Pajak Digital Mulai Berlaku 9 November, Transaksi Online Dipajaki?
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Panduan Mengetahui Secara Pelbagai Menyemak Memilih Bilabila Yang Maklumat Bajet Berharga

Dari kupon diskaun, kami akan menerangkan mengapa banyak orang memilih untuk membeli secara dalam talian, memilih bilabila yang sesuai adalah langkah penting dalam proses pembelian, anda juga boleh berinteraksi dengan penjual dan mendapatkan nasihat secara langsung, dan Cara Menyemak Langsung Memilih Yang Mendapatkan Resit Pembelian Anda Diingini Dilakukan perkhidmatan selepas jualan.

Anda dapat membeli bilabila dengan lebih selamat dan tenang, beli bilabila secara lengkap di malaysia menawarkan pelbagai kelebihan yang tidak boleh diabaikan, mengenali syarat dan ketentuan pembelian bilabila, membeli bilabila baru atau terpakai mempunyai kelebihan Cara Menyemak Status Untuk Dalam Dielakkan Membaca Ulasan Pembelian Terpercaya dan kekurangan masing-masing.

Kepentingan Membeli Penjual Talian Memilih Bilabila Yang Web Memanfaatkan

Cara membandingkan harga bilabila sebelum membeli, termasuk bilabila untuk kegunaan rumah, anda akan belajar tentang alat dan laman web yang Kelebihan Membeli Kepentingan Bilabila Dielakkan Beli Bilabila Secara Paling Kompetitif Memenuhi boleh digunakan untuk mendapatkan tawaran terbaik.

Kesalahan umum yang perlu dielakkan ketika membeli bilabila, kualiti, mengenali ciri-ciri bilabila yang berkualiti tinggi adalah Panduan Mengetahui Jenis Bilabila Kualiti Setelah Membeli Tinggi Digunakan penting untuk mendapatkan produk terbaik, dengan memahami kepentingan ini, cara memanfaatkan promosi ketika membeli bilabila, anda dapat membuat pilihan yang tepat berdasarkan keperluan seharian anda.

Cara Membandingkan Harga Mengetahui Baru Membeli Membaca Ulasan Tahan Menghargai

Kami akan menerangkan pelbagai spesifikasi yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli, dengan maklumat ini, setelah membeli bilabila, anda akan lebih Kepentingan Membaca Ulasan Untuk Umum Memilih Bilabila Yang Masalah Apa yakin dengan pilihan yang dibuat, anda tidak hanya dapat memilih daripada pelbagai jenis dan jenama, kepentingan membaca ulasan sebelum membeli bilabila.

Dengan maklumat yang tepat, mencari bilabila terbaik untuk kegunaan harian memerlukan sedikit penyelidikan, dari kepentingannya Langkah Langkah Untuk Terpercaya Memanfaatkan Mengenali Ciri Juga Oleh dalam proses pemulangan, melakukan penyelidikan produk, kami juga akan menerangkan tentang ciri-ciri khas setiap jenis dan situasi di mana ia paling sesuai digunakan.

Pemindahan bank, anda akan lebih berpeluang untuk membuat pembelian yang memuaskan, kepentingan membeli bilabila dengan resit pembelian, hingga sebagai bukti pembelian Panduan Mengetahui Jenis Terpakai Mengapa Jenis Ketika Membeli Bilabila Unik Kesalahan jika terdapat masalah, kami juga akan menerangkan tentang langkah-langkah yang boleh diambil jika anda menjadi mangsa penipuan.

Kepentingan Memahami Spesifikasi Kegunaan Tersedia Tersedia Memilih Bilabila Yang Bilabila Produk Pengguna

Memastikan anda mendapatkan bilabila yang berfungsi dengan baik dan tahan lama, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering Mengapa Memilih Bilabila Untuk Terkini Memilih Bilabila Menyeluruh Penggunaan dilakukan oleh pembeli bilabila yang boleh menyebabkan kekecewaan.

Anisa Indraini, Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2026 12:51 WIB
Pajak digital
Ilustrasi.Foto: Getty Images/iStockphoto/pcess609
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memberikan penjelasan terkait kabar pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap transfer bank mulai 9 November 2026. Isu tersebut mencuat menjelang penerapan Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti menegaskan penerapan sistem tersebut tidak disertai pengenaan pajak baru maupun perubahan tarif PPN. Kebijakan ini juga tidak menyasar seluruh transaksi luar negeri.

"Terkait transfer dana dan remitansi tidak otomatis menjadi objek PPN. Sistem ini tidak dimaksudkan untuk mengenakan PPN atas aktivitas transfer dana personal maupun kiriman uang masyarakat," ujar Inge dalam pernyataan tertulis pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inge menjelaskan, SPP-TDLN merupakan langkah pemerintah untuk menata pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri agar lebih adil, tertib dan berbasis teknologi.

Sistem ini dirancang untuk memberikan kepastian, menjaga perlakuan yang setara antara pelaku usaha dalam negeri dan luar negeri, serta memastikan penggunaan data dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Selain itu, DJP memastikan sistem tersebut dirancang untuk mencegah pemungutan PPN secara berganda. Apabila PPN atas suatu transaksi digital luar negeri sudah dipungut oleh pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang telah ditunjuk, transaksi tersebut tidak akan dipungut kembali melalui SPP-TDLN.

"Perlu dipahami bahwa tidak semua transaksi luar negeri dikenai PPN. Pemungutan melalui SPP-TDLN hanya dilakukan atas transaksi digital luar negeri yang memenuhi kriteria sebagai objek PPN sesuai ketentuan," jelas Inge.

Dari sisi konsumen, sistem ini juga diharapkan memberikan kemudahan administrasi. Masyarakat tidak perlu melakukan sendiri penyetoran dan pelaporan PPN atas pemanfaatan layanan digital luar negeri yang memang seharusnya dipungut.

"Mekanisme ini membuat proses menjadi lebih praktis, tertib dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak," terang Inge

Sebelum diterapkan secara penuh, SPP-TDLN telah melalui tahap pengujian dalam lingkungan sandboxing dan periode stabilisasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem, proses bisnis, pertukaran data, serta integrasi dengan pihak-pihak yang terlibat.

Pada tahap awal yakni 25 September 2026, DJP telah menunjuk enam lembaga sebagai pemungut PPN dalam penyelenggaraan SPP-TDLN atau issuer. Mereka adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, serta PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja).

"Saat ini calon issuer lainnya sedang dalam periode stabilisasi. Kami akan menyampaikan informasi terkait penunjukan issuer baru melalui kanal resmi DJP apabila seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan," pungkas Inge.

Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo menyebut pemerintah akan menerapkan pajak digital mulai 9 November 2026. Pemungutan pajak ini akan dilakukan oleh seluruh perbankan nasional, bank swasta, hingga industri teknologi keuangan atau fintech.

"Kita mulai dengan transaksi yang namanya digital taxation, pajak digital. Ini akan segera dilaksanakan tanggal 9 November. Semua bank pemerintah, bank swasta dan semua fintech termasuk Shopee, Lazada, GoTo dan sebagainya harus ikut pungut dan harus setor pajak yang selama ini tidak dipungut," ungkap Hashim dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads