Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menghadiri Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Gus Ipul menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat bagian dari spirit kerja cepat pemerintah dalam menjalankan mandat Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.
"Sekolah Rakyat berangkat dari jantung konstitusi kita, Pasal 34 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Fakir miskin dan anak-anak yang telantar dipelihara oleh negara," tegas Gus Ipul dalam acara yang digelar di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Hal ini juga sejalan dalam Pasal 31 UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Selain itu wujud implementasi Pasal 33 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Sekolah Rakyat tiga pasal itu bertemu satu tubuh seorang anak. Lalu bagaimana negara memelihara fakir miskin dan anak-anak yang telantar, melalui tiga jalan: perlindungan dan jaminan sosial; rehabilitasi sosial; dan pemberdayaan sosial," paparnya.
Tiga jalan itu diwujudkan dalam tiga pendekatan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah mengurangi beban pengeluaran keluarga melalui bantuan dan jaminan sosial.
"Dua, meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan sosial dan ketiga, memutus transmisi kemiskinan agar tidak diwariskan kepada anak-anaknya melalui pendidikan Sekolah Rakyat," imbuh Gus Ipul.
Gus Ipul lantas menganalogikan bahwa bantuan sosial adalah bantalan, sedangkan pemberdayaan adalah tangga, dan Sekolah Rakyat adalah pintu keluar. Atas hal itu lah, Presiden Prabowo memberi mandat untuk menjalankan tiga hal kepada Kemensos.
"Pertama datanya akurat, kedua sasaran tepat, dan ketiga Sekolah Rakyat. Data kami benahi bersama BPS dan pemerintah daerah, hasilnya bantuan semakin tepat sasaran. Lebih dari 4 juta keluarga yang dulu terlewat kini terjangkau. Inilah kami sebut kerja cepat Pasal 34," jelasnya.
Diketahui, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membangun 100 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai provinsi Indonesia. Sebanyak 93 unit di antaranya telah berjalan dan digunakan sebagai tempat anak-anak menimba ilmu.
"Semua itu didukung sarana yang layak dan lingkungan yang mendukung. 100 Sekolah Rakyat permanen telah dibangun, 93 di antaranya telah digunakan, dan 7 lainnya dalam proses pembangunan," tutur Gus Ipul.
"Lengkap dengan asrama, ruang kelas, laboratorium, ruang makan, tempat ibadah, dan sarana olahraga. Anak yang di rumah masih menumpang, kini sekolahnya tidak lagi menumpang," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga mengapresiasi Presiden RI yang telah menghidupkan Kembali Sekolah Rakyat. Di Sulsel sendiri telah berdiri 9 Sekolah Rakyat yang tersebar di Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Bone, Sinjai, Makassar dan Takalar.
"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta jajaran yang telah melaksanakan program ini untuk generasi emas kita," tegas Andi Sudirman.































































