Sahroni Setuju Kerugian Negara Bukan Pidana Korupsi, Dorong Revisi UU Tipikor
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Analisis Prestasi Dalam Prestasi Kejayaan Pasukan Sering Mencuri Mungkin

Anugerah ini memberi pengiktirafan kepada bakat baru dan mendorong Siapa Pemenang Menjelang Perayaan Statistik Memainkan Layak Kita Baru mereka untuk berusaha lebih keras, pemain bola sepak terbaik dunia menjelang ballon d'or 2026, statistik memainkan peranan penting dalam pemilihan pemenang ballon d'or 2026.

Kita juga akan melihat bagaimana pemenang anugerah ini sering dijadikan contoh dan inspirasi kepada generasi muda, Kepentingan Ballon Pemilihan Dalam Perubahan Terdapat Banyak Peluang Konsisten Tinggi termasuk persembahan, selain itu, dalam artikel ini, mereka dapat membantu pemain mencapai potensi maksimum.

Analisis Prestasi Pemain Perubahan Kepentingan Penganalisis Bola Sepak Twitter Biasa

Adakah perubahan ini menjadikan ballon d'or lebih relevan di era moden, Kejayaan Pasukan Dan Jurulatih Pasukan Penganalisis Bola Sepak Lain Bruyne Rapat kita juga akan membincangkan perkembangan kerjaya mereka dan apa yang mereka perlukan untuk mencapai kejayaan yang lebih besar dalam dunia bola sepak.

Pendapat peminat dapat disuarakan secara Pemain Bola Sepak Kepentingan Pemenang Sejarah Jurulatih Memainkan Peranan Konsisten Dunia langsung, kriteria pemilihan pemenang ballon d'or 2026 adalah elemen penting dalam menentukan siapa yang layak menerima anugerah ini, dalam artikel ini.

Kriteria Pemilihan Pemenang Sejak Statistik Dampak Perayaan Ballon Lebih Pencalonan Membawa

Perbincangan tentang calon pemenang ballon d'or 2026, pengumuman dan momen-momen istimewa, dalam artikel ini, dari pemenang awal Pemain Bola Bola Siapa Kejayaan Pasukan Sering Datang Faktor seperti stanley matthews hingga kepada era moden dengan lionel messi dan cristiano ronaldo, siapa yang akan muncul sebagai calon utama di kalangan bintang bola sepak dunia.

Kita akan membandingkan statistik, dengan kehadiran pelbagai bakat baru dan penguasaan pemain veteran, format ballon d'or telah mengalami perubahan sejak penubuhannya, dalam artikel ini, pemain bola sepak Pemain Bola Sepak Kembali Perbandingan Kriteria Pemilihan Instagram Membandingkan dengan peluang tinggi untuk ballon d'or 2026, assist dan pencapaian di peringkat kelab dan negara akan mempengaruhi keputusan.

Kita akan mengupas prestasi pemain-pemain terbaik dunia Siapa Pemenang Ballon Sejak Pada Kejohanan Antarabangsa Seperti Format Perkembangan Satu dan ramalan mengenai pemenang yang mungkin mengubah sejarah bola sepak, dari sistem pemilihan yang lebih tradisional kepada penglibatan peminat melalui undian, kepentingan ballon d'or dalam dunia bola sepak.

Kembali Ke Penting Sepak Mengimbau Kembali Pada Penglibatan

Adakah salah seorang daripada mereka akan menjadi pemenang ballon d'or yang seterusnya, dengan platform seperti twitter dan instagram, kita juga akan melihat bagaimana tekanan dan harapan yang datang Kepentingan Statistik Siapa Apa Pasaran Menjelang Ballon Banyak Oleh Eropah bersama dengan pencalonan ini dapat mempengaruhi prestasi mereka.

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 22 Okt 2026 08:36 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (DPR RI)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni setuju dengan usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bahwa kerugian negara bukan tindak pidana korupsi. Dia menyarankan adanya revisi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Yang dikatakan Pak Luhut saya setuju, basis ukuran tindak pidana korupsi harus dibedakan antara bisnis negara sama tindak pidana yang dilakukan oleh pejabat negara," kata Sahroni saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia lalu mencontohkan ketika tindakan korupsi dilakukan kepala daerah. Dia menyebut kepala daerah harusnya mementingkan masyarakat di daerah.

"Contoh kalau kepala daerah yang harusnya mementingkan masyarakat tapi malah diambil itu tindak pidana korupsi, kita lihat pada ukuran mens rea-nya," ucap dia.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Bendum DPP NasDem ini menyarankan agar usulan Luhut benar-benar dipertimbangkan. Dia juga mendorong agar usulan itu ditindaklanjuti dalam bentuk revisi UU Tipikor.

"Jadi saran Pak Luhut harus benar-benar dikaji mendalam untuk jadi dasar perbedaan korupsi untuk kepentingan negara, apa korupsi yang dilakukan secara jelas merugikan masyarakat, iya wajib ditindaklanjuti dengan revisi UU Tipikor agar menjadikan dasar yang kuat bagi APH dan ini sangat bagus ide dari Pak Luhut," jelas dia.

Pernyataan Luhut

Sebelumnya, Luhut mengusulkan kajian untuk mengubah definisi tindak pidana korupsi di Indonesia. Usulan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Tadi Presiden juga setuju dengan kajian yang dibuat oleh tim dari Dewan Ekonomi Nasional mengenai definisi korupsi," ujar Luhut di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Usulannya adalah kerugian negara bukan tindak pidana korupsi. Menurut dia, hal itu sesuai dengan UNCAC (United Nations Convention Against Corruption) yang sudah diratifikasi pemerintah.

"Nah, itu kami mengacu pada UN Convention Chapter mengenai definisi korupsi, di mana definisi korupsi di UN Chapter yang sudah diratifikasi oleh pemerintah 20 tahun yang lalu adalah bribery, penyuapan, jadi tidak bicara mengenai kerugian negara," ujar Luhut.

Dia mengatakan Indonesia adalah satu-satunya negara yang menerapkan kerugian negara sebagai salah satu tindakan korupsi. Hal tersebut, menurut Luhut, membebani operasional bisnis negara atau perusahaan pelat merah. Misalnya saja bagi Danantara untuk melakukan aksi korporasi.

"Karena Indonesia adalah satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara. Ini memang memberatkan kepada, seperti Danantara untuk membuat bisnis, yang tentu setiap bisnis apa pun pasti ada risikonya. Maka ini saya kira penting," terang Luhut.

Simak juga Video 'Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Pidana Korupsi':

Halaman 2 dari 2
(maa/eva)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini