Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut pihak Istana terus waspada setelah adanya kasus penyadapan ilegal kepada Presiden Prabowo Subianto oleh empat tersangka jenderal Polri. Prasetyo menegaskan akan terus melakukan bersih-bersih di Istana.
"Kalau kewaspadaan kan terus-menerus, ya. Kewaspadaan terus-menerus. Bersih-bersih terus," kata Pras di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Di sisi lain, Pra juga meminta kasus ini diselesaikan secara transparan. Pras meminta tim khusus Polri untuk mengusut penyadapan ilegal ini tanpa ada yang ditutupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, transparan. Dan juga jangan ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.
Diketahui, Polri menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dkk sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal, yang salah satu targetnya ialah Prabowo. Polri menyatakan target penyadapan tersebut juga menyasar tokoh politik.
"Terhadap para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal taping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, kemudian media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha," kata Kabareskrim Komjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11).
Sigit merupakan mantan Kapolri. Tersangka lain ialah Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta (AHN), Irjen Eko Hadi Santoso (EHS), dan Irjen Slamet Uliandi (SU).
"Diduga telah melakukan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Republik Indonesia," ujarnya.





















































