PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), melaporkan pendapatan penjualan kendaraan listrik sebesar Rp 186 miliar dari Januari-September 2026. Nilai itu meningkat 91% tahun ke tahun dari Rp 98 miliar pada periode yang sama.
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kontribusi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan perusahaan meningkat menjadi 17%, dibandingkan 14% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya peran bisnis kendaraan listrik dalam struktur pendapatan Perseroan, sekaligus menunjukkan kemajuan VKTR dalam memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik komersial.
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan, peningkatan itu juga seiring dengan perkembangan kendaraan listrik komersial di Indonesia semakin membuka peluang bagi VKTR untuk memperluas perannya dalam industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus kami bukan hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial bagi pelanggan," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Sementara secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,06 triliun, meningkat 49% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp 717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama memang pendapatan dari penjualan kendaraan listrik.
Sementara itu, bisnis manufaktur suku cadang otomotif membukukan pendapatan sebesar Rp 880 miliar, meningkat 41% YoY dari Rp 623 miliar pada periode 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional, khususnya pada segmen kendaraan komersial yang juga tumbuh 42% secara tahun ke tahun berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per September 2026.
Kinerja tersebut menegaskan peran bisnis manufaktur sebagai penopang pertumbuhan pendapatan sekaligus melengkapi ekspansi Perseroan di pasar kendaraan listrik komersial.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 12,1 miliar pada Januari-September 2026, meningkat 47% YoY dari Rp 8,2 miliar pada periode yang sama di 2025.
Pencapaian ini didukung oleh pengendalian biaya yang lebih baik seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis. Pertumbuhan laba bersih juga mencerminkan upaya Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional dan kualitas pertumbuhan di tengah pengembangan skala usaha.
Dari sisi neraca, hingga akhir September 2026, total aset Perseroan meningkat 13% secara year-to-date (YTD) menjadi Rp 2.026 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan piutang usaha, persediaan, dan uang muka seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis serta proses produksi sejumlah proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 39% YTD menjadi Rp 768 miliar, sejalan dengan kebutuhan operasional dan modal kerja untuk mendukung aktivitas bisnis Perseroan. Ekuitas Perseroan juga meningkat 1% YTD menjadi Rp 1.258 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang relatif stabil di tengah ekspansi bisnis.
(ada/ara)




















































