeda, baik dari sekitaran tepi waduk maupun dari area perbukitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu di mana saja spot terbaik untuk menikmati pemandangan Waduk Jatiluhur? Berikut daftarnya!
1. Parang Gombong View
Motocamp di Parang Gombong, Purwakarta Foto: Ridwan Arifin |
Parang Gombong View berada di sisi barat Waduk Jatiluhur, spot ini berada di Desa Kutamanah, Kec. Sukasari, Kab. Purwakarta.
Parang Gombong View menyajikan suasana tepi waduk yang paling landai dengan padang rumput hijau luas yang langsung menyentuh air waduk, suasananya tidak kalah dengan pemandangan danau-danau yang ada di Eropa Barat.
Detikers bisa mencoba berbagai kuliner, salah satunya adalah ikan bakar khas Jatiluhur yang berada di warung-warung sekitar. Selain itu, terdapat juga penyewaan tenda, bahkan detikers bisa keliling Waduk Jatiluhur menggunakan perahu lokal di dermaga yang ada.
Tempat ini buka setiap hari selama 24 jam, sehingga sangat fleksibel bagi detikers yang sengaja datang saat malam hari untuk camping. Terlebih tiket masuknya yang sangat murah, hanya Rp10.000 per orang.
2. Bendungan Jatiluhur
Bendungan Jatiluhur Foto: Dian Firmansyah/detikJabar |
Bendungan Jatiluhur ini merupakan pusat infrastruktur utama Waduk Jatiluhur yang berada di sisi utara, bendungan ini juga merupakan titik nol gerbang pariwisata resmi Jatiluhur.
Berlokasi di Jl. Raya Jatiluhur, Desa Jatimekar, Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, tempat ini merupakan salah satu spot terbaik bagi detikers yang ingin melihat detail arsitektur bendungan terbesar di Indonesia secara utuh, cocok juga apabila detikers ingin jalan-jalan sore bersama teman atau keluarga karena jalanan di area ini sangat rapi dan nyaman.
Terdapat spot foto Morning Glory (lubang pelimpah air raksasa), restoran dan rumah makan ikan bakar, serta hotel atau penginapan seperti Jatiluhur Valley & Resort apabila detikers ingin menginap.
Detikers bisa datang setiap hari sekitar pukul 08.00 - 17.00 WIB, dengan tarif yang cukup terjangkau, yaitu Rp15.000 saat hari kerja atau weekday dan Rp20.000 saat akhir pekan atau weekend.
3. CampX Jatiluhur
Wisata kemah CampX di Danau Jatiluhur Purwakarta Foto: Dian Firmansyah/detikJabar |
Berada di kawasan Grama Tirta Jatiluhur, Desa Jatimekar, Kec. Jatiluhur, tempat ini hanya berjarak sekitar 2 hingga 3 menit berkendara dari gerbang masuk utama Bendungan Jatiluhur.
Fasilitas glamping yang berada tepat di bibir danau sangat modern, rapi, dan dikelola secara profesional. Terdapat juga kabin penginapan berbentuk segitiga modis, area kavling dengan tenda eksklusif, cafe, restoran, persewaan kano, kayak, sepeda, serta wahana air jet ski.
Tempat ini buka setiap hari selama 24 jam untuk tamu yang menginap, sedangkan bagi wisatawan harian tempat ini buka dari jam 08.00 - 18.00 WIB.
4. Pelabuhan Biru Jatiluhur
Masih satu garis pantai di sisi utara waduk, tempat ini merupakan spot nongkrong sore terbaik untuk menikmati sunset romantis sembari melihat hilir mudik perahu wisata dan jet ski dengan latar Gunung Lembu dan Parang.
Terdapat juga dermaga kapal kayu wisata, warung makan, serta deretan floating cafe (kafe terapung) yang kerap ramai sampai malam hari karena area ini buka setiap hari selama 24 jam.
Tiket masuk tempat ini sudah termasuk ke dalam tiket gerbang utama, di spot Pelabuhan Biru sendiri biasanya hanya dikenakan tarif parkir atau sewa perahu.
5. Puncak Batu Lembu
Berlokasi di Kampung Panenjoan, Desa Panyindangan, Kec. Sukatani, spot ini memberikan sudut pandang bird-eye view terbaik.
Dari atas batu raksasanya, Anda bisa melihat lekukan Waduk Jatiluhur secara menyeluruh dari ketinggian lengkap dengan pemandangan keramba jaring apung yang tersusun rapi di bawahnya.
Dari basecamp, dibutuhkan trekking jalan kaki mendaki selama 1-2 jam untuk sampai ke spot Puncak Batu Lembu. Kalau detikers ingin berburu matahari terbit atau sunrise, jangan khawatir tutup karena basecamp pendakian ini buka setiap hari selama 24 jam, jadi detikers tetap bisa datang ke lokasi saat malam hari.
Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 saja per orang.
Itulah lima spot yang bisa dikunjungi untuk menikmati keindahan Waduk Jatiluhur di Purwakarta.
Masing-masing spot tersebut menawarkan sudut pandang dan suasana yang berbeda, sehingga detikers dapat memilih lokasi sesuai dengan pengalaman wisata yang diinginkan.
(yum/yum)

























































