Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas komitmennya menghidupkan kembali Sekolah Rakyat di Sulsel. Program ini dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mempersiapkan generasi emas Indonesia.
"Bapak Prabowo tentu luar biasa. Menyekolahkan. Anak luar biasa, dan juga tidak menutupi kemungkinan mereka akan kelak, suatu waktu mungkin 50 tahun ke depan atau bahkan 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin nasional, dan mungkin ada presiden alumni sekolah rakyat," ujar Andi Sudirman dalam sambutannya pada Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat & Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Rabu (28/10/2026).
Di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Andi Sudirman mengatakan Sekolah Rakyat memiliki makna emosional tersendiri bagi keluarganya. Sang ayah merupakan alumni Sekolah Rakyat yang juga mengabdi sebagai tentara Babinsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena bapak saya alumni Sekolah Rakyat, dan bapak saya seorang tentara Babinsa. Kami bangga, bapak saya selalu mengatakan, alumni SR juga bisa," ungkapnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik, tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga.
Andi Sudirman juga menceritakan perubahan yang dilihatnya sejak pertama kali mengunjungi Sekolah Rakyat. Ia mengaku melihat langsung kondisi anak-anak yang sebelumnya mengenakan pakaian lusuh, namun kini mendapatkan fasilitas dan perlengkapan sekolah yang lebih layak.
"Anak-anak berkecukupan, waktu pertama saya datang ada anak-anak berpakaian lusuh. Kini, alhamdulillah, luar biasa," tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat, Pemerintah Pemprov Sulsel juga telah menganggarkan 2.000 paket seragam Sekolah Rakyat lengkap dengan sepatu dan tas. Bantuan tersebut telah diserahkan untuk mendukung kebutuhan para siswa.
"Atas perintah Bapak Menteri juga, kami sudah menganggarkan 2.000 seragam sekolah rakyat lengkap dengan sepatunya, lengkap dengan tasnya, kami sudah menyerahkan," tuturnya.
Andi Sudirman menegaskan, Pemprov Sulsel akan terus memberikan dukungan agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal dan mampu menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas. Sulsel sendiri disebut menjadi salah satu wilayah dengan pengembangan Sekolah Rakyat terbesar di luar Pulau Jawa.
"Banyak memang program Presiden belum dipublikasikan masif, tapi kami di Sulsel 9 SR, 18 nantinya, akan ada 16 ribu siswa. Ini tidak mudah untuk kita kasi makan, seragam, dan juga guru, asrama yang bagus, fasilitas bagus," terangnya.
Dia juga menekankan bahwa penyelenggaraan program tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, kebutuhan anggaran terkait program tersebut mencapai sekitar Rp 2 triliun, atau setara dengan 20 persen dari kapasitas fiskal daerah dalam setahun.
"Tidak sedikit anggaran, kami hitung Rp 2 T, itu 20 persen dari fiskal kami setahun," terangnya.
Di akhir sambutannya, Andi Sudirman kembali menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintah yang telah menjalankan program tersebut bagi generasi penerus bangsa.
"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta jajaran yang telah melaksanakan program ini untuk generasi emas kita. Saya sampaikan, Sulsel tetap mendukung karena saya tahu Bapak Presiden akan membangun Indonesia yang lebih besar, termasuk Sulawesi Selatan," pungkasnya.































































