TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama Angkatan Darat India (Indian Army) resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026 di Lapangan Asmil Yonif 515/UTY Kostrad, Pakistaji, Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (27/10/2026).
Latihan militer ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan taktis prajurit di medan ekstrem sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Latma Garuda Shakti 2026 melibatkan 100 personel pasukan khusus, terdiri dari 50 prajurit Yonif 515/UTY Brigif 9 Divif 2 Kostrad dan 50 prajurit Batalyon 12 Para (Special Forces) Indian Army. Selama 11 hari, para prajurit akan menjalani berbagai materi latihan di sejumlah lokasi, mulai dari Asrama Yonif 515/UTY Pakistaji, kawasan Pakel Kompleks, hingga wilayah Malang dan Grati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan AD Indonesia - India saat melaksanakan upacara pembukaan Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026. Foto: Eka Rimawati/detikJatim |
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 515/UTY Kostrad Letkol Inf Edy Pramono mengatakan, latihan tahun ini berfokus pada penguasaan teknik dan taktik pertempuran jarak dekat maupun di ruang terbuka, khususnya di medan hutan dan pegunungan.
"Garuda Shakti bukan hanya tentang latihan militer, tetapi juga membangun persahabatan dan persaudaraan. Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga," ujar Letkol Inf Edy Pramono saat membuka kegiatan, Selasa (27/10/2026).
Edy menjelaskan, latihan bersama tersebut rutin digelar sejak 2012 dan dilaksanakan secara bergantian setiap tahun. Setelah Indonesia menjadi tuan rumah pada 2026, India dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2027.
Untuk memperkuat kekompakan antarpasukan, seluruh peserta langsung dibagi menjadi delapan tim gabungan yang memadukan prajurit Kostrad dan pasukan khusus India. Pada hari pertama, para peserta mengikuti agenda Cakra Outbound.
Rangkaian latihan dijadwalkan mencapai puncaknya pada 5 November 2026 melalui simulasi penyergapan berskala besar di Desa Pakel. Dalam skenario tersebut, tim darat akan bergerak secara senyap, sementara tim penutup diterjunkan dari udara menggunakan teknik fast roping melalui helikopter.
Selain meningkatkan kemampuan tempur, latihan bersama ini juga memiliki nilai strategis bagi kerja sama pertahanan kedua negara. Komandan Batalyon 12 Para (SF) Angkatan Darat India Kolonel Maneet Kumar Pant menegaskan pentingnya sinergi militer di tengah dinamika keamanan kawasan.
"Mempertimbangkan dinamika kawasan seperti di Laut China Selatan dan Selat Sumatra, India memandang penting untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Hubungan serta sinergi militer yang kuat menjadi langkah strategis jangka panjang untuk mengantisipasi dan menghadapi potensi ancaman di kawasan," tegas Kolonel Maneet Kumar Pant.
Ia menambahkan, latihan edisi ke-12 ini menjadi wadah bagi kedua pihak untuk mempelajari prosedur operasi standar atau Standard Operating Procedures (SOP) serta praktik terbaik dalam pertempuran. Sejauh ini, kontingen India disebut tidak menemui kendala berarti dalam beradaptasi dengan medan latihan di Indonesia.
Latma Garuda Shakti 2026 juga menjadi bagian dari upaya TNI AD memperkuat diplomasi militer dengan negara lain. Sebelumnya, TNI AD juga menggelar latihan bersama Garuda Shield dengan US Army pada September 2026.
























































