Sebuah unggahan viral di Instagram yang menyebut seorang pemobil di Sleman enggan membayar parkir lantaran hanya membeli makanan untuk dibawa pulang. Tak terima dengan itu, oknum juru parkir (jukir) pun mengejar pemobil dengan menggunakan motor hingga nekat menggedor pintu mobil.
Unggahan yang diposting akun Instagram @jogja.point tersebut menyertakan sebuh video yang memperlihatkan oknum jukir mengejar pemobil menggunakan sepeda motor. Terdengar berkali-kali jukir tersebut mengklakson pemobil.
"Meresahkan! Rekaman dashcam ini memperlihatkan detik-detik pengendara diteror oleh oknum juru parkir liar di Jl. Wijayakusuma (selatan Soto Pak Jabrik) hanya karena menolak membayar parkir," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (26/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal, mobil hanya parkir 10 menit di tepi jalan yang longgar untuk membungkus makanan dan tidak menghalangi jalan. Saat mobil berjalan di situasi jalan yang sepi, oknum pengendara motor tanpa pelat nomor nekat mengejar, meneriaki, hingga menggedor-gedor bodi mobil korban!," imbuhnya.
Dimintai konfirmasi mengenai kejadian ini, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro pun membenarkan. Kejadian yang telah ditindaklanjuti oleh Polsek Mlati ini, menurutnya terjadi di depan Warung Soto Jabrik, Jalan Wijayakusuma, kawasan Tegal Mindi, Sinduadi, Mlati, Sleman, sekitar pukul 08.00 WIB.
"Berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula saat pengemudi mobil Toyota Avanza warna putih selesai membeli makanan dan meninggalkan lokasi," jelas Argo dalam keterangannya, Senin (26/10) malam.
"Juru parkir kemudian mengikuti kendaraan tersebut menggunakan sepeda motor dan mengetuk kaca mobil untuk menyampaikan keberatannya karena tidak terjadi komunikasi terkait pembayaran parkir," sambungnya.
Menindaklanjuti kejadian itu, personel Polsek Mlati mendatangi lokasi dan membawa seorang laki-laki berinisial FRM (23), warga Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, ke Polsek Mlati untuk dimintai keterangan.
Argo menambahkan, petugas Polsek Mlati turut mengamankan sejumlah barang, berupa rompi juru parkir, dan uang yang berkaitan dengan aktivitas parkir.
"Berdasarkan keterangan awal, juru parkir menyampaikan bahwa tindakannya dilakukan untuk mengungkapkan keberatan karena merasa tidak mendapat tanggapan dari pengemudi," ujar Argo.
Polisi, kata Argo, kini juga tengah menelusuri terkait legalitas aktivitas parkir di lokasi tersebut. Meski begitu, ia menegaskan masalah ini dinyatakan selesai usai pengemudi mobil menyatakan tidak memperpanjang masalah ini.
"Berdasarkan informasi awal, aktivitas parkir tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan penjual soto setempat, dengan setoran harian yang selanjutnya direncanakan untuk diserahkan kepada pengurus RT/RW setempat. Terkait perizinan, masih dilakukan konfirmasi dan koordinasi dengan instansi terkait," jelasnya.
"Petugas (kepolisian) juga telah berkomunikasi dengan pengemudi mobil, yang menyampaikan bahwa dirinya (pengemudi mobil) belum dapat hadir ke Polsek Mlati dan menganggap permasalahan tersebut telah selesai," pungkas Argo.

































































