Renungan Harian Katolik Selasa, 3 November 2026, mengajak umat untuk kembali mendalami sabda Tuhan dan menemukan pesan iman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci, umat diajak merenungkan kasih Allah, memperkuat kepercayaan kepada-Nya, serta belajar menjadi pribadi yang semakin setia dalam menjalani panggilan hidup.
Dalam kesibukan dan berbagai persoalan yang dihadapi, sabda Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan sekaligus pedoman untuk menentukan sikap dan tindakan. Renungan harian juga menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta semakin mendekatkan hati kepada Tuhan.
Lantas, apa pesan bacaan Kitab Suci dan Injil dalam Renungan Harian Katolik Selasa, 3 November 2026? Berikut bacaan liturgi lengkap, mazmur tanggapan, Injil, dan renungan hari ini sebagai bahan refleksi untuk memperdalam iman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Liturgi Katolik Selasa 3 November 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Flp 2:5-11
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Mazmur Tanggapan: Mzm 22:26b-27.28-30aa.31-32
Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
Bacaan Injil: Luk 14:15-24
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 November 2026: Ketika Undangan-Nya Ditolak
"Sebab aku berkata kepadamu. Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." (Luk.14:24)
Ada satu hal yang mengganggu hati saya ketika membaca Luk. 14:24. Apa maksud ayat ini? Apakah ini sebuah ekspresi kemarahan, hukuman, atau tanda kehilangan berkat?
Apa yang dirasakan Tuhan ketika undangan-Nya ditolak? Apakah rasanya seperti ketika saya ditolak?
Sebagai pembicara dalam seminar dan workshop tentang psikologi dan well-being, saya beberapa kali mengundang orang tertentu untuk hadir secara cuma-cuma. Kadang saya sengaja mengundang mereka karena saya tahu materi yang akan dibagikan sangat mereka butuhkan.
Tetapi undangan itu sering ditolak. Rupanya pemikiran dan maksud saya sering tidak ditanggapi karena berbagai hal, misalnya kesibukan, merasa belum perlu, ada punya acara lain, ataupun hanya sekadar tidak tertarik.
Saya tentu kecewa. Bukan karena kehilangan satu peserta, tetapi karena saya tahu ada sesuatu yang sebenarnya bisa mereka terima, sesuatu yang mungkin dapat menolong perjalanan mereka.
Lalu saya membayangkan Tuhan. Mungkinkah ada rasa sedih di hati-Nya ketika kita menolak undangan-Nya?
Bukan karena harga diri-Nya terluka, tetapi karena Ia tahu apa yang sedang kita lewatkan. Ia tahu kasih, pemulihan, dan kehidupan yang sebenarnya ingin Ia berikan kepada kita.
Mungkin yang menyakitkan bagi Tuhan bukan penolakan itu sendiri, melainkan ketika seseorang tidak menyadari apa yang sedang ia lewatkan. Jamuan tetap disiapkan. Pintu tetap terbuka. Undangan tetap diberikan. Tetapi ada saatnya 'nanti' menjadi terlalu lama.
Berapa banyak undangan yang mungkin sudah Ia berikan kepada saya? Dan berapa kali saya menjawab dengan alasan yang sebenarnya terdengar masuk akal?
"Sebentar, Tuhan." "Nanti setelah urusan ini selesai." "Nanti kalau saya sudah siap."
Hari ini saya belajar bahwa Tuhan mungkin tidak sedang memaksa saya datang. Ia hanya mengundang; dan mungkin pertanyaannya bukan lagi, "Mengapa Tuhan mengundang saya?"
Melainkan: "Apa yang membuat saya masih berkata: nanti, Tuhan?" Sebab bisa jadi, di balik undangan sederhana hari ini, ada sesuatu yang sebenarnya sudah lama Tuhan siapkan untuk saya.
Dan mungkin...
Tuhan sedang menunggu saya datang.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Maria Theresia Widyastuti)
Doa
Tuhan, ampunilah kami yang sering menolak undangan-Mu. Berikan kami kemampuan untuk memenuhi undangan-Mu dengan kesungguhan hati dan kemauan untuk membuka hati serta memahami rencana indah-Mu. Bimbing kami selalu Tuhan. Terima kasih, kami mencintai-Mu. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Selasa, 3 November lengkap bacaan, teks Mazmur Tanggapan, hingga doanya. Semoga bermanfaat!































































