Bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa) kembali pecah di area Jembatan Lalove, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Satu orang warga dikabarkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
"Ia benar terjadi saling serang, dugaan awal masih yang sama warga Nunu dan Anoa," ujar Kapolsek Palu Selatan AKP, Muhammad Kasim kepada detikcom, Rabu (28/10/2026).
Aksi saling serang itu terjadi pada Rabu (28/10) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Menerima laporan bentrokan berulang tersebut, jajaran Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi.
Menurut Muhammad Kasim, situasi di area Jembatan Lalove saat ini telah berhasil dikendalikan. Massa dari kedua belah pihak juga telah membubarkan diri.
"Sekarang kondisi sudah aman. Sudah kembali ke tempat masing-masing. Kalau personel kita dari Polres dan Polsek diturunkan untuk pengamanan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kabar adanya satu warga yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut, Kasim menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penelusuran di lapangan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang diterima kepolisian mengenai korban luka maupun jiwa.
"Untuk itu (kabar adanya korban) kami belum identifikasinya, kami masih menunggu ini kalau ada yang buat laporan. Kita belum bisa menduga-duga, karena isu-isu itu yang dibuat tadi sama orang-orang. Nah, untuk pastinya kalau sudah ada yang buat laporan, baru kita bisa identifikasi," pungkas Kasim.
Diketahui, bentrokan antarwarga Nunu dan Anoa di kawasan Jembatan Lalove ini merupakan kejadian ke-4 dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir. Gesekan awal dipicu aksi pengeroyokan seorang satpam perumahan berinisial MA usai melerai percekcokan pasangan suami istri pada Selasa (21/7).
Ketegangan kemudian memuncak pada Kamis (6/8) malam saat bentrokan pecah di kawasan Jalan Anoa hingga Jembatan Lalove yang diduga mengakibatkan 2 warga terkena busur panah.
Bentrokan kembali berulang pada Jumat (4/9) dini hari menggunakan batu dan petasan, yang direspons polisi dengan memperketat penjagaan serta mengamankan 8 pemuda membawa sajam dan petasan.































































