Patrick Stewart atau yang juga dikenal sebagai "Professor X" di X-Men meninggal dunia pada usia 86 tahun di kediamannya, Los Angeles pada Rabu (28/10). Stewart diketahui tengah bertarung melawan alzheimer dan lewy body dementia.
"Perjalanan singkat dan memilukan dengan penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body," kata Kelly Bush Novak, juru bicara sang aktor kepada Hollywood Reporter.
Dalam tulisannya, Bush Novak menjelaskan bahwa Stewart "pergi" ditemani pelukan hangat keluarga, serta musi dan doa dari orang-orang yang menyayanginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan selamanya menghargai ketenangan dan renungan di wajahnya, sebuah pengingat abadi akan rahmatnya yang tak terkalahkan," tulish Bush.
Apa Itu Lewy Body Dementia dan Alzheimer?
Stewart sendiri tidak pernah mengumumkan diagnosis Alzheimer maupun Lewy Body Dementia kepada publik semasa hidupnya.
Dikutip dari laman resmi Alzheimers Amerika Serikat, penyakit Alzheimer adalah gangguan otak yang secara perlahan menghancurkan ingatan dan kemampuan berpikir, dan pada akhirnya, kemampuan untuk melakukan tugas-tugas paling sederhana.
Mereka yang mengidap Alzheimer juga berisiko untuk mengalami perubahan perilaku dan kepribadian. Gejala yang mungkin muncul seperti perubahan dalam berpikir, mengingat, bernalar, dan berperilaku yang tandanya mirip dengan demensia.
Penyakit Alzheimer bukanlah bagian normal dari penuaan. Penyakit ini merupakan hasil dari perubahan kompleks di otak yang dimulai bertahun-tahun sebelum gejala muncul dan menyebabkan hilangnya sel-sel otak dan koneksinya.
Sementara itu, Lewy Body Dementia (LBD) adalah gangguan otak yang dapat menyebabkan masalah dalam berpikir, bergerak, berperilaku, dan suasana hati. Halusinasi visual, atau melihat hal-hal yang tidak ada, adalah gejala umum, dan cenderung terjadi pada tahap awal.
Penyebab LBD adalah adanya gumpalan abnormal protein yang disebut alfa-sinuklein menumpuk di area otak yang terlibat dalam berpikir, mengingat, dan gerakan. Gumpalan tersebut disebut "Lewy Body" sesuai nama dokter yang menemukannya.
LBD sendiri dapat menyerang mereka yang berusia muda (di bawah 50 tahun). Namun, penyakit ini biasanya dimulai pada usia 50 tahun atau lebih.
Biasanya, pengidap LBD dapat hidup rata-rata lima hingga delapan tahun. Namun, ada juga yang hanya dua tahun bahkan 20 tahun dari saat didiagnosis hingga kematian.
Seberapa cepat gejala berkembang dan berubah bervariasi tergantung pada kesehatan keseluruhan, usia, dan tingkat gejala seseorang.
Simak Video "Membangun Ekosistem Kesehatan Indonesia yang Lebih Kuat"
Lamsahat Tua Pembentukan Orang Pendek Sherli Indah Tiaranita Kepercayaan Would(dpy/kna)

























































