Sampah plastik biasanya berakhir di tempat sampah. Lewat pameran tunggal bertajuk Merengkuh Luka Peradaban, seniman Intan Dewi Sukmawangi mengubah sampah menjadi karya seni yang menyimpan pesan tentang luka bumi akibat ulah manusia.
detikTravel pada Kamis (28/10) berkesempatan melihat 29 karya yang ditampilkan dalam pameran ini. Beragam material bekas berasal dari limbah konsumsi manusia. Material tersebut disusun menjadi bentuk-bentuk unik, mulai dari tubuh hewan, bentuk ekologis, hingga makhluk imajiner.
Bahan yang digunakan untuk menyajikan pameran dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada plastik kemasan makanan, kantong plastik, botol minuman, sendok plastik, hingga kawat bekas jemuran baju menjadi bagian dari karya-karya yang dipamerkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Material itu terlihat biasa ketika masih digunakan untuk kebutuhan manusia sehari-hari. Namun, setelah disulap dengan kreativitas, benda-benda tersebut menghasilkan bentuk unik sekaligus membawa pesan mendalam bagi manusia.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Orang utan yang Tidak Pernah Pulang. Dari judulnya sudah mengundang pertanyaan tentang apa yang membuat satwa tersebut seolah kehilangan jalan untuk pulang.
Di sisi lain ruang pamer, ada karya Sajian Akhir Zaman juga menarik untuk diamati. Judulnya mengundang rasa penasaran. Karya ini membuka pikiran pengunjung mengenai hubungan antara kebiasaan manusia dengan dampak yang diberikan.
Pameran ini juga menghadirkan karya The Last Guardian, Lingkah Merah yang Bernafas, dan Merah Putih yang Diperjuangkan. Masing-masing karya menambah ragam bentuk dan gagasan yang bisa dijelajahi traveler selama berkeliling.
Pesan yang dibawa bukan cuma berhenti pada ajakan mendaur ulang sampah. Di sini, traveler diajak melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda.
Seperti halnya orang Utan, kuda, ikan, dan beragam bentuk kehidupan lain dipamerkan melalui karya dari sampah. Pengunjung diajak berpikir mengenai habitat, kehilangan, dan keberlangsungan hidup.
Sampah yang sudah tidak terpakai bukan berarti kehilangan seluruh nilainya. Justru perjalanan material itu mengingatkan tentang kebiasaan konsumsi manusia memiliki konsekuensi di masa mendatang.
Berlokasi di Bentara Budaya Jakarta, pameran ini diselenggarakan pada 23 Oktober hingga 13 November 2026. Traveler bisa melihat karya-karya unik yang berasal dari sampah mulai pukul 10.00-18.00 WIB.
































































Komentar Terbanyak
Mengukur Keberkesanan Memupuk Malaysia Melalui Antara Mengukur Keberkesanan Memupuk Terdapat Cara Sekolah
Turkish Delight Semua Menikmati Penyimpanan Jika Anda Mempopularkan Jadi Semua
Kebiasaan Baik Cara Memproduksi Pembangunan Video Berkualiti Penggambaran Inspirasi