Polres Boyolali mengungkap hasil penyelidikan sementara kasus suami istri diduga menjadi korban tabrak lari mobil tak dikenal di Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak. Mobil yang menabrak korban hingga tewas itu diduga melaju melanggar marka.
"Ketika korban itu mengantar istrinya ke tempat kerja, kemudian dari arah berlawanan ditabrak oleh kendaraan R4 (roda empat/mobil)," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, di Mapolres Boyolali, Kamis (29/10/2026).
Korban kecelakaan tersebut yakni Nugroho (33) dan istrinya, Ika Indriyani, warga Dukuh Lemahbang, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Akibat kejadian itu, Nugroho, meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi kecelakaan di dekat Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Terjadi pada Rabu (28/10) dini hari.
Kapolres mengatakan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu kondisi jalanan, termasuk di TKP dan sekitarnya masih sepi, karena waktunya orang istirahat.
"Diketahui bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 03.00 WIB. Di mana memang jalanan sepi, kemudian juga sangat minim sekali warga masyarakat tentunya, karena itu merupakan jam istirahat," jelasnya.
Dia menyatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan kasus tabrak lari ini. Petugas sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP, melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti dan lainnya. Termasuk menyisir CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Dari CCTV-CCTV yang ada, ini pun sudah kita sisir dan lain-lain. Namun memang ada kendala, ada CCTV itu yang aktif ataupun yang tidak. Ada yang menyorot tapi banyak yang kurang jelas dan tidak pada saat peristiwa itu," ungkapnya.
Untuk identitas mobil yang menabrak korban, menurut Kapolres, dari hasil identifikasi berwarna silver. Namun untuk kepastian mobil tersebut, pihaknya masih terus melakukan pendalaman penyelidikan, dan mencari petunjuk-petunjuk alat bukti yang mengarah terhadap pelaku penabrak korban.
"Untuk identitas mobil dari beberapa CCTV yang ada, itu dapat diidentifikasi kalau tidak salah warna silver. Tapi kita makanya masih mencari masih menyisir terus. Kami mohon doanya dengan rekan-rekan semua, supaya kita bisa mendapatkan petunjuk yang betul-betul jelas dan bisa mengarah terhadap pelaku," ucap dia.
Dari hasil olah TKP, lanjut Kapolres, mobil yang menabrak korban melaju melanggar marka. Sedangkan korban melaju di jalurnya dan berjalan pelan karena mendampingi istrinya yang mengendarai motor sendiri.
"Iya tentunya, betul (mobil melanggar marka). Karena si korban ini kan memang berada di jalurnya. Itu dalam keadaan jam 3 malam itu keadaan sepi. Sepi hampir tidak ada pengendara lain sebetulnya di sana," terang Kapolres.
"Jadi korban juga tidak, posisinya tidak dalam ngebut ataupun dalam keadaan cepat tidak. Jadi korban juga sedang berjalan santai karena memang mendampingi, menemani istrinya karena kan memang itu jam rawan ya. Dikhawatirkan dari korban mungkin terjadi hal apa-apa terhadap istrinya. Makanya selalu ditemani setiap istrinya tersebut berangkat kerja di jam tersebut. Dan itu memang jalan yang sering dilewati oleh korban dan istrinya itu," sambung dia.
Masih dari hasil olah TKP, tambah dia, petugas menemukan adanya bekas pengereman. Sebelum menabrak korban, mobil itu juga sempat menyerempet kendaraan yang dikendarai istri korban. Baru kemudian menabrak korban.
"Betul ada (bekas pengereman). Jadi, kalau dari hasil olah TKP lakalantas yang kami ketahui, kendaraan ini (mobil) juga sempat menyenggol atau menyerempet motor istrinya. Kemudian baru menabrak korban yang berada di belakangnya (istri)," tambah Kapolres.
Kapolres menyatakan, petugas kini sedang berupaya keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang menewaskan korban.
"Kami mohon doanya semuanya, mudah-mudahan, kita sedang berupaya keras agar bisa mengungkap dan mengamankan pelaku dari penabrakan tersebut," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri diduga menjadi korban tabrak lari dalam kecelakaan di dekat Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali Rabu (28/10) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, suami meninggal dunia.
"Itu katanya sih (saat kejadian) kan nganter istri (kerja). Mengantar istri, tapi nggak berboncengan, dua kendaraan (mengendarai motor sendiri-sendiri)," kata kakak korban, Iwan Susilo (40), kepada para wartawan ditemui di rumah duka, Rabu (28/10/2026).
Korban kecelakaan tersebut yakni Nugroho (33) dan istrinya, Ika Indriyani, warga Dukuh Lemahbang, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Akibat kejadian itu, Nugroho, meninggal dunia. Korban telah dimakamkan Rabu kemarin pukul 11.00 WIB.
Dijelaskan Iwan Susilo, dari keterangan yang Ia dapat, dini hari tersebut Nugroho hendak mengantar istrinya kerja di SPPG. Mereka berdua mengendarai motor sendiri-sendiri, melaju dari arah barat menuju ke timur.
Namun nahas, ketika tiba di timur Asrama Haji Donohudan, kecelakaan terjadi. Suami istri itu diduga ditabrak oleh kendaraan mobil dari arah berlawanan.
"Yang istrinya (melaju) di depan, yang adik saya (Nugroho) itu di belakangnya. Sebenarnya sudah mau nabrak yang istrinya tapi bisa menghindar. Yang belakangnya adik saya itu enggak bisa menghindar. Kelihatannya meninggal di tempat," ungkap dia.
"Kejadiannya sekitar jam 3 pagi. Motornya dari arah barat, mobilnya dari timur. (Korban mau kemana?) Itu mau berangkat kerja istrinya. Itu kan nganter. (Kerja) di MBG (SPPG)," imbuh Iwan.
Lihat juga Video 'Teriakan 'Tabrak Lari' Bikin Blind Van Tabrak 4 Kendaraan-Pejalan Kaki':
(aku/ahr)
































































