Amerika Serikat (AS) adalah negara adidaya yang gemar mengembangkan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) yang inovatif. Salah satunya yakni THOR yang tangguh dalam menangkal drone musuh.
Dikutip dari laman resmi Air Force Research Laboratory, THOR (Tactical High-power Microwave Operational Responder) adalah senjata elektromagnetik penangkal kelompok musuh yang dikembangkan oleh Air Force Research Laboratory untuk melindungi pangkalan udara.
Alat ini merupakan pemenang penghargaan What's New in Defense 2021 dan mampu melumpuhkan banyak target secara non-kinetis. Adapun cara kerja sistem ini memanfaatkan gelombang mikro berdaya tinggi (high power microwaves) untuk menimbulkan efek kontra-elektronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika target teridentifikasi, senjata senyap ini melepaskan tembakan dalam hitungan nanodetik. Dampak pelumpuhan yang terjadi secara seketika. Alat ini beroperasi hanya dengan menggunakan aliran listrik dari stopkontak dinding (wall plug).
Seluruh sistem dapat disimpan rapat di dalam kontainer pengangkut berukuran 20 kaki sehingga mudah diangkut menggunakan pesawat C-130. Alat ini dapat dirakit dan disiapkan dalam waktu 3 jam, serta dilengkapi antarmuka yang dirancang agar hanya memerlukan pelatihan minimal bagi penggunanya.
Dengan teknologi secanggih itu, tentu alat ini tidak murah. Total biaya untuk mengembangkan teknologi ini diperkirakan mencapai sekitar 18 juta dolar AS.
Selain itu, THOR dikembangkan sebagai solusi aman untuk melindungi pangkalan udara dari ancaman drone. Sebab, semakin hari drone kian marak digunakan sebagai senjata berbahaya.
Tak hanya sampai di situ. Jika dibandingkan sistem penangkal drone lainnya (seperti senjata api, jaring, dan laser), THOR dirancang untuk memperluas jangkauan efek sekaligus mempercepat waktu penanganan.





















































