Semakin hari, umat Islam semakin dekat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2027. Bulan istimewa ini menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslim untuk dapat fokus beribadah selama satu bulan penuh.
Menurut perhitungan kalender Hijriah, puasa 2027 bertepatan dengan Ramadan 1448 H. Saat ini, umat Islam tengah berada pada Jumadil Awal 1448 H atau bulan ke-5.
Mengingat waktu yang semakin dekat, umat Islam hendaknya mengetahui tanggal perkiraan awal puasa 2027 sebagai panduan untuk mempersiapkan ibadah dengan maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak tanggal perkiraan awal puasa 2027 yang akan diuraikan secara rinci berikut ini.
Awal Puasa 2027 Versi Pemerintah
Hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI belum menetapkan awal puasa 2027. Hal ini karena ketetapan tersebut dilakukan secara resmi setelah Kemenag menggelar sidang isbat pada akhir bulan Syakban.
Kendati demikian, Kemenag telah merilis Kalender Hijriah Indonesia 2027 secara resmi yang dapat dijadikan panduan untuk memperkirakan awal puasa 2027.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2027 terbitan Kemenag, awal puasa 2027 atau 1 Ramadan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Awal Puasa 2027 Versi NU
Sama halnya dengan pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga belum mengumumkan ketetapan awal puasa 2027 secara resmi. Namun, apabila mengacu pada Kalender Almanak NU, perkiraan awal puasa 2027 atau 1 Ramadan 1448 H bertepatan dengan Senin, 8 Februari 2027.
Penetapan awal puasa 2027 oleh NU akan diumumkan secara resmi setelah dilakukan pemantauan hilal pada akhir bulan Syakban.
Awal Puasa 2027 Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa dan Lebaran 2027. Ketetapan ini berpedoman pada sistem penanggalan yang digunakan oleh Muhammadiyah, yakni Kalender Hijirah Global Tunggal (KHGT).
Mengacu pada KHGT, awal puasa 2027 atau 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. KHGT juga menghitung pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 2027 berlangsung selama 29 hari yang berakhir pada Senin, 8 Maret 2027.
Jadwal Puasa Ramadan 2027/1448 H Versi KHGT Muhammadiyah
Merujuk pada perhitungan KHGT Muhammadiyah, berikut jadwal puasa Ramadan 2027/1448 H.
- 1 Ramadan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027 (awal puasa 2027)
- 2 Ramadan 1448 H: Selasa, 9 Februari 2027
- 3 Ramadan 1448 H: Rabu, 10 Februari 2027
- 4 Ramadan 1448 H: Kamis, 11 Februari 2027
- 5 Ramadan 1448 H: Jumat, 12 Februari 2027
- 6 Ramadan 1448 H: Sabtu, 13 Februari 2027
- 7 Ramadan 1448 H: Minggu, 14 Februari 2027
- 8 Ramadan 1448 H: Senin, 15 Februari 2027
- 9 Ramadan 1448 H: Selasa, 16 Februari 2027
- 10 Ramadan 1448 H: Rabu, 17 Februari 2027
- 11 Ramadan 1448 H: Kamis, 18 Februari 2027
- 12 Ramadan 1448 H: Jumat, 19 Februari 2027
- 13 Ramadan 1448 H: Sabtu, 20 Februari 2027
- 14 Ramadan 1448 H: Minggu, 21 Februari 2027
- 14 Ramadan 1448 H: Minggu, 21 Februari 2027
- 15 Ramadan 1448 H: Senin, 22 Februari 2027
- 16 Ramadan 1448 H: Selasa, 23 Februari 2027
- 17 Ramadan 1448 H: Rabu, 24 Februari 2027 (Hari Nuzulul Qur'an)
- 18 Ramadan 1448 H: Kamis, 25 Februari 2027
- 19 Ramadan 1448 H: Jumat, 26 Februari 2027
- 20 Ramadan 1448 H: Sabtu, 27 Februari 2027
- 21 Ramadan 1448 H: Minggu, 28 Februari 2027
- 22 Ramadan 1448 H: Senin, 1 Maret 2027
- 23 Ramadan 1448 H: Selasa, 2 Maret 2027
- 24 Ramadan 1448 H: Rabu, 3 Maret 2027
- 25 Ramadan 1448 H: Kamis, 4 Maret 2027
- 26 Ramadan 1448 H: Jumat, 5 Maret 2027
- 27 Ramadan 1448 H: Sabtu, 6 Maret 2027
- 28 Ramadan 1448 H: Minggu, 7 Maret 2027
- 29 Ramadan 1448 H: Senin, 8 Maret 2027
Hitung Mundur Ramadan 2027: 101 Hari Lagi
Berdasarkan perkiraan awal puasa yang jatuh pada 8 Februari 2027, jika dihitung mundur puasa Ramadan 2027 tinggal 101 hari lagi terhitung per hari ini, Jumat, 30 Oktober 2026.
Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Batas Waktu Qadha
Mengingat Ramadan semakin dekat, umat Islam yang masih memiliki utang puasa bisa segera melunasinya. Mengutip Buku Ajar Fiqih Ibadah karya Sudirman dkk, mayoritas ulama menegaskan qadha puasa Ramadan tahun sebelumnya harus diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya.
Untuk pelaksanaannya, mayoritas ulama berpendapat qadha puasa tidak disyaratkan harus dilakukan secara berurutan. Dengan ini, seseorang dapat mengatur waktu pelaksanaan qadha puasa Ramadan sesuai kemampuan dan kesempatan masing-masing.
Disebutkan dalam sebuah hadits, Sayyidah Aisyah RA pernah membayar utang puasa Ramadan pada bulan Syakban, sebulan menjelang datangnya Ramadan. Dari Abu Salamah, ia mendengar Aisyah RA mengatakan:
كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ
Artinya: "Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban." (HR Bukhari dan Muslim)




































































