Kepolisian setempat memberlakukan penutupan sementara (lockdown) di kompleks Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat. Tindakan ini diambil menyusul adanya ancaman pada Selasa (27/10/2026).
Dilansir dari Anadolu Agency, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari area tersebut.
"Islamic Center of San Diego saat ini ditutup sementara (lockdown) sebagai langkah antisipasi," ujar Departemen Kepolisian San Diego lewat platform media sosial X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyatakan telah mengerahkan aparat kepolisian di lokasi tersebut untuk memastikan keamanan semua orang di sana. Kepolisian juga mengimbau warga menghindari area Islamic Center of San Diego.
Polisi kemudian mengeluarkan peringatan keselamatan publik agar masyarakat mewaspadai Toyota 4Runner abu-abu keluaran 2015 dengan pelat nomor New York KGN3027. Jika menemukan kendaraan tersebut, masyarakat diminta tidak mendekatinya dan segera menghubungi layanan darurat 911.
Peringatan itu menjadi bagian dari langkah kepolisian menindaklanjuti ancaman dan menjaga keselamatan. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan siapa pemilik kendaraan itu maupun bentuk keterkaitannya secara rinci dengan ancaman yang diterima.
ABC 10News melaporkan bahwa pimpinan Islamic Center of San Diego mengamankan kompleks setelah menerima ancaman dan memberi tahu orang tua anak-anak yang bersekolah di sana. Langkah ini diberlakukan di tengah kehadiran polisi yang mengamankan lokasi.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan lebih lanjut terkait isi ancaman, identitas pihak yang diduga bertanggung jawab ataupun kemungkinan adanya korban. Kepolisian San Diego meminta masyarakat mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati lokasi maupun kendaraan yang masuk dalam peringatan keselamatan publik.
Beberapa waktu lalu, tepatnya 18 Mei 2026 sempat terjadi insiden penembakan di kompleks masjid kawasan San Diego tersebut yang menewaskan tiga warga sipil. Menurut penuturan polisi setempat, dua pelaku penembakan itu adalah Caleb Liam Vazquez (18) dan Cain Lee Clark (17) yang ditemukan tewas bunuh diri di dalam mobil usai kejadian.
Dilansir dari AP News, korban tewas itu bernama Amin Abdullah (51), Nadir Awad (57) dan Mansour Kaziha (78). Ketiganya tewas saat berusaha menyelamatkan 140 anak yang berada di dalam Masjid San Diego saat kejadian.
Amin Abdullah yang merupakan seorang satpam di Masjid San Diego disebut memainkan peran krusial dalam mencegah lebih banyak jatuhnya korban jiwa. Menurut penuturan Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, ketika pelaku penembakan masuk melewati Abdullah, dia melepaskan tembakan dan dibalas oleh pelaku.
Pada saat yang sama, Abdullah mengambil radionya dan mengingatkan semua orang untuk melakukan penguncian atau lockdown agar pelaku tidak bisa masuk. Abdullah kemudian memukul mundur pelaku penembakan agar kembali ke luar ke tempat parkir masjid. Di sanalah Abdullah ditemukan tewas tertembak.




































































