Video ikan asin yang dinarasikan sedang disemprot Baygon alias cairan pembasmi serangga saat dijemur viral di media sosial. Praktik tersebut menjadi sorotan karena penggunaan insektisida kimia yang tidak semestinya pada bahan pangan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, mengatakan residu insektisida berpotensi menempel pada permukaan ikan asin dan bertahan dalam waktu lama.
dr Aru juga mengingatkan bahwa residu insektisida yang menempel pada ikan asin sulit dihilangkan. Proses pencucian, perebusan, maupun pemasakan tidak menjamin seluruh residu tersebut hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Residu yg ada akan menempel pada permukaan ikan asin dan akan bertahan lama," kata dr Aru saat dihubungi detikcom, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, konsumsi ikan asin yang terpapar insektisida berisiko menyebabkan keracunan. Paparan zat beracun tersebut juga dapat mengganggu fungsi hati dan ginjal serta sistem saraf.
Adapun sejumlah gejala yang dapat muncul dalam jangka pendek akibat keracunan insektisida, antara lain mual, muntah, sakit kepala, pusing, gangguan pernapasan, hingga iritasi saluran pencernaan.
"Efek jangka panjang akibat akumulasi racun akan menimbulkan kerusakan sistem saraf, gangguan hati dan gangguan ginjal," pungkasnya.


























































