Pabrikan roda empat asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai, tak henti-hentinya meluncurkan produk baru di Tanah Air. Bahkan, mereka akan mengenalkan Hyundai Neira yang diklaim mobil 'Indonesia banget'. Apa alasannya?
Klaim tersebut disampaikan Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Menurut dia, bukan hanya namanya saja yang sangat lokal, karakternya juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan meluncurkan Neira, Neira adalah bagian dari Indonesia yang berasal dari nama tempat: Banda Neira. Jadi ini produk yang dibuat di Indonesia dan sesuai dengan karakteristik Indonesia," ujar Frans saat menyampaikan presentasi di SCBD, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (5/11).
Hyundai Neira. Foto: Doc. HMID |
Meski spesifikasinya belum diungkap, namun Frans menjelaskan, Neira punya empat modal utama yang mengacu ke preferensi dan kebutuhan konsumen di Indonesia, yakni higher ground clearance yang disesuaikan dari kontur jalan di dalam negeri, Bluelink, blind spot view monitor dan akses mudah ke baris ketiga.
Selain itu, ke-Indonesia-an Neira juga terdapat pada tingkat kandungan lokalnya yang sudah 60 persen. Padahal, mobil-mobil listrik lain yang diproduksi di Tanah Air umumnya masih menganut TKDN 40 persen.
"Kita pastikan kendaraan tersebut akan diproduksi di Hyundai Manufacture Indonesia di Cikarang. Nanti akan diekspor juga, tapi yang terpenting kami ingin memenuhi kebutuhan konsumen di dalam negeri dulu," kata dia.
Meluncur di GJAW 2026
Setelah 'tebar pesona' di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026, Hyundai Neira akhirnya akan meluncur di Tanah Air akhir bulan ini. Benarkah kendaraan yang 'sangat Indonesia' itu akan dibanderol di bawah Rp 400 juta?
Peluncuran Hyundai Neira akan digelar di pameran Gaikindo Auto Week atau GAW 2026. Mobil itu bukan hanya dikenalkan, melainkan langsung bisa dipesan di ajang tersebut.
Kami bertanya sempat bertanya soal bocoran harga Hyundai Neira di Indonesia. Sayangnya, dia tak mau mengungkapnya. Ketika kami tembak pertanyaan 'benarkah di bawah Rp 400 juta?', Frans tak mengiyakan maupun membantah.
"Bocoran harganya nanti dibocorin pas di GJAW 2026. Tadi sudah ditanya juga, harganya akan kami buat menarik. Teman-teman sudah pada tahu lah kisarannya berapa," tuturnya.
"(Soal rentang harga Rp 350-400 juta) nanti kita buktikan angka itu di GJAW 2026," kata Frans menambahkan.























































