Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya Erick Yusuf menyambut hangat pemutaran film Hamka: Awal Mula (Vol. 3). Erick menilai sosok Ketua MUI pertama, Buya Hamka, merupakan figur multidimensional yang sangat dibutuhkan bangsa di tengah krisis keteladanan.
Momen tersebut disampaikan Erick saat menghadiri acara screening film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
"Film ini adalah film yang diidamkan oleh kami, apalagi kami betul-betul merasa tersanjung ketika ada film yang tokohnya itu tokoh Ketua MUI pertama, Buya Hamka. Apalagi saat sekarang kita ini betul-betul krisis, kalau saya bilang darurat karakter ya. Kita krisis keteladanan, krisis kepemimpinan," ujar Erick.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick menegaskan Buya Hamka yang memiliki nama asli H. Abdul Malik Karim Amrullah, tidak hanya sebatas tokoh ulama semata, tetapi juga sosok pemimpin hingga seniman besar yang patut menjadi panutan masyarakat luas.
"Harus diingat bahwa kita ini punya seorang pemimpin, jadi jangan melihat Buya Hamka hanya seorang ulama. Buya Hamka itu multidimensional, bukan hanya menjadi seorang ulama tetapi seorang seniman besar, seorang pemimpin yang hebat, seorang ayah, seorang pejuang. Dan ini terlihat dari bagaimana karya film ini hadir dari mulai sekuel 1, 2, hingga 3," jelasnya.
Menurut Erick, alur cerita pada sekuel ketiga ini memperlihatkan perjalanan dan perjuangan keras Buya Hamka sejak masa kecil hingga menjadi sosok legenda.
"Menjadi seseorang yang besar, seorang legend, itu bukan hal yang mudah, tetapi lihat perjuangannya dari kecil. Tidak mungkin muncul seorang pelaut yang hebat kalau dia tidak didera oleh ombak yang begitu besar," tuturnya.
Ia mengaku tersentuh ketika menyaksikan masa-masa pembentukan karakter Buya Hamka yang penuh dengan tempaan.
"Sedih sekali dan terharu biru melihat bagaimana beliau dididik sangat keras oleh keluarganya, kemudian harus pergi, merasa sudah berilmu padahal ternyata belum kata Haji Rasul. Betapa dia akhirnya betul-betul mencari eksistensi dirinya dan alhamdulillah berhasil," tambah Erick.
Lebih lanjut, Erick mengimbau seluruh lapisan masyarakat mulai dari orang tua hingga generasi muda untuk menonton film ini karena dinilai kaya akan nilai edukasi dan inspirasi.
"Saya perlu tegaskan bahwa ini film yang menurut saya harus ditonton oleh semua. Ibunya, bapaknya, anak-anak muda, semua. Ini film yang lezat sekali, sangat bergizi, yang mungkin kita tidak bisa menemukan film seperti ini dalam 10 tahun ke depan," ungkapnya.
Erick turut memuji kualitas sinematografi serta keterlibatan para aktor ternama yang membuat karya layar lebar ini makin spektakuler.
"Banyak sekali para aktor dan aktris hebat yang terlibat di sini, ini sudah bukan kaleng-kaleng. Belum lagi teknik pengambilannya, scene-nya begitu indah dan diolah begitu baik. Masa kita tidak apresiasi?" pungkasnya.
Melalui film Hamka: Awal Mula (Vol. 3), Erick berharap masyarakat Indonesia dapat memetik pelajaran berharga dan menjadikannya sebagai momentum perubahan menuju bangsa yang lebih baik.
(hnh/kri)




































































