Pemanis stevia belakangan sedang ramai diperbincangkan. Stevia sering menjadi pilihan bagi orang yang sedang diet atau yang ingin membatasi asupan gula harian demi menjaga kesehatan tubuh.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa gula pasir dan stevia sebenarnya sama-sama berasal dari bahan alam. Perbedaan dari kedua jenis pemanis ini terletak pada kandungan kalori serta bagaimana tubuh memprosesnya.
"Sebenarnya gula pasir sama stevia sama-sama pemanis alami. Cuma ada yang gula berkalori dan tidak berkalori," terang dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (5/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau stevia ini masuknya ke gula yang tidak berkalori, atau lebih ke rendah kalori hampir 0 (nol). Kalau gula pasir itu dia dari gula tebu dan menyumbang kalori sebesar 40 kilokalori (kkal) per gram," sambungnya.
dr Yaze membeberkan bahwa konsumsi gula pasir secara langsung memicu kenaikan hormon insulin dan gula darah, yang kemudian diolah tubuh sebagai sumber energi harian.
"Jadi kalau misalnya kita makan gula itu pasti insulinnya meningkat, begitu juga dengan gula darahnya. Akhirnya ngasih energi buat tubuh kita," lanjutnya.
Alasan Stevia Tak Bikin Gula Darah Melonjak
Kondisi tersebut berbeda dengan pemanis yang diekstrak dari daun stevia. Meski memberikan rasa manis pekat, stevia tidak mengalami pemecahan energi layaknya gula tebu saat melewati sistem pencernaan manusia.
dr Yaze mengungkapkan rahasia di balik sifat nol kalori stevia. Itu disebabkan adanya ikatan kimia khusus bernama glikosida steviol yang tak dapat diurai oleh tubuh.
"Stevia itu nggak ngasih energi, nggak bikin gula darah melonjak. Pemanis ini mengandung glikosida steviol, sementara tubuh nggak bisa memecah ikatan glikosida," beber dr Yaze.
"Jadi begitu masuk sampai keluar, ikatan glikosida itu nggak berubah. Bedanya di situ kenapa dia bisa 0 kalori," pungkasnya.

























































